Pengguna Menggugat Apple atas Penjualan Data

Must Read

Pengguna menggugat Apple atas penjualan datanya sebagai pelanggan. Ternyata apple tak semanis buanya, semakin cantik semakin mengancam privasi. Apple satu ini bukan buah-buahan tapi perusahaan teknologi multinasional yang berpusat di Cupertino, California.

aksiografi.com – Pengguna menggugat Apple atas penjualan datanya sebagai pelanggan. Ternyata apple tak semanis buanya, semakin cantik semakin mengancam privasi. Tentunya, apple ini bukan jenis buah-buahan karena berkaitan dengan data pelanggan. Tapi apple jenis ini adalah perusahaan teknologi multinasional yang berpusat di Cupertino, California.

Pengguna menggugat apple atas tudingan bahwa data informasinya dijual oleh Apple Inc. Tudingan ini sangat keras karena proses jual beli data melawan aturan perusahaan sendiri. Seperti diketahui Apple Inc. selain memproduksi perangkat keras juga memiliki perangkat lunak atau software.

Perangkat lunak ini meliputi sistem operasi macOS dan iOS, pemutar media iTunes, penjelajah web Safari, dan perangkat kreativitas dan produktivitas iLife dan iWork, serta berbagai aplikasi profesional seperti Final Cut Pro, Logic Pro, dan Xcode. Layanan daringnya meliputi iTunes Store, iOS App Store dan Mac App Store, Apple Music, dan iCloud.

Gugatan yang ditujukan kepada Apple Inc. terkait dengan perangkat lunak pemutar media iTunes dengan membeli musik melalui iTunes Store . Sebagaimana dilansir Bloombers dengan judul “Apple Accused of Selling iTunes Customers’ Listening Data” oleh Robert Burnson  and Edvard Pettersson. Sabtu (25/05/2019).

Pengguna Menggugat Apple
Foto: Cropping Laman Bloomberg

Ada tiga pengguna iTunes dari Michigan dan Rhode Island berkeberatan pada pengadilan dan melawan Apple Inc. Mereka sebagai pelanggan yang mewakili negara bagian di mana data mereka terbuka. Mereka mewakili ratusan ribu penduduk negara bagian di mana mereka tinggal, yang mengalami kasus serupa. Mereka mencatat bahwa penjualan informasi menjadi pelanggaran hukum dari masing-masing hukum negara bagian. Kasus itu telah terdaftar di Pengadilan California. 

Mereka menganggap tindakan jual beli ini tidak hanya melanggar hukum tapi juga sangat membahayakan identitas pemilik dan bisa disalahgunakan untuk menargetkan anggota masyarakat yang rentan.

“Misalnya, setiap orang atau entitas dapat menyewa daftar nama dan alamat pengguna wanita berpendidikan tingi yang belum menikah, berusia 70 dengan pendapatan lebih dari USD $80 ribu atau Rp 1,1 miliar yang membeli musik country dari Apple melalui toko iTunes. Data tersebut dijual USD $136 atau Rp 1,9 juta per seribu pelanggan terdaftar,” ujar penuntut sebagaimana dilansir Bloomberg.

Masing-masing group meminta ganti rugi sesuai hukum negara bagian. Untuk pengguna iTunes Rhode Island meminta masing-masing US$250, sedangkan US$5.000 untuk konsumen Michigan.

Gugatan mereka mencatat bahwa Apple bisa menjual data tergantung produk dari preferensi konten mereka. Menjual informasi melawan aturan Apple sendiri ‘apapun yang terjadi di iPhone Anda tetap ada di iPhone Anda’. 

Apple belum merespon laporan gugatan ini. Memang, Apple, sebelumnya, menegaskan aturan yang akan melawan aplikasi melakukan tindakan pengambilan data kesehatan pengguna. 

Apple juga pernah mengawasi beberapa aplikasi yang berusaha menggunakan teknologi korporasi penyedia layanan monitor anak kepada orang tua melalui aplikasi. Perusahaan itu telah menghentikan aplikasi karena teknologi terlalu berisiko untuk digunakan di luar jaringan bisnis. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pohon Tin adalah Pohon Tertua dalam Sejarah Kemanusiaan

Pohon tin adalah pohon tertua dalam sejarah kemanusiaan. Buah ini juga menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran dan dijadikan sumpah Allah
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img