Rabu, Juni 16, 2021

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

Must Read

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.

Aksiografi.com  – Kacang panjang merupakan salah satu komoditas sayuran yang permintaannya tinggi di pasar lokal. Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Kacang panjang ataya Vigna sinensis termasuk dalam family Facaceae. Tanaman ini tumbuh dengan cara melilit atau memanjat. Bagian tanaman yang dijadikan sayur adalah buah yang masih muda dan seratnya lunak.

hidangan sayur kacang panjang
Gambar oleh Jason Goh dari Pixabay

Kacang panjang ialah salah satu sumber protein nabati yang banyak sekali dikonsumsi dari sebagian besar penduduk Indonesia. Ini karena syarat ketinggian daerah yang dapat ditanami dari daerah rendah hingga dataran tinggi atau 0-200 mdl.

Cara menanam jenis sayuran ini terbilang mudah karena dapat ditanam langsung. Namun untuk menghasilkan buah yang banyak sebaiknya melakukan dengan tahapan dengan memperhatikan persyaratan tumbuh.

Ada 7 tahapan dalam membudidayakan kacang panjang sehingga tahan terhadap hama dan memberikan hasil buah yang melimpah. Berikut ulasan teknik budidaya kacang pangjang.

1. Memperhatikan Syarat Tumbuh

Kacang tanah dapat tumbuh pada beberapa jenis tahan, namun jenis tanah yang paling baik adalah jenis tanah regosol, latosol, dan aluvial. Tanaman kacang panjang dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dari 0 – 200 mdl dengan kisaran suhu 18-32 derajat celcius dan kemasaman pH tanah 5,5-6,5.

Jika keasaman tanah rendah sebaiknya menetralkan tanah dengan menggunakan kapur dolomit atau kaptan. Lakukanlah pengapuran empat minggu sebelum benih kacang ditanam.

Waktu tanam Vigna Sinensis, nama latin kacang panjang, sepanjang tahun baik saat musim hujan maupun kemarau.

2. Memilih Benih Kacang Panjang

Memili benih kacang panjang adalah tahapan yang penting. Ada beberapa varietas atau kultivar kacang panjang yang tahan terhadap hama yaitu KP-1 “lokal Bekasi”, KP-2 “Lokal Bogor”. Kedua varietas ini toleran terhadap hama penggerek polong “Maruca testu-lalis” dan penyakit busuk polong “Colletotrichum liridemuthianum”.

Saat memilih benih kacang panjang sebaiknya terbebas dari serangan “Organisme Pengganggu Tumbuhan”. Dalam satu hektar jumlah benih yang dibutuhkan sebanyak 20 kg dengan jarak tanam. kebutuhan benih untuk budidaya kacang panjang per hektar sekitar 20 kg dengan jarak tanam 40 cm antar benih.

3. Pengolahan Tanah dan Pengapuran

Persiapan lahan dengan melakukan pengolahan tanah. Lahan dicangkul sampai gembur dan melakukan pengapuran. Pengapuran dilakukan setelah mengukur ph tanah. Pengapuran dapat menggunakan dolomite atau kaptan sebanyak 1 hingga 1,5 ton per hektar. Pengapuran dilakukan pada waktu pengolahan tanah yakni 3-4 minggu sebelum tanam, setelah itu dibuat bedengan dengan lebar 120 cm.

Baca Juga:   KPPI Belajar Budidaya Mangrove di Sinjai dan Takalar

4. Penanaman

Penanaman budidaya kacang panjang dilakukan dengan membuat lubang tanam dengan tugal sedalam 3-5 cm. Jarak tanam 70 x 30 cm, tiap lubang ditanami 2-3, kemudian ditutup dengan tanah.

Baca Juga:   KPPI Belajar Budidaya Mangrove di Sinjai dan Takalar

5. Pemupukan

Selama persiapan lahan, pengapuran dilakukan dengan menggunakan teknik pemupukan dasar. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik seperti pupuk kandang kuda, kambing atau sapi. Atau menggunakan pupuk hasil fermentasi  dari kombinasi Za, TSP, KCI dan pupuk kandang.

Dalam satu hektar, campurkan 100 kg Za, 100 kg KCI, 150 kg TSP ditambah 1 ton pupuk kandang lalu difermentasi. Setelah melakukan pemupukan dasar maka tahap selanjutnya adalah pemupukan pertama .

Pada usia 10 Hari Setelah Tanam (HST), tanaman membutuhkan 1 kg NHK, 500 gram KNO3 merah, 200 gram Kalsium CNG, dan 100 gram Magnesium Sulfat. Selanjutnya, pemupukan tanaman kedua dilakukan pada usia 20 HST.

Pemupukan kedua, tanaman membutuhkan 2 kg NPK 16, 1 kg KNO2 merah, 250 gram MKP, dan 100 gram Magnesium Sulfat. Selanjutnya pemupukan dilakukan pada usia tanaman 30 HST.

Pemupukan ketiga dilakukan dengan memberikan 2 kg NPK 16, 1 kg KNO3 merah, 250 gram MKP, 500 gram ZK, dan 250 gram Magnesium Sulfat. Selanjutnya pemukukan tahap keempat.

Pada usia tanaman 45 HST, tanaman membutuhkan pupuk dengan dosus sebanyak 3 kg NPK 16, 1 kg KNO3 putih, 250 gram MPK, 500 gram ZX, dan 250 gram Magnesium Sulfat. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap tujuh hari dengan dosis yang sama pada pemupukan keempat.

Pemupukan untuk kebutuhan daun juga dibutuhkan dengan menggunakan pupuk kandungan N, P, K, Ca, dan mikro seimbang. Pemukukan dapat dilakukan sekali seminggu.

6. Pemeliharaan

Pemeliharaan bagian penting dalam teknik budidaya kacang panjang. Beberapa faktor pendulung dalam pemeliharaan tanaman kacang panjang, yaitu:

Penyulaman

Penyulaman dibutuhkan agar menghasilkan tanaman yang seragam. Penyulaman dilakukan saat tanaman berusia 10 HST. Penyulaman pada usia itu bertujuan agar waktu panen dapat dilakukan serentak.

Bibit yang digunakan penyulaman adalah bibit berkualitas baik dengan menggunakan bibit yang sama.

Penyiangan

Rumput yang tumbuh lebat di sekitar bedengan dapat dianggap gulma karena sudah mengganggu pertumbuhan tanaman kacang panjang. Rumput yang tumbuh lebat bisa menjadi inang pembawa virus sehingga tanaman dapat rusak.

Lakukan pencabutan gulma pada waktu yang tepat, yaitu sebelum gulma tumbuh tinggi menyaingi tanaman. Pada saat tanaman berusia tiga minggu. Masa itu adalah masa tanaman berada pada fase kritis.

Penyiangan lakukan secara manual, jangan menggunakan zat kimia karena dapat berbahaya bagi tanaman maupun bagi petani. Cara manual menggunakan alat cangkul dan sabit lebih aman karena tidak mengandung risiko sama sekali.

Baca Juga:   KPPI Belajar Budidaya Mangrove di Sinjai dan Takalar

Pewiwilan

Pewiwilan adalah salah satu cara pemeliharaan tanaman dengan membuang tunas dan daun tua dengan tujuan agat nutrisi yang terserap tanaman terpusat pada batang utama sehingga memberikan kualitas yang baik pada tanaman.

Dengan pewiwilan tanaman tumbuh menjadi kuat dan mengurangi cabang atau tunas yang kurang produktif. Selain itu, pencahayaan dan sirkulasi udara di sekitar tanaman menjadi normal sehingga hama dan bakteri tidak dapat berlindung dari tanaman yang lebat daunnya.

Pewiwilan dilakukan pada tunas awal pertama hingga kelima. Khusus pada musim hujan pewiwilan sering dilakukan karena banyak daun yang tumbuh lebat.

Baca Juga:   KPPI Belajar Budidaya Mangrove di Sinjai dan Takalar

Penyiraman atau Pengairan

Tanaman kacang panjang membutuhkan ari yang cukup untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu tanaman ini tidak boleh terlambat mendapatkan penyiraman atau pengairan.

Penyiraman atau pengairan perlu dilakukan khususnya di musim kemarau. Pada musim kemarau pengairan dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Sementara pada musim hujan, pengairan atau penyiraman dikurangi tergantung pada jumlah debit air huja.

Pengendalian OPT

OPT adalah Organisme Pengganggu Tanaman berupa hama Hama yang menyerang budidaya kacang panjang. OPT diantaranya yaitu lalat bibit Ophiomya phaseol”, ulat tanah agrotis ipsilon Hubn, ulat grayak Spodoptera litura F, kutu daun Aphis craccivora Koch, kutu kebul Bemisia tabaci Genn, ulat penggerek polong Maruca testulalis Gey.

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa jerami, pemanfaatan musuh alami baik parasitoid, predator maupun entomopatogen dan pengendalian kimiawi menggunakan insektisida secara selektif.

Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman kacang panjang adalah bakteri dan jamur yang menyebabkan tanaman menjadi layu. Cara pencegahan jamur dan bakteri tanaman adalah dengan menggunakan obat alami.

7. Panen dan Pascapanen

Usia tanaman kacang panjang adalah 50 hingga 60 hari. Pada masa itu petani dapat memanen setiap minggu selama dua bulan. Usahakan panen dilakukan saat kacang mencapai ukuran maksimal.

sayur kacang panjang
Gambar oleh Nandalal Sarkar dari Pixabay

Panen polong muda jangan sampai terlambat dilakukan karena akan menyebabkan polong berserat dan liat. Lakukan setiap tiga hari. Kacang panjang yang telah dipanen relatif pendek karena tingginya laju respirasi sehingga cepat layu.Oleh karena itu hasil panen kacang panjang sebaiknya langsung bawa ke pasar tradisional yang lebih dekat.

Begitulah teknik budidaya tanaman kacang panjang untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Bagi Anda yang telah membudidayakan kacang panjang dengan teknik ini maka pendapatan mingguan pada dua bulan musim panen itu akan memberikan hasil terbaik.

Sepanjang waktu Anda dapat menghasilkan pendapat harian, jika proses budidaya ini dilakukan setiap minggu sehingga pemanenan juga dilakukan setiap minggu.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img