Heliosentris adalah Sistem Tata Surya

Heliosentris sebagai sistem tata surya bumi bulat (global earth). Matahari sebagai pusat tata surya dan benda-benda angkasa dalam sistem tata surya bergerak mengelilinginya.

aksiografi.com – Sistem tata surya kita adalah heliosentris, yang artinya Matahari sebagai pusat tata surya dan benda-benda angkasa dalam sistem tata surya bergerak mengelilinginya. Bumi adalah salah satu dari sembilan planet dalam sistem tata surya kita.

Dalam percobaan ini, kamu akan mempelajari posisi relatif Matahari di angkasa seperti yang terlihat oleh seorang pengamat di Bumi. Kamu akan memetakan jalur pergerakan Matahari selama satu hari dan pada waktu yang berbeda dalam satu tahun. Kamu juga akan menguji sejarah teori pergerakan benda-benda angkasa dalam sistem tata surya kita.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam Ilmu Bumi kali ini bertujuan untuk untuk memperagakan gerakan Matahari melintasi angkasa dengan menggunakan sebuah model heliosentris.

Bahan-Bahan

  • selembar kertas ketik
  • lima sampai enam lembar kertas pensil tempel kuning berbentuk bundar yang berukuran 1,9 cm
  • sebuah mangkuk kaca bening berukuran 2 liter
  • lampu duduk yang mempunyai leher melengkung

Cara Kerja Heliosentris

1. Letakkan kertas di atas sebuah meja dan buatlah tanda silang (X) pada bagian tengah kertas.

2. Balikkan mangkuk kaca menutupi kertas dengan posisi tanda X berada di bagian tengah mangkuk.

3. Atur posisi lampu sehingga bola lampunya berada pada ketinggian kira-kira 30 cm di atas permukaan meja dan kira-kira 30 cm jauhnya dari bibir mangkuk.

4. Pada sisi mangkuk yang berada di depan lampu, peganglah sebuah kertas tempel dan dekatkan tapi tidak sampai menyentuh mangkuknya.

5. Geser dan pindahkan kertas tempel sehingga bayangan dari kertas tempel tersebut jatuh tepat pada tanda X, lalu lekatkan kertas tempel pada posisi tersebut.

6. Putar mangkuk sedikit berlawanan dengan arah jarum jam.

7. Ulangi langkah 4 dan 5 sebanyak dua kali, dengan menggunakan kertas tempel yang tersisa (lihat Gambar di bawah ini).

Heliosentris sebagai Sistem Tata Surya

Hasil

Praktek heliosentris sebagai sistem tata surya Bumi telah berhasil. Sistem Kertas-kertas tempel berada dalam satu barisan mengelilingi mangkuk dengan bayangan-bayangannya jatuh tepat pada tanda X.

Mengapa?

Dalam model heliosentris (yang berpusat pada Matahari), bola lampu mewakili Matahari. Kertas tempel mewakili perubahan posisi Matahari di angkasa sepanjang hari seperti yang terlihat dari Bumi.

Dalam percobaan ini, pengamat Matahari di Bumi, diwakili tanda X. Pengamat akan melihat Matahari bergerak mengelilingi angkasa pada ketinggian yang sama. Pemandangan Matahari seperti ini terjadi pada Kutub-Kutub Bumi sepanjang musim panas.

Pada saat seperti ini, Matahari berada di atas garis cakrawala sepanjang hari dan bergerak dalam bentuk spiral yang sangat ketat karena Matahari terbit pada garis lintang maksimum, yaitu 23 – ° atau sekitar tanggal 21 Desember, kemudian perlahan akan mulai bergerak turun.

Di kutub, Matahari berada di atas cakrawala selama setengah tahun dan berada di bawah cakrawala selama setengah tahun berikutnya. Sebenarnya Matahari tidak bergerak. Sebaliknya, Bumi yang berputar pada porosnya, membuat sebuah ilusi seakan-akan Matahari bergerak melintasi angkasa. Karena poros Bumi miring sedemikian rupa terhadap Matahari, maka apabila Bumi beredar atau berevolusi (bergerak pada jalur melengkung mengitari sebuah benda) mengelilingi Matahari, menyebabkan perubahan tinggi maksimum Matahari sepanjang hari di angkasa.

Pada sebagian perjalanan Bumi mengelilingi Matahari, poros utara (Kutub Utara) akan berada pada posisi miring mengarah ke Matahari. Pada bagian perjalanan separuhnya lagi, poros selatan (Kutub Selatan) yang akan berada pada posisi miring mengarah ke Matahari. Bumi atau benda-benda angkasa mana pun yang beredar mengelilingi benda-benda angkasa lainnya disebut satelit. Jalur melengkung yang dibuat oleh sebuah satelit disebut orbit.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan praktek membuat heliosentris sebagai sistem tata surya Bumi, selanjutnya kita akan melakukan percobaan dengan pendekatan baru, sebagai berikut:

Pada garis antara daerah-daerah kutub, 66^° LU dan 66^° LS, Matahari setiap hari terbit dan terbenam. Ketinggian Matahari tergantung pada apakah poros Bumi miring ke arah Matahari atau miring menjauhi Matahari.

Ulangi percobaan ini dua kali. Pertama, mewakili poros Bumi yang miring menjauhi Matahari dengan mengangkat mangkuk pada sisi yang menghadap ke lampu. Untuk menahan mangkuknya pada posisi ini, letakkan sebuah buku di bawah mangkuk yang terangkat.

Ulangi lagi, kali ini angkat mangkuk pada bagian yang berlawanan yang tidak menghadap lampu untuk mewakili kemiringan poros yang mengarah ke Matahari.

Selamat Belajar!