Membuat Model Struktur Matahari

Must Read

Membuat model struktur matahari dari bahan dan alat sederhana. Sejak lama matahari diyakini memiliki bintik hitam yang dipercaya sebagai bagian terdingin dari matahari.

aksiografi.com – Pada awal tahun 1600-an di Prancis, seorang ahli astronomi dan pastor Jesuit, Christoph Scheiner (1573-1650) merasa yakin telah melihat bintik gelap pada Matahari. Dia dikritik atas gagasannya karena ahli filosofi terkenal asal Yunani, Aristoteles (384-322 SM) telah menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta sempurna tanpa cacat, kecuali Bumi.

Scheiner memperbaiki pendapat ini dan menyatakan bahwa bintik-bintik tersebut disebabkan oleh sesuatu yang ada di dekat Matahari bukan pada Matahari. Akan tetapi, Galileo (1564-1642), seorang ilmuwan Italia yang juga melihat bintik Matahari, mempelajari gerakannya dan setuju bahwa bintik-bintik tersebut berada di Matahari. Dialah yang akhirnya dianggap sebagai orang pertama yang menemukan bintik Matahari.

Dalam percobaan ini, kamu akan meneliti lapisan-lapisan Matahari. Kamu akan menemukan fotosfer, wilayah yang terlihat seperti permukaan Matahari. Kamu juga akan mempelajari gerakan bintik-bintik Matahari untuk meyakinkan bahwa Matahari berotasi. Kamu juga akan mempelajari siklus bintik Matahari dan pengaruhnya terhadap aktivitas Matahari.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam Astronomi kali ini bertujuan membuat model struktur dalam Matahari.

Bahan-Bahan

  • pisau bergerigi tajam
  • bola Styrofoam berdiameter 15 cm
  • 2 spidol yang berbeda wama
  • label putih bemkuran 2,5 cm x 10 cm
  • 4 tusuk gigi
  • bolpoin

Cara Kerja

1. Gunakan pisau untuk memotong seperempat bagian bola Styrofoam. Simpanlah seperempat bagian bola ini.

2. Gunakanlah salah satu spidol untuk memberi warna bagian tengah bola yang melambangkan inti Matahari.

Membuat model struktur matahari

3. Gunakan spidol kedua untuk menggambar sebuah garis mengelilingi inti yang melambangkan zona konveksi.

4. Siapkan 4 bendera dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini.

  • Lekatkan kedua ujung label kertas dan sisakan sedikit celah di dekat ujung yang dilipat.
  • Masukkan sebuah tusuk gigi melalui celah tersebut dan lekatkan label pada tusuk gigi untuk membuat sebuah bendera (lihat Gambar di samping).
  • Tuliskan nama lapisan-lapisan Matahari pada bendera-bendera tersebut, yaitu: Fotosfer, Zona Konveksi, Zona Radiasi, Inti.

5. Lekatkan bendera-bendera tersebut pada model Matahari yang kamu buat seperti pada Gambar 7.2.

Membuat model struktur matahari

6. Buatlah tabel Lapisan Matahari seperti Tabel 7.1, yang menunjukkan ketebalan dan suhu setiap lapisan.

Membuat model struktur matahari

Hasil

Praktek membuat model struktur dalam matahari terlah berhasil. Kita telah membuat sebuah model lapisan Matahari dan sebuah tabel yang menjelaskan beberapa cirinya.

Mengapa?

Inti (bagian tengah benda angkasa) Matahari adalah bagian yang terpanas. Fusi nuklir (gabungan inti-inti atom) pada inti Matahari melepaskan sejumlah radiasi (energi yang dipindahkan melalui gelombang elektromagnetik) yang sangat besar.

Energi dari inti panas tersebut bergerak melalui wilayah di luar inti Matahari yang disebut zona radiasi. Dari sana, gas-gas berkembang dan naik. Ketika gas-gas tersebut mendingin, gas-gas itu akan menjadi lebih padat sehingga tenggelam lagi. Gas yang bersirkulasi membentuk zona konveksi. Lapisan berikutnya, fotosfer, sebenarnya merupakan lapisan pertama atmosfer Matahari.

Akan tetapi, jika dilihat dari Bumi, lapisan fotosfer terlihat seperti permukaan Matahari. Model yang kamu buat tidak menunjukkan lapisan-lapisan atmosfer di atas fotosfer, yaitu kromosfer dan lapisan terluar yang disebut korona.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan praktek membuat model struktur dalam matahari, maka kita akan melanjutkan percobaan dengan pendekatan baru.

Foto-foto fotosfer Matahari menunjukkan bahwa fotosfer mempunyai bintik-bintik yang disebut granulasi. Bintik-bintik terang menyerupai butiran-butiran padi yang melapisi fotosfer disebut granula. Granula adalah puncak aliran naik gas-gas panas dari zona konveksi. Panjang sebuah granula kira-kira 900 mil (mendekati 1.500 km).

Di antara granula-granula tersebut terdapat garis-garis intergranular gelap, yaitu tempat gas-gas yang lebih dingin kembali ke zona konveksi. Pada fotosfer juga terlihat bintik-bintik gelap besar yang disebut bintik Matahari.

Bintik-bintik Matahari ini merupakan bagian tengah medan-medan magnetis kuat yang dianggap menekan aliran-aliran gas panas. Bintik-bintik Matahari terlihat gelap karena lebih dingin dibandingkan wilayah yang mengelilinginya.

Cari informasi lebih lanjut tentang granula dan bintik-bintik Matahari dan tambahkan ke model Matahari. Untuk keterangan lebih lanjut tentang ukuran bintik Matahari dan wilayah Matahari yang bisa diteliti, umbra (bagian gelap) dan penumbra (bagian luar yang abu-abu).

Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pohon Tin adalah Pohon Tertua dalam Sejarah Kemanusiaan

Pohon tin adalah pohon tertua dalam sejarah kemanusiaan. Buah ini juga menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran dan dijadikan sumpah Allah
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img