Cara Menguji Ketidakmurnian Air

Cara menguji ketidakmurnian air dengan menggunakan air sadah, garam, dan sabun cuci piring. Kesadahan air adalah ukuran jumlah garam kalsium, garam magnesium, dan/atau garam besi yang larut dalam air.

aksiografi.com – Air tanah dan air dari sungai, jeram, atau dari tempat lain adalah larutan—campuran antara zat yang terlarut dan pelarut. Bahkan air alami yang paling mumi mengandung beberapa zat yang terlarut.

Pada percobaan ini, kamu akan menentukan ketidakmurnian air, dan belajar tentang metode memurnikan air. Kamu juga akan meneliti efektivitas biaya untuk melunakkan air, juga masalah-masalah yang dapat ditimbulkan oleh air dengan kandungan mineral tinggi.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam Kimia kali ini bertujuan untuk menguji ketidakmurnian air

Bahan-Bahan

  • 1 sendok makan (15 ml) air mumi
  • ¼ sendok teh garam inggris
  • stoples kecil dengan tutup
  • sendok
  • cairan pencuci piring
  • penggaris
  • pipet tetes mata

Cara Kerja

1. Siapkan sampel air sadah dengan mencampurkan air mumi dan garam inggris dalam stoples kecil. Kemudian, aduk rata.

2. Dengan pipet, tambahkan satu tetes cairan pembersih piring.

3. Tutup stoples tersebut.

4. Kocok stoples kuat-kuat selama 30 detik.

5. Biarkan selama 15 detik.

6. Ukur ketinggian busa di atas permukaan air.

7. Amati dan gambarkan penampakan busa (lihat Gambar di bawah ini).

Cara Menguji Ketidakmurnian Air

Hasil

Busa sabun terbentuk di atas air. Ketinggian busa dalam stoples penulis adalah ¼ inci (0,63 cm). Catatan: Ketinggian busa tergantung pada bentuk stoples yang dipakai.

Mengapa?

Kesadahan air adalah ukuran jumlah garam kalsium, garam magnesium, dan/atau garam besi yang larut dalam air. Kation (ion-ion positif) ini membuat sabun sulit menghasilkan busa. Partikel-partikel tersebut bercampur dengan anion (ion-ion negatif) asam lemak dalam sabun menghasilkan garam seperti lilin dan tidak larut. Magnesium sulfat adalah nama yang umum dipakai untuk garam inggris. Magnesium dalam garam tersebut bercampur dengan asam lemak dalam cairan pembersih piring dan menghasilkan noda sabun, dan bukannya busa sabun.

Di tempat yang konsentrasi kalsium, magnesium dan/atau besi dalam airnya tinggi, presipitat atau endapan (molekul-molekul yang tidak larut dan terpisah dari larutan) terbentuk di sekitar sisi-sisi bak mandi dan tempat cuci piring. Mineral-mineral dalam air sadah mengurangi efektivitas sabun.

Banyak bagian sabun tadi bercampur dengan mineral dalam air sadah dan membentuk garam yang tidak larut dan dikenal sebagai noda sabun atau gumpalan sabun. Noda sabun juga menempel pada permukaan kulit dan rambut saat mandi dan pada permukaan kain saat dicuci sehingga membuat permukaan tampak kusam dan agak lengket.

Cobalah Pendekatan Baru

1. Seberapa efektifkah cairan pencuci piring dalam air lunak (air tanpa ion positif kalsium, magnesium, dan/atau besi)? Ulangi percobaan dengan menggunakan air mumi saja. Jika stoples kecil menghambat terbentuknya buih, gunakan stoples yang diameternya sama, tetapi lebih tinggi.

2. Bandingkan kesadahan dari sampel air yang berbeda-beda. Kumpulkan air dari sebanyak mungkin lokasi yang berbeda. Teliti sungai, kolam, atau jeram. Catat ketinggian busa dan deskripsikan setiap hasil uji dalam tabel data seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Cara Menguji Ketidakmurnian Air

Petunjuk Lomba Karya Ilmiah

Tandai ketinggian busa dalam setiap stoples pengujian, ambil foto setiap stoples, dan pamerkan foto-foto dengan umtan berdasar pada ketinggian busa.

Selamat Belajar!