Membuat Model Konsentrasi Energi dari Matahari

Must Read

Membuat model konsentrasi energi dari matahari. Semakin kecil wilayah yang terkena sinar Matahari maka akan semakin besar intensitas radiasinya.

aksiografi.com – Planet-planet mengorbit pada Matahari, termasuk Bumi. Bumi terus bergerak pada jalur melengkung yang mengelilingi Matahari, tetapi dengan kecepatan yang berbeda. Karena orbit Bumi berbentuk elips, maka Bumi bergerak lebih cepat di perihelion dan lebih lambat di aphelion. Jadi matahari yang terlihat dari Bumi hanyalah gerakan tampak matahari. Posisi Bumi terhadap matahari memungkinkan terjadinya perubahan musim.

Musim adalah periode berulang dalam satu tahun yang ditandai dengan jenis cuaca tertentu. Empat musim yang ada adalah musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Sepanjang satu tahun, lama siang hari dan malam hari berubah-ubah dari hari ke hari. Periode siang hari terlama terjadi pada hari pertama musim panas sedangkan siang hari terpendek terjadi pada hari pertama musim dingin.

Di Belahan Bumi Utara, musim panas dimulai kira-kira pada tanggal 21 Juni dan musim dingin dimulai pada tanggal 22 Desember. Tanggal-tanggal ini kemudian disebut titik balik musim panas dan titik balik musim dingin. Pada tanggal 21 Maret (hari pertama musim semi) dan 23 September (hari pertama musim gugur), lama siang hari dan malam hari tetap sama.

Tanggal-tanggal ini disebut ekuinoks autumnal (hari pertama musim gugur) dan ekuinoks vernal (hari pertama musim semi). Di Belahan Bumi Selatan, musim-musimnya merupakan kebalikan dari musim-musim di Belahan Bumi Utara. Di Belahan Bumi Selatan, musim gugur terjadi pada bulan Maret, musim dingin pada bulan Juni, musim gugur pada bulan September, dan musim panas pada bulan Desember.

Pada percobaan ini, kamu akan mempelajari radiasi Matahari dan cara menentukan intensitasnya. Kamu juga akan meneliti perbedaan intensitas radiasi dari berbagai sudut dan pengaruh perubahan intensitas pada terciptanya musim.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam Astronomi kali ini bertujuan untuk membuat model konsentrasi energi dari Matahari.

Bahan-Bahan

  • isolasi transparan
  • kertas grafik dengan kotak-kotak penggaris berukuran 0,63 cm
  • senter
  • spidol

Cara Kerja Model Konsentrasi Energi

Membuat Model Konsentrasi Energi

1. Lekatkan salah satu ujung penggaris ke senter sehingga ujung yang satunya berjarak 10 cm dari lampu senter.

2. Letakkan kertas grafik di atas meja.

3. Nyalakan senter dan pegang di atas kertas grafik sehingga ujung penggaris menyentuh tepian kertas dan senter menyinari kertas.

4. Gambarlah lingkaran yang mengelilingi cahaya senter pada kertas grafik (lihat Gambar di samping).

5. Hitunglah kotak-kotak yang ada di dalam lingkaran tersebut. Gambar di bawah ini menunjukkan tanda centang (√) pada kotak yang telah dihitung.

Membuat Model Konsentrasi Energi

6. Hitunglah perkiraan wilayah yang tertutup oleh cahaya senter. Kalikan jumlah kotak pada lingkaran dengan luas setiap kotak (luas = panjang x lebar).

Contoh:

jumlah kotak yang dihitung = 21

luas setiap kotak              = panjang x lebar

= 0,63 cm x 0,63 cm

= 0, 40 cm²

luas lingkaran yang terkena cahaya          = perkiraan banyak kotak x luas setiap kotak

= 21 x 0,40cm2

= 8,4 cm²

Hasil Konsentrasi Energi Matahari

Praktek membuat model konsentrasi energi menunjukkan hasil. Wilayah yang terkena cahaya senter tergantung pada senter yang digunakan dan ukuran setiap kotak kertas grafik. Pada contoh ini, 21 kotak yang terkena cahaya senter mencakup luas 8,4 cml

Mengapa?

Radiasi, contohnya cahaya, adalah energi yang dipindahkan melalui gelombang. Radiasi Matahari (radiasi yang dikeluarkan Matahari), seperti cahaya senter, mengandung beragam radiasi, termasuk radiasi inframerah (panas) dan cahaya kasat mata.

Cahaya kasat mata digunakan dalam percobaan ini untuk menunjukkan konsentasi radiasi dari sebuah sumber cahaya. Radiasi adalah cahaya yang mengarah langsung ketika permukaan dan arah radiasi saling tegak lurus.

Dalam percobaan, ini ditunjukkan oleh sinar senter yang tegak lurus dengan permukaan kertas. Ketika sebuah sumber sinar menyinari permukaan dari sebuah sudut, maka cahayanya akan tersebar ke tempat yang lebih luas. Karena wilayah yang lebih luas harus berbagi cahaya yang sama, maka setiap titik pada wilayah tersebut akan mendapatkan lebih sedikit cahaya sehingga intensitasnya juga lebih kecil.

Hal yang sama terjadi pada Matahari dan Bumi sehingga menghasilkan beberapa musim (periode berulang dalam satu tahun yang ditandai dengan jenis cuaca tertentu). Ketika sinar Matahari menyinari wilayah Bumi secara langsung (seperti pada musim panas), wilayah tersebut menerima cahaya dengan intensitas dan panas lebih tinggi.

Sebaliknya, ketika sinar Matahari menyinari wilayah Bumi yang sama dari sebuah sudut yang lebih besar (seperti pada musim dingin), maka wilayah tersebut menerima cahaya dengan intensitas cahaya dan panas lebih sedikit. Dalam percobaan ini, semakin kecil wilayah yang terkena sinar Matahari maka akan semakin besar intensitas radiasinya.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan praktek membuat model konsentrasi energi, selanjutnya kita akan melakukan pengujian dengan pendekatan baru: Bagaimana pengaruh sudut radiasi terhadap intensitas radiasi?

Ulangilah percobaan sebanyak tiga kali, pertama dengan memegang senter tegak lurus dengan kertas. Kemudian, tanpa memindahkan ujung penggaris dari kertas, miringkanlah senternya sehingga membentuk sudut 45° dengan kertas. Akhirnya, miringkanlah senter sehingga membentuk sudut 10° dengan kertas.

Gunakanlah spidol yang berbeda warna untuk menandai garis luar wilayah pada kertas yang terkena cahaya senter. Perhatikan bahwa jumlah radiasi senter tetap sama, tanpa memperhatikan sudutnya. Jadi, ukuran wilayah yang terkena cahaya menunjukkan bagaimana konsentrasi dan intensitas radiasi senter.

Petunjuk untuk Lomba dan Pameran Sains

Tunjukkan lingkaranlingkarannya dan masing-masing berilah label untuk menggambarkan perkiraan luas dan sudut sinar yang menyinarinya.

Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pohon Tin adalah Pohon Tertua dalam Sejarah Kemanusiaan

Pohon tin adalah pohon tertua dalam sejarah kemanusiaan. Buah ini juga menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran dan dijadikan sumpah Allah
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img