Meramal Cuaca itu Gampang

Meramal cuaca itu gampang, cukup amati proses kimiawi. Rencanamu untuk keluar rumah atau tinggal di rumah bergantung hasil ramalan cuacamu. Jika ramalanmu gagal, kamu akan basah kuyup, jika berhasil kamu sediakan payung sebelum hujan.

aksiografi.com – Ramalan cuaca sangat penting dalam kehidupan kita. Rencanamu hari ini, apakah keluar rumah atau tinggal di rumah, keluar dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat? Perencanaan, kemungkinan, ditentukan oleh ramalan cuaca dari Badan Meteorologi.

Sebelum membuat prakiraan cuaca, seorang ahli meteorologi harus memahami betul tentang apa yang menyebabkan dan memengaruhi kondisi cuaca. Jika tidak memahaminya maka ia hanyalah peramal seperti para dukung yang meramalkan nasib seseorang.

Dalam percobaan ini, kita akan mempelajari beberapa kejadian cuaca dan menentukan sifat kimianya masing-masing sehingga kita bisa memprediksi atau meramal cuaca. Sebagai contoh, awan adalah salah satu keajaiban alam.

Dalam percobaan pertama ini, kita akan menemukan misteri pembentukan dan hilangnya awan. Kita juga, akan melihat perubahan energi dan fase dalam pembentukan embun dan frost (kristal es). Hukum yang menentukan bagaimana perubahan gas akan digunakan untuk menjelaskan beberapa kondisi cuaca.

Memulai Percobaan Ramalan Cuaca

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan penyebab pembentukan dan pemecahan awan.

Cara Kerja

1. Cucilah bagian dalam botol soda dengan air.

2. Keluarkan airnya, dan sisakan sebagian airnya menutupi dasar botol.

3. Hidupkan lilin dan biarkan menyala selama 30 detik.

4. Tiuplah lilin, kemudian masukkan sumbu yang masih berasap ke dalam botol sehingga asapnya terperangkap dalam botol.

5. Masukkan ujung pipa plastik sepanjang 10 cm melalui tengah-tengah mulut botol.

6. Tutuplah mulut botol dengan tanah liat mengelilingi pipa plastik.

7. Susunlah buku di atas meja di dekat dinding.

8. Letakkan botol di atas susunan buku, kemudian letakkan lampu di belakang botol sehingga menerangi botol, tetapi tidak menyorot langsung ke matamu.

9. Rekatkan kertas hitam di dinding di belakang botol (lihat Gambar berikut).

alat uji coba ramalan cuaca
Gambar 1. Peralatan sederhana dalam praktek uji coba

20. Tiuplah keras-keras ujung pipa plastik.

21. Bengkokkan ujung pipa plastik dan tekan kuat-kuat.

22. Amati isi botol.

23. Lepaslah pipa plastik dengan cepat, kemudian segera amati isi botol.

24. Ulangi dengan meniup dan melepas pipa plastik.

Hasil

Isi botol tampak jernih ketika botol ditiup. Akan tetapi, dengan melepaskan pipa plastik, awan di dalam botol akan muncul. Hasil uji coba ini telah memperlihatkan bahwa meramal cuaca itu gampang. Pada percobaan berikutnya kita akan melakukan pengujian kelembapan secara higroskopis.

Mengapa?

Molekul dalam bentuk cair secara terus-menerus bergerak dan saling memantul. Ketika suatu molekul cair mendapatkan cukup energi untuk memisahkan diri dari keterikatan dengan molekul lain, molekul tersebut lepas dalam bentuk uap ke ruangan di atas cairan.

Proses ini, yaitu cair menjadi uap disebut evaporasi dan semakin cepat dengan meningkatnya suhu. Kondensasi (uap menjadi cair) adalah proses kebalikan dari evaporasi, dan proses ini semakin cepat ketika suhu menurun.

Dalam percobaan ini, ketika udara dimasukkan ke dalam botol, peningkatan tekanan menyebabkan peningkatan suhu sehingga semakin banyak molekul uap air yang tidak terlihat terbentuk. Ketika udara keluar, tekanan di dalam botol menurun menyebabkan isi botol menjadi dingin sehingga uap air berubah kembali menjadi cairan.

Perubahan ini terjadi dengan cepat. Titik-titik air terbentuk ketika molekul air berkondensasi dan melekat pada partikel-partikel asap. Titik-titik air tersebut cukup besar untuk menyebarkan cahaya sehingga botol terlihat berawan. Awan akan terurai ketika molekul air menguap. Partikel asap terlalu kecil untuk dapat menyebarkan cahaya sehingga botol terlihat jernih.

Cobalah Pendekatan Baru

Meramal cuaca itu gampang. Nah, sekarang kita lakukan pendekatan baru untuk memastikan bahwa meramal cuaca itu gampang. Apakah partikel-partikel di udara penting untuk pembentukan awan? Ulangi percobaan, hilangkan langkah memasukkan asap.

Petunjuk untuk Lomba Karya Ilmiah

Gunakan diagram untuk membandingkan hasil percobaan ini dengan percobaan semula. Apakah jumlah air berpengaruh pada hasil? Ulangi percobaan ini dua kali. Pertama menggunakan botol kering, kemudian kedua menggunakan air sebanyak dua kali lipat dari percobaan aslinya.