Rabu, Juni 16, 2021

Cara Mengetahui Proses Terjadinya Erosi

Must Read

Cara mengetahui proses terjadinya erosi (erosion) sangat mudah, cukup bermain bola lumpur. Permainan itu kita bisa pelajari erosi, di mana batuan dan material-material lain di kerak Bumi dipecahkan atau diuraikan kemudian diangkut oleh agen-agen alam, seperti air, angin, es, dan gaya tarik Bumi.

aksiografi.com – Masa kecil adalah masa-sama yang menyenangkan. Banyak pengalaman yang menjadi pembelajaran saat di usia tua. Jika Anda berusia 40an tahun saat ini, mungkin Anda pernah membuat bola lumpur saat masih kanak-kanak. Dengan bola lumpur itu, kita akan melakukan praktek untuk memperagakan terjadinya erosi dan pelapukan.  

Bumi memiliki kerak dengan sifat berubah. Perubahan pada kerak bumi disebabkan adanya erosi, proses di mana material kerak diuraikan dan dibawa atau dipindahkan oleh angin, air, es, dan gaya tarik Bumi yang bergerak menggempur material kerak itu. Pelapukan, erosi, dan pengendapan adalah proses yang terjadi terus-menerus secara bersamaan untuk melemahkan dan memperkuat permukaan bumi. Proses-proses ini telah terjadi selama miliaran tahun.

Dalam percobaan ini, kita akan memperagakan erosi dan pelapukan, yaitu bagian dari proses erosi yang hanya menguraikan material. Kita akan menentukan pengaruh daerah permukaan, komposisi bahan, kelembapan, oksidasi, dan suhu terhadap pelapukan. Kita juga akan belajar mengenai pengaruh dari penyebab-penyebab erosi, seperti gaya tarik Bumi dan air.

Memulai Percobaan

Tujuan uji coba ini, kita akan memperagakan erosi yang disebabkan adanya pergerakan air.

Bahan-Bahan

  • 125 ml tanah atau pasir kasar
  • kertas roti
  • empat buah gelas Styrufoam berukuran 360 ml
  • pensil
  • penggaris
  • air
  • isolasi
  • sendok

Cara Kerja

1. Tuangkan tanah ke salah satu gelas, lembapkan dengan air secukupnya dan aduk agar menjadi lumpur kental.

Baca Juga:   Gelombang Air Terjadi karena Perpindahan Energi

2. Bentuklah lumpur menjadi delapan bola berukuran sama, seperti membuat adonan kue tapi dalam bentuk bulatan.

Baca Juga:   Cara Membuat Kalender Satu Bulan Lunar

3. Letakkan bola lumpur di atas kertas kue dan keringkan bola-bola tersebut dengan mengangin-anginkannya (yang mungkin memakan waktu tiga hari atau lebih). Atau dengan izin orang dewasa, kamu bisa membakar bola-bola lumpur dalam oven (atau tungku) pada suhu 275°F (135°C) selama 1 jam atau sampai bola kering.

4. Namai ketiga gelas sisanya A, B, dan C. Siapkan gelasnya sebagai berikut:

  • Gunakan pensil untuk membuat 8 sampai 10 lubang mengelilingi tepi dasar gelas A.
  • Gunakan pensil untuk membuat 12 lubang di dasar gelas B.
  • Penuhi gelas C dengan air.

5. Letakkan bola lumpur yang sudah kering ke dalam gelas A. Lakukan pengamatan pada bentuk bola lumpur dalam gelas.

6. Letakkan gelas A di tengah kertas kue dalam nampan.

7. Pasang penggaris pada sisi luar gelas A dengan posisi berdiri dan rekatkan penggaris pada gelas dengan isolasi.

8. Pegang gelas B pada jarak 10 cm di atas gelas A.

9. Tuangkan air dari gelas C ke dalam gelas B (lihat Gambar).

10. Setelah semua air telah mengalir keluar dari gelas B, amati (1) bentuk bola lumpur dalam gelas, dan (2) isi kertas kue.

Cara mengetahui proses terjadinya erosi.
Menuangkan air ke gelas B yang terdapat bola lumpur dan air yang keluar dari gelas B menuju gelas A yang juga terdapat bola lumpur terus mengalir di atas wadah sebagai tempat pembentukan sedimen

Hasil Proses Terjadinya Erosi

Bola lumpur berubah bentuk. Air dari gelas C ke gelas B menyebabkan pecahnya objek padatan menjadi partikel-partikel kecil akhirnya lepas. Proses ini disebut juga dengan proses detachment. Sebagian dari bola larut di air, dan sebagian diuraikan dan diangkut oleh air. Proses ini disebut sedimen transportat. Bagian yang larut dan terurai hanyut keluar melalui lubang di dasar gelas A, dan terkumpul di kertas kue. Proses ini juga disebut dengan deposition.

Cara mengetahui roses terjadinya erosi.
Proses terjadinya erosi disebabkan adanya pengikisan akibat detachment sehingga angin, es, air, atau hujan membawa partikel kecil ke tempat yang lebih rendah dan membentuk sedimen.

Mengapa?

Bola lumpur dikatakan sudah tererosi/terkikis. Erosi adalah proses di mana batuan dan material-material lain di kerak Bumi dipecahkan atau diuraikan kemudian diangkut oleh agen-agen alam, seperti air, angin, es, dan gaya tarik Bumi. Bagian erosi yang hanya menguraikan material kerak disebut pelapukan. Material kerak diuraikan oleh dua jenis pelapukan: pelapukan kimiawi, yang mempengaruhi sifat kimia material kerak, dan pelapukan mekanis, yang menguraikan material kerak secara fisik.

Baca Juga:   Cara Membuat Kalender Satu Bulan Lunar

Pelapukan kimiawi adalah perubahan kimia, maksudnya perubahan tersebut menghasilkan satu atau lebih zat yang berbeda dari zat sebelum perubahan terjadi. Pelapukan mekanis adalah perubahan fisik, maksudnya penampilan zat atau benda berubah tetapi sifat-sifat dan susunannya tetap sama.

Baca Juga:   Cara Membedakan Sesar Normal Kerak Bumi

Percobaan ini menunjukkan salah satu penyebab utama pelapukan kimiawi, yaitu aksi air. Bagian proses erosi air ini adalah pelarutan sebagian material membentuk larutan. Bagian proses lainnya adalah pencampuran material dengan air membentuk suspensi (campuran yang terdiri atas bagian-bagian yang akan mengendap jika didiamkan). Suspensi terbentuk ketika material bercampur dengan air tetapi tidak larut. Air mengikis bola lumpur, dengan pertama-tama air melarutkan lalu bercampur dengan material-material dalam bola, dan akhimya mengangkut material mengalir keluar. Agen-agen erosi pada percobaan ini adalah air dan gaya tarik Bumi.

Gaya tarik Bumi menarik air ke bawah. Ketika mengalir keluar lubang gelas, air membawa material yang larut dan campuran material keluar bersamanya. Ketika air berhenti bergerak, gaya tarik Bumi menarik material yang tidak larut oleh air ikut turun, terkumpul pada gelas. Gaya tarik Bumi menarik partikel-partikel yang telah melewati proses pelapukan ke tempat lebih rendah. Partikel yang terangkut oleh erosi disebut sedimen. Penumpukan sedimen disebut (deposisi).

Erosi adalah proses pengikisan, dan pengendapan adalah proses pembangunan. Tanah yang labil mudah terjadinya erosi. Kelabilan tanah disebabkan karena kerusakan ekosistem di lingkungan itu. Hubungan interaksi antara lingkungan fisik dan organisme hidup saling membutuhkan dan adanya ketergantungan. Uji coba ini telah menunjukkan cara mengetahui proses terjadinya erosi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img