Rabu, Juni 16, 2021

Cara Membuat Model Front Hangat

Must Read

Cara membuat model front hangat, massa udara yang bergerak, sebenarnya sangat mudah. Kerapatan massa udara beragam sesuai dengan suhu dan kelembapan udara.

aksiografi.com – Massa udara yang tidak bergerak pada jangka waktu tertentu mencerminkan sifat suhu dan kelembapan daerah yang berada di bawahnya. Perbedaan suhu dan kelembapan antara daerah yang berhubungan mengakibatkan pergerakan massa udara dan perubahan kondisi iklim lokal.

Dalam percobaan ini, kita akan belajar mengenai massa udara dan memperagakan bagaimana perbedaan kerapatan menyebabkan terjadinya front hangat dan dingin. Dengan metode sekolah alam, kita akan belajar bagaimana keadaan daerah sumber menyebabkan timbulnya nama-nama massa udara.

Selain itu, kita juga akan mengetahui bagaimana nama-nama tersebut dapat dikombinasikan untuk menjelaskan kelembapan dan suhu daerah sumber tersebut. Selanjutnya, kita akan menemukan bagaimana lambang pada peta cuaca menandai adanya pergerakan front dan bagaimana awan dapat digunakan untuk mencirikan front. Kita akan mempelajari titik embun dan bagaimana suhu tersebut terpengaruh oleh front, dan dampaknya pada pembentukan awan.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam kali ini bertujuan untuk membuat model front hangat.

Bahan-Bahan

  • 1 gelas ukur (250 ml) air pewarna makanan berwarna biru
  • botol plastik bening berukuran 2 ons (600 ml)
  • 1 gelas minyak goreng (250 ml)
  • sendok

Cara Kerja Membuat Model Front

Cara Membuat Model Front

1. Penuhi gelas ukur dengan air.

2. Tambahkan tiga tetes pewarna makanan ke dalam air dan aduk.

Baca Juga:   Cara Membuat Fenolftalein, Indikator pH

3. Tuangkan air ke dalam botol.

Baca Juga:   Membuat Model Bumi 3D

4. Isi gelas ukur dengan minyak.

5. Miringkan botol, tuang minyak ke dalamnya dengan perlahan (lihat Gambar di bawah ini). B. Amati gerakan minyak ketika masuk ke dalam botol.

Hasil Model Front

Minyak bergerak menyebar di atas air berwarna biru.

Mengapa?

Sebuah massa udara adalah sekelompok besar udara yang mempunyai suhu dan kelembapan yang kira-kira sama seluruhnya. Massa udara terbentuk ketika udara diam di atas suatu daerah dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga mencerminkan sifat suhu dan kelembapan dari daerah itu. Membutuhkan waktu seminggu atau lebih untuk membentuk sebuah massa udara.

Kerapatan massa udara beragam sesuai dengan suhu dan kelembapan udara. Massa udara hangat sedikit kurang rapat ketimbang massa udara dingin. Massa udara lembap sedikit kurang rapat ketimbang massa udara kering. Ketika massa udara dengan kerapatan yang berbeda bertemu, mereka tidak saling bercampur seperti halnya minyak dan air, suatu batas pemisah akan terbentuk di antara kedua massa udara yang berbeda itu.

Pada percobaan, minyak mewakili massa udara hangat dan air yang berwarna adalah massa udara dingin. Sama seperti minyak dan air, udara hangat dan kurang rapat bergerak di atas udara dingin dan lebih rapat.

Vilhelm Bjerknes (1862-1951), seorang ahli meteorologi dan ilmu fisika dari Norwegia, menciptakan istilah front untuk menjelaskan batasan antara massa udara hangat dan dingin. Tepi terdepan dari sebuah massa udara hangat yang bergerak masuk ke dalam sebuah daerah yang terpenuhi oleh massa udara dingin disebut front hangat.

Baca Juga:   Cara Membuat Marsmallow

Front dingin terjadi apabila tepi terdepan dari massa udara dingin bergerak masuk ke dalam sebuah daerah yang terpenuhi oleh massa udara panas. Jika batas antara massa udara panas dan dingin tidak bergerak, keadaan ini disebut sebagai suatu front tetap/stationer.

Batasan di mana massa udara dingin bertemu massa udara sejuk di bawah massa udara hangat disebut front macet/occluded. Pada sebuah front, cuaca biasanya belum menentu dan berangin keras. Ini menyebabkan timbulnya hujan yaitu hujan frontal.

Baca Juga:   Teknik Menguji Keberadaan Minyak Tidak Jenuh

Coba pendekatan baru

1. Buatlah sebuah model front dingin yang dihasilkan oleh gerakan dari massa udara dingin ke dalam suatu daerah yang dipenuhi oleh massa udara hangat. Caranya adalah dengan mengulangi percobaan pertama, tetapi sekarang tuangkan minyak ke dalam botol terlebih dulu, kemudian secara perlahan tuangkan air berwarnanya.

2. Apakah volume dari massa udara berpengaruh pada hasil? Ulangi percobaan sebanyak dua kali, pertama gunakan 1 1/2 gelas (375 ml) air dan ½ gelas (125 ml) minyak, kemudian gunakan ½ gelas (125 ml) air dan 1 ½  gelas (375 ml) minyak.

Selamat Belajar!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img