Rabu, Januari 19, 2022

Cara Mengendalikan Hama Wereng

Must Read

Cara mengendalikan hama wereng tanpa membunuh yaitu dengan menggunakan cara bijak tanpa zat kimiawi. Bagaimana caranya? Ikuti petunjuk dalam tulisan ini.

aksiografi.com – Serangga wereng termasuk invertebrata dengan nama Latin disebut Arthropoda Hemiptera family Delphacidae.

Serangga ini biasa menyerang tanaman padi dan menjadi vektor virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Serangga tersebut juga mengakibatkan kerusakan yang hebat pada tanaman padi, sering disebut “kebakaran wereng”, yakni bentuk kerusakan pada sawah seperti membentuk lingkaran yang mula-mula kecil kemudian meluas, akhirnya lingkaran-lingkaran yang telah meluas itu akan saling bertemu.

Wereng coklat ini berkembang biak di pangkal batang, mereka mengisap cairan batang, hingga tanaman akan menjadi menguning dan mati kering. Wereng betina bisa bertelur sampai 500 butir, yang biasanya diletakkan pada urat daun yang utama dalam jumlah sampai 10 butir yang terikat bersama. Perkembangan dari telur sampai dewasa lebih kurang 4 minggu, dan generasi baru akan terbentuk setiap bulan.

Dalam satu padi bisa terbentuk 4-5 generasi. Biasanya yang muda dan dewasa tinggal di bagian bawah tanaman padi, tetapi apabila populasinya menjadi besar sekali yaitu melebihi daripada 500 ekor per rumpun, wereng akan terlihat pada daun atau bagian tanaman sebelah atas. Pada masa mudanya ada 5 tingkatan instar nimfa.

Terdapat 2 bentuk wereng cokelat dewasa yang sayapnya panjang dan bisa terbang (macropters) dan yang sayapnya pendek (brachypters) dan tidak bisa terbang. Yang dewasa yang bersayap dapat terbang jauh dan dapat melintasi laut. Instar nimfa yang terakhir itu makannya lebih rakus daripada yang dewasa, dan yang betina lebih banyak makan daripada yang jantan. Brachypters mulai bertelur lebih awal daripada macropters.

Baca Juga:   Cara Membuat Kalender Satu Bulan Lunar

Gejala- serangan umumnya terjadi pada tanaman padi yang telah dewasa tetapi belum memasuki masa panen. Kadang-kadang juga menyerang pesemaian padi. Tanaman padi yang masih muda yang terserang warna daunnya menjadi kuning, pertumbuhannya menjadi terhambat dan tanaman tetap menjadi kerdil.

Serangan yang hebat akan mengakibatkan tanaman menjadi layu dan mati. Perkembangan akar menjadi terhambat. Wereng cokelat mengeluarkan kotoran embun madu yang biasanya akan ditumbuhi cendawan jelaga, sehingga daun padi berwarna hitam.

Apabila banyak terlihat kotoran putih bekas pergantian kulit nimfa, itu menunjukkan populasi wereng telah tinggi. Wereng secara langsung akan mematikan tanaman tetapi disamping itu juga menyebarkan penyakit virus kerdil rumput, hingga harus betul-betul diperhatikan penanggulangannya begitu gejala serangan wereng muncul.

Pengendalian

Cara mengendalikan hama wereng sebagai berikut:
1. Tanamlah varietas padi yang tahan wereng, misalnya IR 36 dan IR 54.

2. Rotasi tanaman, sesudah. padi tanamlah jenis tanaman lain keluarga, misalnya kedelai, cabai, kubis dan ubi jalar. Kebersihan, tunggul-tunggul jerami harus segera dihilangkan supaya jangan tumbuh , tunas baru sehingga dapat ditempati wereng. Wereng suka keadaan lembap dan terlindung, maka sebaiknya sesudah panen sawah betul-betul dikeringkan atau sebaliknya malah direndam sampai tunggul-tunggul jerami terbenam beberapa hari dalam air sehingga wereng akan banyak yang mati.

3. Jangan terlalu banyak memupuk–dengan pupuk nitrogen, karena pupuk ini akan mendorong populasi wereng menjadi besar. Hal ini mungkin terjadi akibat suburnya tanaman menyebabkan batang padi menjadi lunak dan berair banyak hingga memungkinkan wereng tumbuh subur.

Baca Juga:   Cara Menghitung Sampling Acak dalam Ekosistem Terbuka

4. Wereng cokelat (N. lugens), rupa-rupanya dapat segera menyesuaikan diri dengan tanaman yang resisten (tahan) terhadap serangan wereng ini. Mereka akan segera dapat menurunkan keturunan yang dapat menghancurkan padi yang sebelumnya resisten. Kemampuan ini disebut “biotipe”. Untuk menghindari serangan wereng biotipe 2 dianjurkan untuk tidak, menanam satu jenis tanaman padi yang sama selama beberapa musim tanam berturutturut. Misalnya hanya selalu tanam IR 36 atau IR 38 saja. Sebaiknya segera ganti jenis padi yang lain, misalnya IR 54, IR 64, dan lain-lain.

5. Secara biologis Sejenis tabuhan dari dryinid yakni Digonatopus javanus (Perk.), jenis coccinellid yakni Harmonia octomaculata F dan Micraspis lineata Thnb., serta jenis cendawan Hirsutella sp. merupakan musuh utama wereng cokelat.

6. Secara kimia Penyemprotan dengan bahan kimia kalau tidak hati-hati malah akan menjadikan kekebalan pada wereng, hingga sebaiknya kalau tidak sangat diperlukan jangan menggunakan pestisida supaya keseimbangan alam tetap baik sehingga predator masih bisa tetap hidup hingga mampu mengendalikan populasi wereng. Gunakanlah insektisida berganti-ganti, misalnya: Mipcin 50 WP, Hopcin 50 EC, Bassa 50 EC, Baycarb 50 EC, Dharmabas EC, Kiltop 50 EC, Applaud 10 WP, Furadan 3 G, Curaterr 3 G, Dharmafur 3 G, dan lain-lain. Penyemprotan harus mengenai wereng yang ada di pangkal tanaman padi, karena kalau yang terkena hanya bagian atas dari tanaman padi maka penyemprotan tidak efektif, karena sebagian besar wereng bersembunyi di bagian pangkal tadi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Kapuk Randu sebagai Penanda Musim

Kapuk randu sebagai penanda musim. Pohon kapuk saat buahnya mulai merekah dan siap berjatuhan menjadi penanda akan masuknya Monsun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img