Minggu, Juli 25, 2021

Model Pembentukan Kawah Bulan

Must Read

Model pembentukan kawah bulan seperti Galileo saat melakukan pengamatan pertama kali. Ia melihat daerah gelap dan rata yang ia namakan maria.

aksiografi.com – Permukaan Bumi selalu berubah, tetapi permukaan Bulan kelihatannya masih seperti dulu ketika Galileo pertama kali mengarahkan teleskopnya ke permukaan tersebut sekitar 400 tahun yang lalu. Bulan juga memiliki perubahan penampakan yang disebut fase-fase Bulan. Fase-fase tersebut telah diamati oleh para ahli astronomi kuno tetapi mereka tidak memahaminya.

Mengapa permukaan Bulan belum berubah? Bulan tidak mempunyai atmosfer, sehingga angin tidak akan mengikis permukaannya. Bulan tidak mempunyai sungai dan tidak pernah turun hujan, sehingga air yang bergerak tidak dapat mengikis bentang darat.

Akibatnya, kawah-kawah (lubang sangat besar akibat tubrukan meteor) yang terbentuk jutaan tahun yang lalu tidak pernah berubah sampai sekarang. Galileo melihat daerah gelap dan rata yang ia namakan maria (bentuk tunggal, mare), yang artinya “lautan”. Kini , kita tahu bahwa maria yang ditemukan Galileo sebenarnya adalah kawah-kawah yang sangat besar yang dahulu terisi dengan lava yang mengeras.

Dalam percobaan ini, kita akan membuat model kawah yang terbentuk karena tubrukan untuk melihat bagaimana ukuran benda mempengaruhi ukuran kawah. Kita akan mempelajari bagaimana cara memetakan permukaan Bulan, dan kita akan meneliti sejarah pemetaan Bulan. Kita juga akan mencari tahu komposisi maria dan daerah permukaan yang lebih terang, yang disebut dataran tinggi.

Tujuan Pembelajaran

Membuat model pembentukan kawah.

Bahan-Bahan

  • mangkuk kertas
  • tepung gips
  • air leding
  • tongkat pengaduk
  • 2 lembar kertas koran atau lebih
  • batu seukuran bola golf
  • vaselin

Cara Kerja Pembentukan Kawah Bulan

Model Pembentukan Kawah Bulan

1. Isilah mangkuk dengan tepung gips.

Baca Juga:   Penyebab Fase Bulan Mati, Bagaimana Menentukannya?

2. Secara perlahan, tambahkan air dan aduk dengan tongkat pengaduk sampai menjadi campuran yang menyerupai adonan kental. Adonan tersebut jangan sampai pecah jika kamu melubanginya dengan tongkat pengaduk. Catatan: Buanglah tongkat pengaduknya di tempat sampah. Jangan mencuci sisa adonan gips di pipa saluran karena akan menyumbat pipa.

Baca Juga:   Mengapa Diameter Kutub Berbeda dengan Ekuator Bumi

3. Letakkan koran di lantai. Letakkan mangkuk di tengah-tengah koran.

4. Olesi batu dengan lapisan tebal vaselin.

5. Dengan berdiri sambil memegang batu setinggi dadamu di atas tengah- tengah mangkuk, jatuhkan batu (lihat Gambar di samping).

6. Dengan hati-hati, ambillah batu dari adonan, usahakan tidak merusak kawah.

7. Biarkan gips mengeras. Simpan mangkuk untuk pameran.

Hasil

Praktek cara membuat model kawah bulan berhasil. Batu mendesak kapur menjauhi titik tubrukan. Sebuah gundukan terbentuk mengelilingi tepi kawah.

Mengapa Bulan Dipenuhi Kawah

Permukaan Bulan dipenuhi oleh kawah. Kawah adalah cekungan berbentuk bundar dengan berbagai ukuran. Kawah besar dengan diameter beberapa mil (km) disebut lembah. Sebagian kawah-kawah terkecil, dengan ukuran 10 sampai 20 mikron (1 mikron sama dengan satu juta meter) telah ditemukan tergores di atas bebatuan yang berbentuk kristal yang dibawa pulang dari Bulan ke Bumi oleh para astronot Apollo.

Sebagian besar kawah adalah kawah tubrukan yang disebabkan oleh tubrukan benda-benda keras. Baik kawah besar dan kecil terbentuk ketika meteorit menghantam permukaan Bulan. Ketika berada di orbit yang mendekati Matahari, benda- benda padat dari angkasa ini disebut meteoroid. Ketika meteoroid menghantam permukaan sebuah benda angkasa, meteoroid disebut meteorit. Karena Bulan tidak mempunyai atmosfer, setiap benda yang menghantamnya bertubrukan dengan kecepatan penuh.

Baca Juga:   Cara Membuat Model Sonar untuk Mengukur Samudra

Dalam percobaan ini, kamu mengambil batunya sehingga kamu dapat mengamati kawah tubrukan. Akan tetapi di Bulan, tubrukan berkecepatan tinggi dari meteorit-meteorit yang lebih besar menghasilkan ledakan. Ledakan ini menyebabkan panas yang sangat hebat, yang menguapkan (mengubah ke bentuk gas) sebagian besar meteorit dan baiikan sebagian material-material bulan, sehingga meninggalkan kawah yang berbentuk mangkuk.

Benda-benda kecil yang menghantam dengan kekuatan yang lebih sedikit hanya mendesak material-material permukaan ke samping, sama seperti kasus dalam percobaan ini. Untuk kawah-kawah kecil, jika semua reruntuhan dan dinding-dinding kawah dikembalikan ke dalam lubang, maka lubang itu akan penuh lagi.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan praktek cara membuat model kawah bulan, selanjutnya kita akan melakukan pengujian dengan pendekatan baru, sebagai berikut:

Baca Juga:   Cara Menghitung Garis Tengah Bulan

1. Bagaimana ukuran meteoroid mempengaruhi ukuran kawah? Telitilah ini dengan menggunakan batu yang lebih besar dan berat. Petunjuk untuk Lomba dan Pameran Sains: Tunjukkan dua mangkuk dengan model kawahnya dan dua batu untuk menggambarkan benda yang jatuh.

2. Bagaimanakah kecepatan sebuah meteoroid mempengaruhi ukuran kawah? Telitilah ini dengan membandingkan kawah yang terbentuk ketika batu dijatuhkan dengan kawah yang terbentuk ketika batu dilemparkan dengan kecepatan yang lebih besar. (Lakukan percobaan ini di luar rumah karena mungkin akan ada bahan-bahan yang berhamburan.)

3. Apa pengaruh sudut tubrukan terhadap kawah? Ulangi percobaan awal dengan melemparkan batu lurus ke bawah, kemudian lemparkan batu pada berbagai sudut. Bandingkan ciri-ciri kawah yang dihasilkan. (Sekali lagi, percobaan ini harus dilakukan di luar rumah.)

Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img