Minggu, Desember 5, 2021

Penyebab Fase Bulan Mati, Bagaimana Menentukannya?

Must Read

Penyebab fase bulan mati, bagaimana menentukannya. Caranya mudah. Kita hanya butuh tanah liat, pensil, dan senter sebagai bahan uji coba di Sekolah Alam. Ikuti langkah-langkah dan penjelasannya.

aksiografi.com – Materi pelajaran astronomi sebelumnya kita telah membahas model posisi venus terhadap Bumi. Materi Sekolah Alam saat ini yaitu melakukan pengamatan Bulan. Ketika terlihat dari Bumi, perubahan-perubahan tampak bentuk Bulan disebut fase-fase Bulan. Siklus lengkap fase-fase Bulan memerlukan waktu kira- kira 29 1/2 hari. Para ahli astronaut kuno telah mengamati Fase-fase tersebut tetapi mereka tidak memahaminya.

Fase bulan merupakan bentuk bulan yang selalu berubah-ubah berdasarkan posisinya terlihat dari bumi. Fase bulan disebut juga dengan aspek bulan yang terdiri atas:

Dalam bahasa Arab, bulan disebut hilal. Berikut beberapa fase-fase bulan atau hilal, yaitu:

1. Bulan Sabit Awal (Waxing Crescent)

Cahaya bulan nampak dari bumi merupakan pantulan sinar matahasi yang menyinari permukaan bulan yang terlihat putih keabu-abuan. Kata sabit ini mengacu pada fase saat bulan terlihat kurang dari setengahnya. Bulan sabit atau waxing crescent semakin terang setelah fase bulan baru (new moon) di mana sinar matahari semakin menerangi bulan yang terlihat dari bumi.

2. Kuartal Pertama (First Quarter)

Fase bulan kuartal pertama atau fase setengah bulan terjadi ketika bulan berada pada sudut 90 derajat antara bumi dan matahari. Penampakan bulan terlihat dari bumi setengah terang dan setengah bulan dalam bayangan.

3. Bulan Cembung Awal (Waxing Gibbous)

Bulan cembung awal atau waxing gibbous ini hampir seluruh bagian bulan terlihat kecuali sebagian kecil yang agak keabu-abuan pada sisi kiri. Itu karena sisi kiri bulan tidak mendapat sinar matahari. Penampakan bulan pada fase ini mulai nampak indah.

4. Bulan Purnama (Full Moon)

Bulan nampak dari bumi terlihat sangat indah karena terlihat sempurna bulat. Pada posisi ini bulan berada sejajar dengan matahari namun berlawanan dari bumi sehingga seluruh bagian bulan yang diterangi matahari menghadap ke bumi bagian yang tidak diterangi tersembunyi sepenuhnya.

Kedudukan bulan pada saat purnama pada oposisi atau berlawanan arah dengan matahari sehingga tampak terlihat dari bumi. Bulan terbit pada saat matahari terbenam dan sebaliknya bulan terbenam saat matahari terbit.

5. Bulan Cembung Akhir (Wanning Gibbous)

Bulan cembung akhir atau wanning gibbous seperti bulan cembung pada fase waxing gibbous yang terlihat hampir sepenuhnya tersinari matahari. Hanya saja bedanya yang tidak tersinari matahari pada bagian sisi kanan bulan.

Baca Juga:   Cara Menentukan Efektivitas Pengawet Makanan

6. Kuartal Ketiga (Third Quarter)

Fasebu bulan kuartal ketiga atau third quarter seperti pada fase kuartal pertama hanya sebagian setengah bulan saja yang nampak. Ini terjadi ketika bulan berada pada sudur 90 derajat antara bumi dan matahari. Bedanya dengan kuartal pertama yang terlihat adalah posisi yang berlawanan dengan kuartal ketiga.

7. Bulan Sabit Akhir (wanning crescent)

Bulan sabi akhir atau wanning crescent mirip dengan bulan sabit awal di mana bulan hanya terlihat kurang dari setengahnya. Bedanya sinar bulan semakin memudar di mana sinar matahari semakin menjauh.

8. Bulan Baru (New Moon)

Bulan baru atau new moon terjadi ketika bulan berada antara bumi dan matahari. Ketiga benda angkasa ini berada dalam posisi sejajar. Dalam istilah lain bulan menjadi konjungsi antara matahari dan bumi atau sebagai ‘jembatan’ yang berada di tengah-tengah.

Seluruh bagian bulan yang diterangi ada di sisi belakang bulan. Kita tidak dapat melihat bulan pada sisi belakangnya karena bulan nampak dari bumi tidak tersinari matahari.

Posisi ini memungkinkan terjadinya gerahana bulan karena posisinya berada di tengah sehingga bulan memungkinkan tidak terlihat sama sekali dari bumi.

Dalam percobaan ini, kita akan menentukan apa yang menyebabkan Bulan mempunyai fase yang berbeda-beda. Kita akan meneliti tingkat perubahan harian selama bulan sinodik, yaitu waktu antara dua bulan mati berturutan. Kita juga akan meneliti waktu muncul dan terbenamnya bulan setiap hari.

Tujuan Pembelajaran

Sekolah Alam kali ini bertujuan untuk menentukan penyebab fase Bulan mati.

Bahan-Bahan

  • tanah liat seukuran buah kenari
  • pensil
  • senter
Penyebab Fase Bulan Mati

Cara kerja Penyebab Fase Bulan Mati

1. Bentuklah tanah liat menjadi bola dan tancapkan pada ujung pensil. Bola tanah liat itu adalah model Bulan.

2. Di ruang yang gelap, peganglah senter sesuai panjang tanganmu dan arahkan sinarnya ke wajahmu.

3. Peganglah model Bulan di pertengahan antara kamu dan sentermu; posisikan model Bulan sejajar dengan bola, senter dan sedikit di atasnya (lihat Gambar di samping ini).

4. Amati permukaan bola tanah liat.

Hasil

Praktek penentuan penyebab fase bulan mati berhasil. Cahaya senter sangat terang dan permukaan bola sulit terlihat.

Baca Juga:   Cara Mengawetkan Tumbuhan dengan Baik

Mengapa?

Bulan bersinar karena Bulan memantulkan cahaya Matahari. Itu karena sisi Bulan yang menghadap ke Matahari selalu mendapat cahaya Matahari. Sisi yang jauh dari Matahari selalu gelap. Ketika Bulan mengorbit Bumi, pengamat di Bumi melihat bagian-bagian yang berbeda dari Bulan. Penampakan permukaan terang Bulan yang menghadap ke Bumi adalah fase Bulan. Orbit Bulan berada pada sudut kira- kira 5° menuju ekliptik (bidang orbit Bumi). Jadi ketika terlihat dari Bumi, Bulan biasanya tampak melintas di atas atau di bawah cakram Matahari. Ketika Bulan berada di dekat Matahari, sisi yang menghadap ke Bumi tidak bersinar. Fase ini adalah sebagai bulan mati. Bulan mati terbit bersama Matahari di timur dan terbenam bersama Matahari di barat.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan praktek cara menentukan penyebab fase bulan mati, selanjutnya kita akan melanjutkan pengujian dengan pendekatan baru.

1. Kira-kira satu minggu sebelum bulan mati, Bulan telah bergerak kira-kira sepertiga jalan mengelilingi Bumi. Di posisi ini, setengah sisi Bulan yang menghadap ke Bumi mendapat sinar. Karena sisi yang terang ini sama dengan kira-kira seperempat permukaan Bulan seluruhnya, sehingga fase ini bernama kuartal pertama. Kuartal pertama karena Bulan berada di seperempat jalan melintasi lingkaran orbitnya. Peragakan fase ini dengan memegang model Bulan di sebelah kirimu. Arahkan cahaya senter secara langsung ke arah model.

2. Setelah kira-kira dua minggu, Bulan berada di sisi yang berlawanan dengan sisi Bumi dari Matahari. Sisi yang menghadap ke Bumi terang seluruhnya. Fase ini bernama bulan penuh. Peragakan bulan penuh dengan memegang model Bulan di belakangmu dan menyinarinya secara langsung.

3. Kuartal ketiga terjadi kira-kira di awal minggu keempat, yaitu tiga perempat jalan melintasi lingkaran orbit bulan. Bagian yang terang berlawanan dengan bagian yang terang di kuartal pertama. Tunjukkan ini dengan memegang model Bulan di tangan kananmu dan arahkan cahaya dari kiri.

Petunjuk untuk Lomba dan Pameran Sains

Buatlah gambar posisi Bumi, Matahari, dan Bulan selama menjalani fase-fasenya sebagaimana pada Gambar di bawah ini. Tambahkan tabel Data Bulan yang menunjukkan penampakan Bulan di setiap fase.

Penyebab Fase Bulan Mati

Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img