Mengapa Ada yang Lebih Basah

Mengapa ada yang lebih basah ketimbang yang lain? Pertanyaan ini akan terjawab dengan dua gaya pada air yaitu kohesi dan adhesi.

aksiografi.com – Kondisi suatu benda menjadi lebih basah ketimbang benda lainnya itu karena selalu ada dua gaya yang berbeda pada air yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi pada air menjadi gaya tarik-menarik antara molekul air sedangkan adhesi adalah gaya tarik antar molekul yang berbeda.

Pada percobaan ini kita akan mempelajari mengapa ada benda lain lebih basah dari benda lainnya, apa yang menyebabkannya? Kita juga akan mempelajari apakah deterjen cair meningkatkan kemampuan air dalam membasahi. Kita juga akan mempelajari mengapa cairan pencuci piring dapat menghilangkan noda.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran ini adalah untuk mengetahui mengapa beberapa bahan menjadi lebih basah daripada yang lain?

Bahan-Bahan

gelas minum

minyak goreng cair

penitis mata

air

Cara Kerja

1. Balikkan gelas minum di atas meja.

2. Gosokkan setetes minyak pada salah satu separuh permukaan bawah kaca.

3. Isi pipet dengan air.

4. Pegang ujung pipet sekitar 2 inci (5 cm) di atas bagian bawah kaca yang tidak ada minyak dan balik.

5. Biarkan hanya satu tetes air jatuh ke kaca.

Mengapa Ada yang Lebih Basah

6. Mengamati dan mencatat bentuk tetesan air. Buatlah gambar sebagai bagian dari deskripsi bentuk tetesan.

7. Peras satu tetes air dari pipet ke permukaan yang sudah diberi minyak.

8. Mengamati dan mencatat bentuk tetesan air.

Mengapa Ada yang Lebih Basah

Hasil

Tetesan air menyebar dan merata di permukaan kaca yang bersih. Tetesan air di permukaan yang telah diberi minyak lebih berbentuk bola, seperti bola.

Mengapa?

Bentuk tetesan air disebabkan oleh dua gaya yang berbeda yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi adalah gaya tarik-menarik antara molekul air. Molekul air menarik satu sama lain, dan gaya kohesif ini membuat tetesan cairan berbentuk bola atau seperti bola. Adhesi adalah gaya tarik antar molekul yang berbeda.

Kaca sangat menarik molekul air, dan gaya perekat inilah yang menyebabkan tetesan air menjadi rata dan menyebar. Air dikatakan ”membasahi” suatu permukaan jika menyebar pada material. Semakin banyak air menyebar, semakin banyak air yang membasahi permukaan.

Kemampuan membasahi air bergantung pada gaya rekat antara molekul permukaan dan air Molekul adhesi antara permukaan berminyak dan molekul air sangat kecil sehingga setetes air pada permukaan berminyak mempertahankan bentuknya yang agak bulat.

Coba Pendekatan Baru

1. Apakah deterjen cair meningkatkan kemampuan membasahi air? Tambahkan deterjen cucian dalam jumlah yang berbeda-beda ke air di pipet, dan ulangi percobaan. Cobalah berbagai merek deterjen cucian, dan bandingkan kemampuannya dalam membasahi.

2. Cairan pencuci piring seperti pada iklan memiliki kemampuan untuk membersihkan piring tanpa meninggalkan noda. Cari tahu apa yang mereka lakukan pada air yang dapat menghasilkan hasil “tanpa noda” ini. Ulangi percobaan dengan menambahkan cairan pencuci piring ke air di pipet.

Petunjuk Pameran Sains

Hasil perbandingan ini Anda dapat pamerkan sebagai bagian dari tampilan.

Rancanglah Percobaanmu Sendiri

Bahan apa yang paling baik “membasahi” air? Peras tetesan air ke berbagai bahan seperti aluminium foil, handuk kertas, kain, kertas lilin, kertas tulis, koran, dan sampel lain yang tersedia. Simpan sampel kecil dari setiap bahan uji untuk menyertai laporan ringkasan sebagai bagian dari tampilan proyek. Diagram bentuk tetesan air pada setiap bahan harus menjadi bagian dari deskripsi dalam laporan ringkasan.

Selamat Belajar!