Rabu, Juni 16, 2021

Gunakan 5 Jarimu Mengukur Altitude Bintang

Must Read

Gunakan 5 jarimu mengukur altitude bintang di langit untuk ketinggian derajat pada horizon. Cara mudah menjadi astronot tanpa harus bersusah payah.

aksiografi.com – Benda-benda luar angkasa seperti matahari, bulan, planet, dan bintang nampak dari bum namun bukanlah diameter yang sesungguhnya, melainkan hanya diameter tampak yang terlihat dari Bumi. Begitu juga dengan jarak antara benda-benda angkasa.

Jarak tampak antara benda-benda angkasa adalah seberapa besar ukuran linier benda-benda angkasa yang terlihat dari Bumi dapat dilakukan dengan cara mengukur pemisahan sudut. Metode yang digunakan adalah metode lama atau kuno yaitu alat cross-staff.

Kubah angkasa adalah kubah khayal dengan Bumi sebagai pusatnya dan menjadi lokasi benda-benda angkasa lainnya. Altitude atau ketinggian benda-benda angkasa diukur dalam derajat, dimulai dari 0° pada horizon atau cakrawala sampai 90° pada zenit (titik puncak = di atas kepala kita).

Belajar astronomi tidak harus di sebuah laboratorium, di ruang terbuka pun kita bisa belajar meski tanpa alat canggih. Cukup gunakan alat dan bahan yang ada di tubuh kita dan di sekitar kita. Direktori Sekolah Alam di laman ini memberi banyak pengalaman belajar menyatu dengan alam. Kali ini kita belajar tanpa menggunakan bahan dan alat apapun. Kita cukup menggunakan jari dan kepalan tangan sebagai alat mengukur altitude bintang-bintang di langit, termasuk matahari dan bulan.

Uji coba sebelumnya kita telah menghitung diameter tampak benda-benda angkasa. Dalam percobaan ini, kita akan mengukur altitude perkiraan sebuah bintang dengan menggunakan tangan sebagai alat pengukurnya. Kita juga akan menggunakan sudut sebuah bayangan objek untuk menentukan altitude Matahari. Gunakan 5 jarimu dan kepalan tanganmu dalam uji coba ini, kita akan melihat hasilnya yang menakjubkan.

Baca Juga:   Mikroba Pengompos: Solusi Memperbaiki Tanah
Baca Juga:   Cara Menentukan Fungsi Tingkap Peralatan Optik

Memulai Percobaan

Praktek Sekolah Alam Astronomi kali ini bertujuan mengukur altitude perkiraan sebuah bintang dengan mengunakan jari-jemari dan kepalan tangan. Sangat mudah menggunakan jari dan kepalan tangan dalam percobaan ini.

Bahan-Bahan

tangan

Cara Kerja Menggunakan 5 Jari

1. Pada malam hari yang cerah, berdirilah di tempat terbuka dan pilihlah sebuah bintang yang bersinar terang.

2. Gunakan kedua tangan dan metode yang digambarkan pada Gambar di bawah untuk mengukur altitude bintang yang ada di atas horizon. Sebagai contoh, jika kamu mengukur sebuah bintang sejauh tiga kepalan tangan dan tiga jari di atas horizon, berarti altitude bintang tersebut kira-kira 35° di atas horizon.

Gunakan 5 Jarimu Mengukur
Gunakan 5 Jarimu Mengukur

Hasil

Hasil menggunakan 5 jarimu mengukur altitude menunjukkan ukuran altitude bintang-bintang bervariasi. Altitude pada contoh yang ada adalah 35°.

Mengapa?

Sebuah sistem koordinat yang disebut sistem altazimut digunakan dalam astronomi untuk menentukan tempat benda-benda angkasa berdasarkan altitude (ketinggian sudut di atas horizon) dan azimut (jarak sudut mengelilingi horizon). (Lihat keterangan lebih lanjut tentang ukuran horizontal azimut.)

Dalam menjelaskan sistem koordinat ini, sangatlah tepat untuk mencontoh kubah angkasa (sebuah kubah khayal dengan Bumi sebagai pusatnya dan tempat benda-benda angkasa lain yang mengelilinginya). Koordinat (dua bilangan yang menunjukkan sebuah lokasi) altitude dan azimut adalah sudut-sudut yang digunakan untuk menentukan posisi suatu benda pada kubah angkasa.

Baca Juga:   Cara Membuat Jam Bintang Biduk

Pada percobaan ini, kita harus mencari koordinat altitudenya. Altitude adalah pengukuran vertikal untuk kubah angkasa yang diukur dalam derajat di atas horizon, dari 0° pada horizon sampai 90° pada zenit. Lebar bagianbagian tanganmu bisa digunakan untuk mengukur altitude perkiraan bendabenda angkasa.

Cobalah Pendekatan Baru

Coba pendekatan baru mengukur altitude. Gunakan 5 jarimu mengukur atau kepalan tangan dalam percobaan ini. Altitude yang mewakili jarak sudut di atas horizon bisa dibayangkan sebagai lingkaran-lingkaran sejajar benda-benda angkasa yang semakin mengecil dari horizon ke zenit. Bagaimana perbandingan antara altitude dan latitude (garis lintang)?

Baca Juga:   Cara Menghitung Garis Tengah Bulan

Latitude adalah lingkaran-lingkaran sejajar khayal yang mewakili jarak sudut utara dan selatan benda-benda angkasa atau ekuator (garis khayal yang melintas dari timur ke barat yang mengelilingi bagian tengah benda angkasa atau kubah angkasa) benda-benda angkasa. Pada malam hari yang cerah, menghadaplah ke arah utara dan carilah tujuh bintang Big Dipper (lihat Gambar berikut).

Gunakan 5 Jarimu Mengukur

Ikutilah dua bintang dalam mangkuk dipper sampai ke Polaris di atas horizon. Gunakan tanganmu untuk mengukur altitude perkiraan Polaris di atas horizon. Bandingkan altitude Polaris dengan latitude lokasimu pada peta. Ulangilah pengukuran ini dengan latitude yang berbeda atau mintalah temanmu yang tinggal di kota lain untuk melakukan pengukuran yang sama.

Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img