Pohon Kalpataru Lambang Kehidupan

Must Read

Pohon Kalpataru Lambang Kehidupan yang berarti pencerahan, pelingung, dan penghidupan. Di berbagai negara di Asia, pohon ini dianggap sebagai pohon suci.

aksiografi.com – Pohon Kalpataru sebagai lambang kehidupan merupakan pohon dari keluarga Moraceae Genus Ficus dengan nama ilmiah Ficus Religiosa. Di India secara umum pohon Kalpataru lebih dikenal dengan nama pohon Bodhi. Dalam agama Budha, pohon Bodhi ini dikaitkan dengan ‘pencerahan’ yang diterima Pangeran Sidharta.

Masyarakat Indonesia, selain menyebut pohon bodhi juga terkadang dinamakan pohon Waringin atau beringin yang memiliki makna yang sama yaitu sebagai pohon pelindung dan penghidupan. Di masa Orde Baru, pohon ini dijadikan simbol beberapa instansi termasuk gambar salah satu partai, Partai Golongan Karya (Golkar). Tidak heran di beberapa daerah kabupaten dan kota, gambar pohon beringin menjadi hiasan utama logo daerah tersebut.

Kalpataru berasal dari bahasa Sansekerta dari dua kata yaitu kalpa yang berarti keinginan, pengharapan dan taru berarti pohon. Jadi kalpataru adalah pohon pengharapan. Kita dapat menemunkan relief-relief pohon Kalpataru di dinding candi-candi seperti Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi Mendu, dan candi lainnya.

Relief Kalpataru di candi-candi sebagai simbol pohon pengharapan dan kehidupan.

Morfologi Pohon Kalpataru

Pohon Kalpataru memiliki ketinggian mencapai 20 meter dengan diameter batang 1,5 meter hingga 2 meter. Batangnya lunak dengan kulit pohon ini berwarna abu-abu berbintik kecoklatan dengan tekstur yang halus.

Daunnya berwarna merah muda saat masih muda dan berwarna hijau tua saat masuk fase tua. Bentuk daunnya seperti alternate dengan permukaan yang mengilap jika diraba. Kalpataru juga memiliki bunga yang berbentuk aksiliaris tak bertangkai dan berwarna merah ketika mekar.

Pohon Kalpataru memilik bentuk fisik dengan dahan yang rimbun sehingga menjadi tempat tinggal berbagai macam hewan khususnya burung. Atas pertimbangan itu juga sehingga pohon ini dijadikan sebagai lambang kehidupan karena menjadi tempat bertahan hidup bagi beragam satwa.

Cara membudidayakan pohon kalpataru relatif mudah. Saat ini banyak yang menjual biji benih dengan harga terjangkau yaitu Rp 25.000 per satu benih. Ada juga yang menjual kalpataru dalam bentuk bibit dengan harga Rp 45.000 diluar ongkos kirim.

Pemerintah di beberapa kota dan kabupaten melakukan penghijauan dengan menaman pohon kalpataru. Pemerintah Bogor pernah melakukan penghijauan di bekas tempat pembuangan sampah.

Logo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Logo baru Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia NomorSk.889/Menhut-II/2014

Penghargaan Kalpataru

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan KORPRI menjadikan pohon ini sebagai lambang atau logo institusi. Lukisan logo bulatan yang terbentuk dari akar-akar kalpataru dengan daun yang rindang.

Nama penghargaan di bidang lingkungan hidup juga disebut Penghargaan Kalpataru. Trofi penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berprestasi di bidang lingkungan hidup baik perorangan maupun kelompok.

Penghargaan kalpataru memiliki empat kategori, yaitu perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan.

Efek Farmakologi Pohon Kalpataru

Kandungan senyawa kalpataru dapat dijadikan sebagai tuba atau meracun ikan. Masyarakat Papua kerap menggunakan biji kalpataru untuk menangkap ikan di sungai-sungai atau di rawa-rawa.

Ternyata pohon kalpataru juga memiliki efek penyembuhan. Biji buahnya dijadikan obat kudis dan kejang perut. Saat ini, biji kalpataru mulai dipopulerkan sebagai obat tetes mata yang sangat baik.

Hasil riset yang dilakukan Winda Agustiani menunjukkan kaplataru memiliki kandungan Fitokimia untuk dijadikan sebagai obat. Kandungan senyawa diantaranya saponon, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid.

Daun dan tangkai kalpataru yang memiliki potensi tertinggi untuk dijadikan obat. Daun memiliki kadar flavonoid dan saponon tertinggi sebesar 15,36% flavonoid dan 1,05% saponin. Sedangkan tangkai memiliki kadar tanin tertinggi yaitu sebesar 1,49%.

- Advertisement -spot_img

Latest News

Pohon Tin adalah Pohon Tertua dalam Sejarah Kemanusiaan

Pohon tin adalah pohon tertua dalam sejarah kemanusiaan. Buah ini juga menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran dan dijadikan sumpah Allah
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img