Cara Menguji Kandungan Vitamin C

Cara menguji kandungan vitamin C dengan menggunakan metode titrasi. Titrasi adalah proses pencampuran suatu larutan yang konsentrasinya sudah diketahui dengan suatu larutan lain yang konsentrasinya tidak diketahui.

aksiografi.com – Makanan adalah bahan bakar tubuh untuk menghasilkan energi. Dalam tubuh manusia ada reaksi biokimia karena terdapat kalori sebagai energi biokimia dalam makanan. Tubuh juga membutuhkan vitamin C agar tetap sehat. Banyak makanan mengandung vitamin C namun kita tidak mengetahui jumlah kandungannya. Vitamin ini tidak diproduksi sendiri oleh tubuhmu, namun harus didapat dari makanan atau pil vitamin.

Pada percobaan ini, kamu akan menggunakan metode titrasi untuk menentukan jumlah vitamin C pada berbagai makanan dan pada tablet vitamin. Kamu juga akan menyimpulkan apakah minuman buah dan jus buah memiliki vitamin C dalam jumlah sama. Kita akan mempelajari kandungan antioksidan yang mengandung vitamin C, dan meneliti peranan vitamin C dalam reaksi reduksi-oksidasi. Kamu juga akan melihat sumber-sumber vitamin lain dan kegunaannya.

Tujuan Pembelajaran

Untuk menentukan jumlah yodium tentir yang diperlukan untuk bereaksi dengan larutan vitamin C standar (jumlah yang diukur dengan teliti).

Perhatian: Jangan sampai vitamin C mengenai kulit. Ini untuk mencegah apabila kulitmu sensitif terhadap bahan kimia ini.

Bahan-Bahan

  • 100 mg tablet asam askorbat (vitamin C)
  • kertas minyak
  • palu
  • ½ cangkir (125 ml) air suling
  • stoples ukuran 1 liter
  • sendok
  • 4 stoples kecil
  • spidol
  • isolasi label
  • 1 sendok teh berukuran (5 ml) larutan tepung kanji (lihat Lampiran 5)
  • kertas putih
  • pipet
  • yodium tentir

Cara Kerja Menguji Kandungan Vitamin C

Perhatian: Jauhkan yodium tentir dari jangkauan anak kecil. Obat ini beracun dan hanya berguna untuk luka tubuh bagian luar

1. Siapkan larutan vitamin C standar dengan cara:

  • lembutkan tablet vitamin C (letakkan tablet di antara dua lembar kertas minyak dan pukul pelan-pelan dengan palu),
  • tuangkan cangkir (125 ml) air suling ke dalam stoples ukuran satu liter,
  • tambahkan bubuk vitamin C tadi ke dalam air dalam stoples,
  • aduk sampai bubuk larut.

2. Tuang larutan standar vitamin C tersebut dalam jumlah yang sama ke dalam empat stoples kecil.

3. Dengan spidol, tulis A, B, C, dan D pada isolasi kertas dan tempelkan pada setiap stoples.

4. Tambahkan 1 sendok teh (5 ml) larutan tepung kanji ke dalam setiap stoples.

5. Letakkan stoples A di atas selembar kertas putih.

6. Isi pipet dengan yodium tentir Teteskan yodium pelan-pelan ke dalam stoples A, dan hitung jumlah tetesannya (lihat Gambar di bawah ini). Goyangkan stoples setiap selesai meneteskan yodium tentir sebanyak lima tetes. Tambah terus yodium tentir ke dalam stoples sampai isi berwarna biru-hitam.

Cara Menguji Kandungan Vitamin C

7. Catat jumlah tetesan yodium tentir yang terpakai untuk membuat isi stoples berwarna biru-hitam.

8. Ulangi cara keija di atas seperti pada stoples B, C, dan D.

9. Jumlahkan hasil dari keempat stoples, kemudian bagi empat untuk menghitung rata-rata jumlah tetesan yodium tentir yang diperlukan untuk bereaksi dengan 25 mg vitamin C dalam setiap stoples. Catatan: Angka ini akan digunakan untuk menghitung konsentrasi vitamin C dalam zat lain.

Hasil

Praktek cara menguji kandungan vitamin C telah berhasil. Larutan vitamin C dan tepung kanji tidak terpengaruh oleh tetesan awal yodium tentir, tetapi tambahan yodium tentir yang lebih banyak membuat larutan berwarna biru-hitam.

Catatan: jumlah tetesan yodium tentir yang terpakai untuk bereaksi dengan 25 mg vitamin C dalam larutan akan berbeda-beda, tergantung pada ukuran pipet yang digunakan.

Mengapa?

Titrasi adalah proses pencampuran suatu larutan yang konsentrasinya sudah diketahui dengan suatu larutan lain yang konsentrasinya tidak diketahui. Yodium tentir merupakan campuran antara yodium (I2) dan etil alkohol (C2H5OH). Campuran antara yodium dan vitamin C secara kimiawi mengubah vitamin C (asam askorbat) menjadi asam dehidroaskorbat, yaitu zat yang tidak lagi efektif sebagai vitamin. Unsur yodium diubah menjadi partikel bermuatan yang disebut iodida (I).

Unsur yodium bereaksi dengan tepung kanji menghasilkan warna biru-hitam, tetapi pencampuran antara partikel yodium yang bermuatan dengan tepung kanji tidak mengubah warna. Apabila tepung kanji, vitamin C, dan unsur yodium tercampur, yodium lebih tertarik ke molekul-molekul vitamin C. Tepung kanji dalam larutan tetap tidak berubah sampai seluruh vitamin C telah bercampur dengan unsur yodium. Saat molekul vitamin C yang terakhir bereaksi dengan yodium, maka molekul-molekul tepung kanji bercampur dengan yodium yang tersisa, dan menghasilkan molekul kompleks tepung kanji dan yodium yang berwarna biru-hitam.

Cobalah Pendekatan Baru

Setelah melakukan praktek cara menguji kandungan vitamin C pada makanan, maka kita akan melanjutkan dengan menggunakan pendekatan baru, sebagai berikut:

1. Analisislah/ujilah sebuah tablet multi vitamin untuk menentukan jumlah vitamin C yang terkandung di dalamnya. Ulangi percobaan tadi dengan mengganti vitamin C dengan multi vitamin. Catatan: Hindari menggunakan multi vitamin yang mengandung vitamin E, yang bisa memengaruhi hasil percobaan.

Jumlah tetes yodium tentir yang diperlukan untuk bereaksi dengan campuran vitamin C tergantung ukuran tetesan yang ditentukan oleh pipetnya. Jadi, kamu harus menggunakan pipet yang sama selama percobaan ini. Gunakan persamaan berikut ini dan jumlah tetes yodium tentir yang diketahui yang diperlukan untuk bereaksi dengan 25 mg vitamin C untuk menghitung jumlah vitamin C dalam bahan percobaan (tablet multi vitamin). Gunakan rumus dibawah untuk penghitungan sebagai contoh.

Jika 50 tetes yodium tentir diperlukan untuk bereaksi dengan 25 mg vitamin C, tentukan jumlah miligram vitamin C dalam sebuah jus buah jika 20 tetes yodium tentir bereaksi dengan jusnya.

Artikel ini juga tersaji dalam versi Bahasa Inggris. Selamat belajar!