Rabu, Juni 16, 2021

Mengapa Diameter Kutub Berbeda dengan Ekuator Bumi

Must Read

Mengapa diameter kutub berbeda dengan ekuator Bumi? Apakah memiliki hubungan adanya pengaruh rotasi Bumi terhadap diameter kutub serta ekuator Bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Ikuti praktek Sekolah Alam berikut ini.

aksiografi.com – Zaman dahulu, orang-orang percaya bahwa Bumi itu datar. Seorang ahli filsafat dan matematika asal Yunani, Pythagoras (580-500 SM) mungkin adalah orang pertama yang menganggap Bumi itu bulat. Namun di zaman modern saat ini pun orang mulai kembali mempertanyakan benarkan Bumi itu bulat. Namun kita belum membahas tentang perbedaan diameter kutub dengan ekuator Bumi berdasarkan Bumi Datar.

Orang-orang mencemooh pendapat bahwa Bumi itu bulat sampai 350 SM, ketika Aristoteles menyatakan 6 alasan untuk mempercayainya. Perjalanan ke luar angkasa dan peralatan yang lebih akurat lainnya menunjukkan bahwa Bumi tidaklah benar-benar bulat melainkan sferoid pepat.

Bagian kutub-kutub Bumi lebih datar dibandingkan ekuatomya. Dalam percobaan ini, kamu akan mengetahui pengaruh rotasi Bumi terhadap diameter kutub serta ekuator Bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Kamu juga akan menentukan pengaruh periode rotasi (waktu yang diperlukan untuk membuat satu putaran), berat jenis (massa per volume), kecepatan rotasi terhadap benda-benda yang berputar.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam ini bertujuan untuk menentukan mengapa diameter kutub berbeda dengan ekuator Bumi.

Bahan-Bahan

  • penggaris
  • pensil
  • gunting
  • kertas HVS
  • bolpoin berujung runcing
  • isolasi transparan
  • pelubang kertas satu lubang
  • tongkat berdiameter 0,63 cm, panjang 30 cm
  • spidol berujung runcing

Cara Kerja

1. Buatlah dua persegi panjang berukuran 2,5 x 17,5 cm dari kertas HV S dan potonglah.

2. Gunakan bolpoin untuk membuat tiga buah titik pada setiap persegi panjang dengan jarak 1,2 cm, 8,75 cm, dan 16,25 cm dari salah satu ujungnya.

3. Gunakan bolpoin untuk memberi keterangan titik-titik pada salah satu persegi panjang dengan “B” , “C” , dan “A” . Berilah keterangan titik- titik pada persegi panjang yang lain dengan “A” , “D” , dan “B”.

Baca Juga:   Orbit Benda Angkasa itu Bulat, Benarkah?
Baca Juga:   Pengaruh Sudut Gaya Tolak Magnet

4. Gabungkan ujung-ujung persegi panjang tersebut sehingga huruf A-nya saling menumpuk kemudian lekatkanlah dengan menggunakan isolasi.

Mengapa Diameter Kutub Berbeda

5. Setelah itu, buatlah menjadi sebuah lingkaran dengan huruf B yang saling menumpuk.

6. Buatlah lubang pada titik A dan B. Perbesarlah kedua lubangnya sehingga cukup besar untuk dimasuki tongkat.

7. Doronglah tongkat melalui lubang B dan kemudian lubang A (lihat Gambar di samping).

8. Aturlah lingkaran tersebut sehingga membentuk lingkaran yang sempurna dengan mengatur jarak lubang A kira-kira 2,5 cm dari ujung tongkat. Lekatkanlah lingkaran tersebut pada tongkat tepat di titik A .

9. Gunakan spidol untuk memberi tanda titik lubang B menyentuh tongkatnya.

10. Ukurlah jarak antara titik A dan titik B serta antara titik C dan titik D. Catatlah jarak-jarak ini sebagai Z), pada kolom 2 Tabel Data Diameter Kutub/Ekuator seperti Tabel di bawah ini.

Mengapa Diameter Kutub Berbeda

11. Peganglah tongkat di antara kedua telapak tanganmu di bawah lubang B dan gerakkan tanganmu ke depan dan ke belakang secepat yang kamu bisa (lihat Gambar berikut). Ketika tongkat berputar, mintalah temanmu untuk menghentikan gerakannya dengan menangkap tongkat tepat di bawah lubang B.

Mengapa Diameter Kutub Berbeda

12. Sementara temanmu memegang tongkatnya, ulangilah langkah 10, dan catatlah hasilnya sebagai dalam kolom 3 tabel data.

13. Tentukan perubahan diameter yang dibuat rotasi dengan menggunakan persamaan berikut ini.

ΔD = D2D1

Tanda selisih dalam diameter menunjukkan apakah perubahannya naik (+) atau turun (-). Tulislah dalam ΔD dalam kolom 4 tabel Data.

Hasil Diameter Kutub Berbeda dengan Ekuator

Hasil prakter tentang Mengapa diameter kutub berbeda dengan ekuator Bumi telah terjawab. Saat lingkaran sedang berputar, titik B akan naik. Diameter kutub antara titik A dan B turun. Diameter ekuator antara titik C dan D meningkat.

Baca Juga:   Cara Menentukan Fungsi Tingkap Peralatan Optik

Mengapa?

Gaya sentrifugal menyebabkan sebuah objek yang sedang berputar mengelilingi sebuah pusat bergerak ke luar dari pusatnya. Gaya ini menyebabkan titik B naik ke arah titik A . Bentuk sebenarnya dari lingkaran ini adalah bulat utuh. Akan tetapi, setelah diputar, bagian-kutub-kutubnya (titik A dan B) akan menjadi rata dan bagian ekuatomya (titik C dan D) akan menonjol sehingga menjadi sferoid pepat.

Seperti halnya lingkaran kertas, Bumi berputar mengelilingi sumbu (garis imaginer utara ke selatan yang melalui pusat sebuah benda angkasa yang berputar) antara Kutub Utara dan Kutub Selatannya. Gaya sentrifugal menyebabkan Bumi merata pada bagian kutubnya dan menonjol pada bagian ekuatomya. Maka, diameter ekuator Bumi melebihi diameter kutubnya.

Baca Juga:   Menentukan Pengaruh Jarak Periode Orbit Planet

Para astronom menamakan perbedaan antara diameter ekuator dan kutub sebagai kepepatan juga disebut eliptisitas planet. Semakin beser perbedaan antara diameternya, maka planet tersebut akan semakin pepat atau berbentuk elips. Jadi, eliptisitas berarti perataan sebuah benda bulat yang biasanya disebabkan oleh rotasi.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan praktek dengan menjapa pertanyaan ‘Mengapa diameter kutub berbeda dengan ekuator Bumi?’, maka kita akan melanjutkan dengan menggunakan pendekatan baru. Periode rotasi sebuah planet adalah waktu yang diperlukan planet tersebut untuk melakukan satu kali putaran pada sumbunya.

Bagaimana periode rotasi mempengaruhi eliptisitas? Gunakan model yang sudah kamu buat dan ulangi langkah 11 sampai 13, dengan menggerakkan tanganmu secara perlahan. Gunakan hasilnya dan periode rotasi pada Lampiran tabel di bawah (Fakta-Fakta dan Angka-Angka Planet) untuk menjelaskan mengapa Bumi mempunyai eliptisitas minor sedangkan Merkurius dan Venus mempunyai sedikit, bahkan tanpa eliptisitas.

Tabel: Fakta-Fakta dan Angka-Angka

Benda-Benda AngkasaDiameter, mil (km)Berat Jenis Rata-Rata g/mlAlbedoAphelion atau Jarak Terjauh dari Matahari, dalam juta mil (juta km)Perhelion atau Jarak Terdekat dari Matahari, dalam juta mil (juta km)Jarak Rata-Rata dari Matahari dalam juta mil (juta km)Masa Rotasi dalam jam
Merkurius3.047 (4.878)5,40,144 (70)29 (46)36 )58)1.407,5
Venus7.562 (12.100)5,30,7668 (109)67 (107)68 (1085.832
Bumi7.973 (12.757)5,50,3995 (152)92 (147)93 (149)24
Mars4.247 (6.796)3,90,16156 (249)129 (207)143 (228)24,6
Yupiter89.875 (143.800)1,30,52510 (816)463 (714)486 (7789,8
Saturnus75.412 (120.660)0,70,61942 (1.507)842 (1.347)892 (1,427)10,2
Uranus31.946 (51.118)1,20,351.875 (3.000)1.712 (2.740)1.794 (2.870)15,2
Neptunus30.937 (49.500)1,70,352.838 (4.540)2.782 (4.452)2.810 (4.497)16
Pluto1.434 (2.294)2,00,54.604 7.366)2.771 (4.434)3.688 (5.900)153

Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img