Selasa, Januari 18, 2022

Cara Menguji Keberadaan Monosakarida

Must Read

Cara menguji keberadaan monosakarida seperti glukosa dan fruktisa dalam makanan dengan cara sederhana. Karbohidrat terdapat pada makanan dalam berbagai bentuk, seperti monosakarida (gula tunggal), disakarida (gula ganda), dan polisakarida (gula banyak).

aksiografi.com – Tubuh manusia membutuhkan mineral untuk kehidupan dan kesehatan. Mineral-mineral itu diperoleh dari makanan yang kita makan. Tubuh juga membutuhkan molekul protein penting untuk kehidupan. Namun sumber energi terbesar bagi kebutuhan tubuh manusia adalah karbohidrat.

Karbohidrat merupakan sumber energi makanan yang penting. Karbohidrat terdapat pada makanan dalam berbagai bentuk, seperti monosakarida (gula tunggal), disakarida (gula ganda), dan polisakarida (gula banyak). Hasil metabolisme karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi.

Pada percobaan ini, kamu akan menguji keberadaan berbagai bentuk karbohidrat. Kamu akan mengidentifikasi makanan yang mengandung gula sederhana dan membandingkan jumlah gula setiap makanan tersebut. Kamu juga akan melihat perbedaan antara gula sederhana dan gula kompleks.

Tujuan Pembelajaran

Pengujian ini bertujuan untuk menguji keberadaan  monosakarida, molekul gula tunggal dan sederhana—dalam  hal ini glukosa dan fruktosa.

Bahan-Bahan

  • Panci ukuran 1 liter
  • Air
  • Kompor
  • 2 sendor teh (30 ml) masing-masing contoh makanan cair: soda, diet soda, madu, jul apel
  • 1 sendok teh (15 ml), atau seukuran kacang, contoh makanan padat, seperti pisang, gula, bawang bombay, pasta
  • 8 stoples kecil
  • Air suling
  • Larutan penguji monosakarida (buka: cara membuat larutan penguji monosakarida)
  • Penjepit besar

Cara Kerja Pengujian Monosakarida

1. Isi panci dengan air setinggi 5 cm.

Baca Juga:   Cara Mempercepat Perkecambahan Biji

2. Letakkan panci di atas kompor dan panaskan hingga aimya mendidih.

3. Sementara itu, siapkan contoh-contoh makanan dengan meletakkannya pada stoples kecil. (lihat Gambar di samping).

4. Tambahkan 1 sendok teh (15 ml) air suling ke dalam setiap stoples yang berisi contoh makanan padat.

5. Siapkan tabel data seperti di bawah ini. Catatan: Tulis dalam daftar seluruh contoh makanan.

cara menguji keberadaan monosakarida

6. Uji keberadaan monosakarida dalam setiap contoh makanan dengan cara:

  • menambah 1 sendok teh (15 ml) larutan penguji ke dalam stoples,
  • mengamati dan mencatat warna larutan dalam stoples,
  • meletakkan stoples dalam panci air panas dan memanaskannya selama tiga menit,
  • memindahkan stoples panas secara hati-hati dengan menggunakan penjepit besar,
  • mengamati dan mencatat lagi warna larutan dalam stoples.

7. Tentukan konsentrasi monosakarida yang ada pada setiap contoh makanan dengan membandingkan warna akhir lamtan dengan daftar berikut:

  • biru – nol
  • hijau – konsentrasi rendah
  • kuning muda sampai dengan tua – konsentrasi sedang
  • oranye sampai dengan merah – konsentrasi tinggi

Hasil Pengujian Keberadaan Monosakarida

Hasil pengujian cara menguji keberadaan monosakarida (glukosa dan fruktosa) telah berhasil. Percobaan menunjukkan bahwa soda, madu, jus apel, dan bawang bombay mengandung gula sederhana tertinggi. Pisang mengandung gula sedang. Pasta, diet soda dan gula meja (sukrosa) tidak mengandung monosakarida. Catatan: Hasil percobaan bisa bervariasi tergantung pada merek makanan yang diuji, kondisi, dan lamanya makanan disimpan.

Baca Juga:   Membuat Model Atom Litium

Mengapa?

Agen penguji monosakarida mengandung ion-ion tembaga II (Cu++). Larutan yang mengandung tembaga II berwarna biru. Gula seperti glukosa dan fruktosa memiliki elektron-elektron yang diperlukan untuk mengubah ion-ion tembaga II menjadi ion-ion tembaga 1 (Cu+) dan unsur tembaga (Cu°).

Gula-gula sederhana ini berfungsi sebagai agen pereduksi karena memberikan elektron selama reaksi kimia. Warna larutan uji tembaga berubah dari biru sampai dengan merah saat ion-ion tembaga II pertama kali berubah menjadi ion tembaga I, kemudian menjadi unsur tembaga. Dengan disakarida atau polisakarida, larutan uji tetap biru.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan pengujian cara menguji keberadaan monosakarida, maka kita akan melanjutkan dengan melakukanpendekatan baru, sebagai berikut:

1. Saat matang, buah-buahan dan sayuran berubah secara kimiawi. Apabila buah atau sayuran diambil langsung dari kebun, hasil percobaan mungkin tidak menunjukkan adanya gula sederhana. Begitu buah atau sayuran dipetik, karbohidrat (dalam bentuk tepung kanji dan disakarida) mulai pecah menjadi gula sederhana. Demonstrasikan perubahan ini dengan mengulang percobaan menggunakan buah dan/ atau sayuran segar. Serangkaian anggur bisa menjadi contoh yang dapat diuji setiap hari untuk mengamati adanya perubahan tingkat monosakarida dari buah yang matang.

2. Uji produk makanan lain dengan mengulang percobaan tadi.

Petunjuk untuk Lomba Karya Ilmiah

Siapkan grafik balok untuk membandingkan kandungan monosakarida dari setiap contoh makanan yang diuji.

Artikel ini juga tersajikan dalam versi Bahasa Inggris. Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Kapuk Randu sebagai Penanda Musim

Kapuk randu sebagai penanda musim. Pohon kapuk saat buahnya mulai merekah dan siap berjatuhan menjadi penanda akan masuknya Monsun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img