Sampah Plastik Terabaikan dalam Dunia Akademi

Sampah plastik di perairan Indonesia sangat berlimpah. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia. Luas wilayah kelautan Indonesia lebih besar dibanding wilayah daratan.

aksiografi.com – Luas wilayah kelautan Indonesia lebih besar dibanding wilayah daratan. Total luas wilayah laut Indonesia mencapai 3.257.357 km2 dengan batas teritorial kontinental sejauh 12 mil dari garis besar. Lautan yang cukup luas itu juga menjadikan Indonesia penghasil sampah plastik di laut. Perhatian pemerintah tentang kondisi laut yang tercemari sampah plastik belum ada upaya maksimal. Dunia akademik juga masih kurang menghasilkan penelitian tentang limbah plastik.

Sampah plastik di perairan Indonesia sangat berlimpah. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia. Luas wilayah kelautan Indonesia lebih besar dibanding wilayah daratan. Total luas wilayah kelautan Indonesia mencapai 3.257.357 km2 dengan batas wilayah laut/teritorial dasar kontinen sejauh 12 mil diukur dari garis besar.

Jumlah pulau Indonesia baik besar maupun kecil sebanyak 16.056 pulau. Jumlah ini berkurang dibanding data sebelumnya tahun 2017. Sebaran pulau dengan luas lautan menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat di lautan. Berbagai aktivitas yang terjadi seperti nelayan penangkap ikan, lalu lintas perahu dagang,

Luas laut memiliki risiko pencemaran laut dengan plastik. Hasil penelitian Jenna Jambeck bersama tim dari Universitas Georgio, Indonesia menjadi negara terbesar kedua dalam pencemaran laut dengan plastik.

Namun Indonesia belum banyak mengetahui apa dampak pencemaran plastik di lautan. Bukan itu saja, para akademisi pun masih kekurangan bahan terkait dampaknya terhadap biota laut.

Marine Research Laboratory (MEAL), Universitas Padjajaran di Bandung, melakukan kolaborasi penelitian dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, Universitas Maritim Raja Ali Haji di Kepulauan Riau, dan Mantawatch International yang berbasis di London, menemukan bahwa tidak banyak penelitian di Indonesia terkait dengan isu sampah plastik di laut, terutama di Indonesia bagian Timur.

Mereka melakukan tinjauan sistematis terkait penelitian tentang limbah plastik di laut. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal penelitian, Marine Pollution Journal.

Mereka menekankan pentingnya penelitian tentang dampak sampah laut bagi ekosistem perairan di Indonesia. Hasil penelitian dapat memberikan masukan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan dan arah perusahaan, pemangku kepentingan, terkait urgensi membebaskan laut dari sampah plastik dan turunannya.

Saat perusahaan-perusahaan di Indonesia memproduksi kebutuhan sehari-hari dalam kemasan plastik namun di sisi lain, pemerintah belum memiliki kebijakan dalam mengelola limbah secara komprehensif. Justru pemerintah cenderung menyalahkan masyarakat sebagai pengguna bukan membatasi perusahaan-perusahaan dalam memproduksi barang dalam kemasan plastik.

Pencemaran sampah plastik di laut sudah mengancam kehidupan biota laut. Tahun 2050 diperkirakan akan ada 12 miliar ton sampah plastik mencemari lingkungan. Masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir di Asia Tenggara dan berbagai komunitas di seluruh dunia yang paling merasakan dampaknya.

Minimnya Penelitian Sampah Plastik

Kurangnya penelitian di Indonesia tentang limbah plastik di laut akan berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat Indonesia di masa depan. Luasan wilayah laut dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia serta ribuan perusahaan yang memproduksi barang dan makanan dari kemasan plastik disertai tidak adanya kebijakan pemerintah dalam menangani dan menanggulangi sampah plastik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan ekologi laut lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Data penelitian tentang sampah plastik di laut masih sangat kurang. Menurut MEAL sebagaimana dilansir the conversation.com bahwa penelitian tentang limbah plastik sejak 1950 hingga tahun 1978 masih sedikit. Nanti pada tahun 2018 penelitian tentang limbah plastik yang dipublikasikan terdapat  579. Artikel tentang tema ini, hanya sebanyak 50 yang diterbitkan di Indonesia sejak tahun 1986.

Artikel yang dilansir oleh the conversation.com ditulis Noir Primadona Purba, dosen dan peneliti di Universitas Padjajaran, mengungkapkan bahwa penelitian tentang limbah plastik di Indonesia masih belum memadai.

“Penelitian tentang sampah plastik laut di Indonesia hanya fokus di Indonesia bagian barat, terkonsentrasi pada pulau-pulau pada penduduk di Jawa dan Bali.” tulis Noir.

Sementara penelitian di Indonesia bagian timur, Noir hanya menemukan lima penelitian yang fokus pada limbah laut, dua diantaranya terbit sekitar 20 tahun lalu.

“Belum ada publikasi secara komprehensif membahas akumulasi mikroplastik dalam organisme laut,” ungkapnya dalam artikelnya. Karena itu ia bersama rekan-rekannya mengusulkan penelitian yang lebih komprehensif terkait dampak sampah laut terhadap ekosistem. Dampak limbah plastik pada organisme di kolam air: bagaimana sampah plastik mengubah distribusi kehidupan laut, bagaimana sampah plastik memengaruhi kesehatan manusia, dan bagaimana dampak itu memengaruhi ekonomi lokal dan nasional.