Pergeseran Tampak Suatu Benda

Must Read

Pergeseran tampak suatu benda disebut paralaks. Ada dua faktor yang mempengaruhi paralaks yaitu jarak dan garis dasar.

aksiografi.com – Ketika pengamat mengubah posisi pengamatannya, benda yang lebih dekat tampak bergerak terhadap benda-benda di belakangnya. Ilmuwan menyebut pergerakan yang tampak ini dengan paralaks. Ahli astronomi menggunakan paralaks untuk mengukur jarak bintang.

Dalam percobaan ini, kamu akan menemukan dua faktor yang mempengaruhi paralaks, yaitu jarak dari sebuah benda dan garis dasar (jarak antara titik-titik pengamatan). Kamu akan mengetahui cara mengukur jarak benda yang dekat dengan menggunakan pergeseran paralaks. Kamu juga akan mengetahui cara mengukur jarak benda-benda angkasa yang sangat jauh. Memulai Percobaan

Tujuan Pembelajaran

Menentukan bagaimana jarak sebuah benda mempengaruhi paralaks.

Bahan-Bahan

pensil

penggaris panjang

kertas karton putih berukuran 55 x 70 cm

isolasi

tali berukuran 2,1 m

tusuk gigi

Cara Kerja

1. Buatlah 27 garis dengan jarak 2,5 cm di atas kertas karton yang sejajar dengan sisi yang pendek. Berilah angka dari kiri ke kanan.

2. Tempelkan kertas karton dengan isolasi di tepi meja sehingga garis- garis tersebut berdiri tegak lurus.

3. Ukurlah tali sepanjang 35 cm. Lekatkan potongan isolasi pada titik ini. Berilah label “1 ” pada potongan tersebut.

4. Dari titik isolasi 1, ukurlah sepanjang 30 cm dan lekatkan potongan isolasi kedua. Berilah label “2”. Ulangi langkah ini empat kali, berilah angka pada potongan isolasi secara berurutan. Harus ada 6 potongan isolasi di atas tali.

5. Letakkan penggaris panjang melebihi bagian tengah kertas sepanjang 15 cm. Lekatkan penggaris pada meja dengan isolasi.

6. Lekatkan tusuk gigi di ujung perpanjangan penggaris, menunjuk ke bawah.

7. Letakkan ujung tali sepanjang 5 cm dekat dengan isolasi 1 di ujung perpanjangan penggaris. Lekatkan tali ke penggaris dengan isolasi. Duduklah di depan tusuk gigi. Bentangkan tali dan sesuaikan posisi dudukmu sehingga label 1 menyentuh hidungmu. Di posisi ini, matamu sejajar dengan tusuk gigi dan kira-kira 0,3 m dari tusuk gigi tersebut.

Pengaruh Tabel Paralaks

Hasil

Paralaks berkurang ketika jarak benda bertambah.

Mengapa?

Masing-masing mata melihat tusuk gigi dari titik yang berbeda. Jarak antar titik disebut garis dasar. Perubahan posisi tampak dari suatu benda ketika dilihat dari dua titik berbeda disebut paralaks. Ketika jarak dari tusuk gigi bertambah, paralaks berkurang. Semakin jauh benda, semakin kecil ukuran paralaksnya.

Cobalah Pendekatan Baru

Bagaimanakah panjang garis dasar mempengaruhi paralaksmu? Lihatlah ke cermin dan ukurlah jarak antarpupil matamu. Ini adalah garis dasar untuk percobaan awal. Buatlah sebuah peneropong dengan garis dasar lebih besar dan lebih kecil daripada garis dasar matamu.

Buatlah garis dengan panjang 12,5 cm) memotong bagian yang paling lebar dari kartu indeks yang berukuran 10×1 5 cm. Buatlah sebuah lubang di setiap ujung garis. Berilah label “I ” pada kedua lubang tersebut. Di tengah-tengah kartu, buatlah dua lubang dengan jarak 2,5 cm dan berilah label “2”.

Ulangi percobaan ini dua kali, pertama dengan melihat melalui dua lubang nomor 1, kemudian melalui dua lubang nomor 2. Untuk melihat melalui lubang, mulailah dengan memegang kartu sehingga tengah kartu sejajar dengan ujung hidungmu. Dengan menahan kartu di posisi tersebut, gerak-gerakkan kepalamu ke kanan dan ke kiri untuk melihat melalui lubang.

Rancanglah Percobaanmu Sendiri

1a. Rancanglah sebuah percobaan untuk memperagakan bagaimana pengaruh paralaks digunakan untuk mengukur jarak (cf) ke benda yang dekat. Caranya adalah dengan menggunakan garis dasar yang belum ditentukan dan mengukur pergeseran paralaks. Kemudian tentukan jarak ke benda dengan menggunakan persamaan berikut. = 57,3° (jarak garis dasar : pergeseran paralaks) Catatan: Persamaan ini menghasilkan angka tanpa satuan ukuran. Bil a hasil pengukuran suatu sudut tidak mempunyai satuan, sudut dinyatakan aalam radian. Untuk menyatakan sudut dalam derajat, maka digunakan konversi 57,3 per I radian. Berilah tanda pada dua titik di tanah dengan jarak 3 m dan kira-kira 30 langkah dari sebuah pohon. Berilah label “A ” dan “B” . Berdirilah di titik A dan gunakan cross-staff untuk mengukur pemisahan sudut antara pohon dan suatu benda di kejauhan misal tiang telepon. (Lihat Bab 2 untuk keterangan yang lebih jelas tentang pemisahan sudut dan cara penggunaan cross-staff.) Catatan: Benda di kejauhan yangjauh (tiang telepon) seharusnya 10 kali lebih jauh daripada benda yang dekat (pohon) yang jaraknya telah diukur. Berpindahlah ke titik B dan lakukan pengukuran yang lainnya (lihat Gambar 28.2). Sebagai contoh, jika pemisahan sudut dinyatakan 5° dari titik A dan 5° dari titik B, maka pergeseran paralaks sama dengan hasil penjumlahannya, atau 10°. Jarak ke pohon dihitung sebagai berikut.

d = 57,3° (3 m : 10°)

= 17,2 m

b. Gunakan meteran tali untuk mengukur jarak ke pohon. Kemudian gunakan metode di Lampiran 2 untuk menentukan kesalahan nisbi pengukuranmu. Ini akan memberimu petunjuk tentang keakuratan cross-staff’yang kamu gunakan.

2. Buatlah diagram pergeseran paralaks bintang dengan menggunakan diameter orbit Bumi sebagai garis dasarnya. Untuk keterangan dan juga untuk mendapatkan percobaan-percobaan paralaks lainnya, lihat buku berjudul A + Projects in Earth Science, karangan Janice VanCleave (New York: Wiley, 1999), hal. 43-50. (Tersedia dalam edisi bahasa Indonesia berjudul A+ Proyek-Proyek Ilmu Bumi diterbitkan oleh Penerbit Pakar Raya, Bandung.)

Cari Faktanya

Metode paralaks tidak dapat mengukur jarak sebagian besar bintang karena letaknya yang sangat jauh. Oleh karena itu, para ahli astronomi menggunakan fotometer (pengukur sinar), Cepheids (bintang berkedip), dan, untuk bintang- bintang di galaksi yang terpencil, mereka menggunakan suatu sistem yang disebut pergeseran merah. Untuk keterangan tentang bagaimana metode- metode ini digunakan untuk menghitung jarak bintang, lihat buku berjudul Night Watch: A Practical Guide to Viewing the Universe, karangan Terence Dickinson (Willowdale, Ontario: Firefly Books, 1998), hal. 89.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

Pohon Tin adalah Pohon Tertua dalam Sejarah Kemanusiaan

Pohon tin adalah pohon tertua dalam sejarah kemanusiaan. Buah ini juga menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran dan dijadikan sumpah Allah
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img