Home Sekolah Alam Cara Mempelajari Kecepatan Peluncuran

Cara Mempelajari Kecepatan Peluncuran

0

Cara mempelajari kecepatan peluncuran dan pengaruhnya terhadap orbit satelit buatan manusia dengan membuat model bagaimana satelit diluncurkan ke orbit.

aksiografi.com – Satelit alam adalah benda angkasa yang mengorbit benda angkasa lainnya, seperti Bulan, yang mengorbit Bumi. Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang mengorbit Bumi. Satelit buatan dinaikkan ke ketinggian yang diinginkan di atas Bumi dan diluncurkan oleh roket yang sejajar dengan permukaan Bumi. Kecepatan maju dan gaya gravitasi membuat satelit berada di orbit mengelilingi Bumi.

Dalam percobaan ini, kamu akan mempelajari kecepatan peluncuran dan pengaruhnya terhadap orbit satelit buatan manusia. Kamu akan mengetahui waktu-waktu yang paling balk untuk melihat satelit dan cara mengukur kecepatan sudutnya. Kamujuga akan mengetahui mengapa satelit diluncurkan di berbagai arah.

Tujuan Pembelajaran

Membuat model bagaimana sebuah satelit diluncurkan ke orbit.

Bahan-Bahan

2 buku yang berukuran sama, masing-masing dengan panjang kira-kira 25 cm

kartu indeks

isolasi transparan

3 penggaris – 2 penggaris harus sama dan mempunyai galur di tengahnya

tanah liat seukuran satu kepalan

handuk mandi

kelereng

Cara Kerja

1. Jajarkan kedua buku ujung yang satu bertemu dengan ujung yang lain di atas meja.

2. Letakkan kartu indeks di atas ujung buku dan melebihi tepi meja.

3. Lekatkan ujung-ujung penggaris bergalur ujung yang satu bertemu dengan ujung yang lain. Isolasilah hanya pada sisi yang tidak bergalur. Ini sebagai peluncurmu.

4. Letakkan peluncur di atas buku sehingga satu ujungnya berada di atas kartu indeks. Naikkan ujung tersebut 5 cm di atas buku. Letakkan tanah liat di bawah ujung itu sebagai penyangga. Biarkan ujung peluncur yang lain melebihi ujung buku.

5. Aturlah posisi buku sehingga ujung peluncur yang melebihi buku berada di 10 cm dari tepi meja.

6. Letakkan handuk di atas lantai dekat tepi meja. Handuk tersebut akan menghentikan kelereng ketika jatuh ke lantai.

7. Aturlah posisi kelereng di ujung peluncur yang dinaikkan, kemudian lepaskan kelereng tersebut (lihat di bawah). Kelereng itu harusnya jatuh di atas handuk.

8. Amati jalur kelereng setelah kelereng tersebut meninggalkan peluncur.

Hasil

Jalur kelereng berbentuk lengkungan setelah kelereng tersebut meninggalkan peluncur.

Mengapa?

Dalam model ini, meja menggambarkan Bumi. Bagian atas buku adalah tempat yang berada di atas permukaan Bumi sebagai tempat peluncuran “satelit kelereng” secara horizontal, sejajar dengan permukaan Bumi. Setelah terpisah dari peluncumya, satelit bergerak dalam jalur melengkung. Lengkungan tersebut berasal dari velositas horizontal maju satelit (kecepatan yang mewakili arah tertentu) dan tarikan gravitasi ke bawah. Satelit sungguhan akan melanjutkan jalur lengkung dan kembali ke titik peluncurannya.

Cobalah Pendekatan Baru

Jika kecepatan horizontal satelit kelereng cukup besar, gravitasi bumi menariknya ke dalam jalur lengkung melewati tepi meja. Peragakan pengaruh kecepatan horizontal yang berbeda pada jalur satelit dengan mengulangi percobaan yaitu menaikkan ujung peluncur dengan berbagai ketinggian.

Rancanglah Percobaanmu Sendiri

la. Permukaan Bumi melengkung menjauhi dari satu garis singgung (menyentuh di satu titik) ke permukaannya pada laju 3 -JQ mil (4,9 km) untuk setiap 5 mil (8 km). Jadi, di dekat permukan Bumi, sebuah benda yang terbang dengan kecepatan 5 mi l (8 km) per detik akan mempertahankan ketinggiannya dan bergerak dalam jalur lengkung mengelilingi Bumi. Gambarlah sebuah diagram untuk menggambarkan pengaruh kecepatan peluncuran yang lebih besar, lebih kecil, dan sama dengan 5 mil (8 km) per detik.

b. Kecepatan horizontal satelit tergantung pada jaraknya di atas Bumi, yang mempengaruhi kekuatan gravitasi yang bekerja pada satelit. Gravitasi pada jarak tertentu dari pusat Bumi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

g1 / g2 =  r22 / r12

g1 = 9,8 m/df2, gravitasi pada jarak yang sama dengan jari-jari bumi (di permukaan)

r1   =    12.757 Km, jari-jari Bumi

g2   =   gravitasi pada jarak r2

r2   =   jarak dari pusat Bumi ke orbit satelit

Untuk data sampel, kesalahan acak akan menjadi:

E = 2° : (5 – I)

   = 2° : √4

   = 2°: 2

jadi E   = 1°

Untuk menyatakan kesalahan acak dari pengukuran yang kamu lakukan, kamu akan mengatakan bahwa nilai sudut adalah 29,6° ± 1 °. Ini berarti bahwa pengukurannya antara 28,6° dan 30,6°.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version