Home Sekolah Alam Menciptakan Karya Seni dari Alat Zaman Batu

Menciptakan Karya Seni dari Alat Zaman Batu

0

Menciptakan karya seni menggunakan alat zaman batu menceritakan kisah dan petualangan mereka kepada generasinya.

aksiografi.com – The Stone Age atau Zaman Batu adalah periode waktu ketika manusia menggunakan alat-alat batu bekas. Istilah itu diperkenalkan di awal 1800-an oleh Christian Jürgensen Thomsen (1788–1865), seorang kurator museum Denmark. Thomsen membutuhkan cara untuk mengklasifikasikan bahan sejarah, jadi dia membaginya menjadi tiga kelompok: batu, perunggu, dan besi. 

Thomsen lalu menerapkan tiga nama itu, Zaman Batu, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi, ke periode sejarah. Setiap usia mewakili periode waktu ketika suatu material tertentu adalah yang utama digunakan untuk membuat alat.

Zaman Batu adalah tahap paling awal dan terpanjang perkembangan budaya manusia, mulai dari sekitar 2 juta tahun yang lalu dan berlangsung sampai sekitar 5000 SM. Selama waktu itu, batu digunakan untuk alat dan juga untuk senjata.

Sekitar 5000 SM, orang-orang dari Mesopotamia (area yang berhubungan dengan modern Irak) dan Mesir mulai menggunakan logam alat, tetapi ada banyak wilayah di dunia yang masih menggunakan perkakas batu saat Columbus menemukan Amerika pada tahun 1492. Sementara sebagian besar dunia saat ini bekerja dengan logam dan teknologi tinggi alat—mulai dari palu hingga komputer—masih ada beberapa budaya, seperti beberapa orang Aborigin di Sulawesi dan di Australia, yang menggunakan batu alat seperti yang dilakukan nenek moyang kuno mereka di Jaman Batu.

Sekolah Alam kali ini akan mempraktekkan teknik menciptakan karya seni dari alat zaman batu.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam ini bertujuan menggunakan alat gaya Zaman Batu untuk membuat gambar.

Bahan-Bahan

tusuk gigi kayu bulat

2 batu — 1 besar dan datar, 1 kecil dan ukuran lemon (Talenan tidak keropos bisa

digunakan sebagai pengganti batu besar)

1 sendok makan (15 mL) tanah liat

sendok

3 ons (90-mL)

cangkir kertas

keran air

selembar kertas konsrtuksi putih

Cara Kerja Menciptakan Karya Seni

1. Gunakan langkah-langkah berikut untuk membuat kuas kuas:

• Letakkan tusuk gigi di atas batu datar yang besar.

• Dengan menggunakan batu yang lebih kecil, pukul salah satu ujung tusuk gigi sampai berjumbai seperti bulu kuas.

PERHATIAN: Pegang batu dengan satu tangan dan jauhkan tangan satunya agar Anda tidak memukul jari-jarimu.

2. Gunakan langkah-langkah berikut untuk membuat cat kotoran:

• Tempatkan tanah liat di tengah-tengah yang besar batu datar.

• Gunakan batu yang lebih kecil untuk menggiling tanah bedak halus.

• Gunakan sendok untuk menyendok kotoran tanah liat ke dalam cangkir kertas.

• Tambahkan sedikit air ke kotoran tanah liat di dalam cangkir dan aduk untuk membuat cat kental.

3. Menggunakan kuas cat dan cat kotoran, buatlah gambar sederhana di atas kertas yang menceritakan sebuah cerita atau menyampaikan pesan.

Hasil Karya Seni

Anda menggunakan batu sebagai alat untuk membuat kuas dan melukis, lalu Anda membuat gambar cerita.

Mengapa?

Manusia pertama menggunakan pigmen alami (bahan pewarna), seperti kotoran dengan warna berbeda, untuk membuat cat. Cat ini digunakan untuk dekorasi

tubuh dan rumah mereka serta untuk bercerita, seperti dalam gambar cerita yang digambar di dinding tempat tinggal gua. Gua tertua yang diketahui gambar, ditemukan di Namibia, Afrika, diyakini telah dibuat sekitar 24.000 SM. Gambar-gambar di dinding gua yang berbatu ini adalah disebut petroglyphs (petroglif) yaitu ukiran atau gambar garis di atas batu.

Manusia masa itu menghiasi tubuh dan rumah mereka dengan cat. Tapi hanya sedikit yang membuat kuas tongkat dan cat lumpur menggunakan perkakas batu. Sebaliknya, banyak pigmen diproduksi secara kimiawi. 

Warna-warna ini dicampur dengan air, minyak, dan / atau lilin untuk membentuk cat tubuh seperti lipstik, dan cat seni dekoratif semacam itu sebagai akrilik.

Buatlah Pendekatan Baru

Bagian tanaman, seperti daun dan bunga, mengandung pigmen. Daun umumnya memiliki babi hijau-bunga dan bunga memiliki warna pigment. Jika bagian tanaman dihancurkan, mereka pigmen dapat digunakan untuk menodai kain. Gunakan batu untuk menghancurkan bagian tanaman dan menghias Kaos.

• Lipat dua hingga empat lembar koran dan letakkan di dalam kaus putih.

• Letakkan kemeja di atas potongan yang tidak keropos papan sehingga bagian depan kemeja berada menghadapi.

• Susun kelopak bunga dan daun di atas kemeja depan. Buat tumpukan kecil kelopak dan

daun untuk membuat desain.

• Tutupi bagian bunga dengan kertas minyak, dan hancurkan bagian-bagiannya dengan mengetuknya sebuah batu. Berhati-hatilah seperti sebelumnya saat menggunakan alat batu.

• Angkat kertas minyak dan hancurkan bagian bunga. Biarkan kemeja mengering.

CATATAN: Mencuci kemeja dengan tangan dengan air dingin air akan membantu menjaga warna tetap cerah.

Artikel ini juga tersajikan dalam versi bahasa Inggris.

Referensi:

Arnold, Caroline. Stone Age Farmers beside the Sea: Scotland’s Prehistoric Village of Skara Brae. New York: Clarion Books, 1997. Describes life in the prehistoric Scottish Village of Skara Brae, where the community farmed, herded, hunted, and fished from 3100 to 2500 B.C.

MacDonald, Fiona. The Stone Age News. Cambridge, Mass.: Candlewick Press, 1998. Uses a newspaper format to present fictional articles, interviews, eyewitness accounts, and even advertisements that feature the history of the Stone Age.

VanCleave, Janice. Help! My Science Project is Due Tomorrow! Hoboken, N.J.: Wiley, 2002. Easy science projects, including those about pigments.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version