Selasa, September 28, 2021

Lidah Mertua Penjaga Lingkungan

Must Read

Lidah mertua penjaga kebersihan lingkungan karena kemampuannya dalam mereduksi radiasi, menyerap polusi udara, menyerap racun, menetralkan aroma tak sedar di dapur.

Aksiografi.com – Lidah mertua merupakan tanaman penjaga lingkungan. Model, warna, dan corak daunnya sehingga tanaman yang selalu menjadi prioritas dalam rumah dan pekarangan. Kemampuan daya serap racun atau radiasi yang ada di lingkungan sekitarnya sehingga tanaman ini pantas untuk perumahan dan perkantoran di kota-kota yang banyak pencemaran udaranya.

Lidah mertua adalah genus sanseviera dari rumpun famili ruscaceae. Tanaman ini dijadikan sebagai tanaman hias di pekarangan dan dalam rumah. Ia cukup populer sebagai tanaman hias karena dapat tumbuh dalam kondisi kurang air dan cahaya sehingga dapat menghiasi teras dan ruang tamu.

Istilah ini diambil dari bahasa Inggris, mother-in-low’s tongue. Bentuknya yang tajam sehingga diasumsikan setajam perkataan ibu mertua namun manfaatnya sangat banyak.

Lidah Mertua Menyerap Racun

Tanaman lidah mertua memiliki kemampuan menyerap bahan beracun seperti karbon dioksida, karbon monoksida, benxene, formaldehyde, dan trichioroethylene. Memang tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman penjaga lingkungan.

Hasil kajian dari Naresuan University, Thailand, menunjukkan bahwa kadar karbon dioksida dalam ruang kantor yang menjadi sampel penelitiannnya berkurang dengan menanam lidah mertua.

Sedangkan hasil penelitian dari NAZA juga menyebutkan racun yang terserap di udara antara lain benzena, sylene, trichlorethylene, dan formaldehyde. Zat-zat itu berbahaya bagi manusia jika menghirupnya karena dapat menyebabkan kanker. Ekstrak methanolic dari daun ini sebanyak 125 μg/ml. Hasil ekstrak ini akan menjadi antikanker aktif dan antiproliferative bagi sel-sel kanker.

Hasil penelitian itu kemudian NAZA merekomendasikan agar rumah sedang dan besar dengan ukuran 167 meter persegi ditanam 15-18 tanaman lidah mertua. (Rolling Nature). Seperti dalam Rosha, ddkk, 2013. Di perkantoran, tanaman ini banyak di simpan dalam ruangan untuk menyerap racun yang ada pada udara yang kotor (polusi).

Baca Juga:   Mencari Calon Pemimpin Lingkungan
Baca Juga:   Australia Dilanda Suhu Panas Ekstrem

Hasil riset Wolverton environmental service menyatakan bahwa dalam sehelai daun Sansevieria mampu menyerap formaldehid sebanyak 0,938 μg per jam (Purwanto, 2006). Sehelai daun ini mengandung senyawa aktif pregnane glycoside. Senyawa ini meruapak zat yang dapat mengurai zat beracun menjadi senyawa asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Mekanisme penyerapan polutan pada tanaman ini sama dengan mekanisme pernapasan. 

Pertama, tanaman ini akan menggunakan stomata sebagai vacum cleaner dalam penyerapan atau penyedotan gas-gas beracun dan akan masuk kedalam sistem metabolisme dalam tubuh tanaman ini. Kedua, gas-gas beracun akan disalurkan atau dikirim menuju akar. Kemudian pada akar akan terjadi proses detoksifikasi oleh mikroba. Proses ini akan menghasilkan suatu zat yang akan diperlukan oleh tanaman. Dalam proses pernapasan ini akan menghasilkan gas O2 (oksigen) yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Proses ini akan terus berlangsung selama tanaman Sansevieria masih hidup (Nababan, 2014).

Lidah mertua mengandung serat alami yang dapat digunakan sebagai bahan baku tekstil yang banyak digunakan di Cina dan New Zealand (Purwanto, 2006). Jenis serat Sansevieria hampir sama dengan serat daun nanas yaitu memiliki karakteristik serat tidak mudah rapuh, mengkilat, dan panjang sehingga memudahkan penataan pada pembuatan benang.

Berdasarkan keunggulan tersebut Sansevieria berpotensi sekali untuk keperluan industri berbasis serat (Situmorang, 2017). Selain itu serat lidah mertua ini juga dapat dijadikan sebagai tali, komponen alat musik, bahan baku kertas dan lain-lain.

Baca Juga:   13 Tanaman Pengusir Hama yang Efektif

Tanaman lidah mertua juga dipercayai masyarakat memiliki manfaat untuk pengobatan sakit telinga, sakit perut, sakit gigi, luka, ulkus, hemoroid, sebagai antiseptik dan anti kanker. Ekstrak tanaman ini dapat dijadikan sebagai antibiotik sama seperti antibiotik ekstrak tanaman obat. Dalam penelitian Lombogia, dkk (2016) menyatakan bahwa ekstrak daun lidah mertua (Sansevieria trifasciata) mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan Streptococcus sp.

Lidah Mertua Mereduksi Radiasi

Jika di rumah atau di kamar anda menggunakan alat-alat elektronik seperti televisi, komputer dan handphone, sebaiknya taruh tanaman ini dalam pot dan letakkan dalam kamar. Tanaman ini juga berfungsi mengurangi gelombang radiasi yang dihasilkan barang-barang elektronik.

Baca Juga:   13 Tanaman Pengusir Hama yang Efektif

Mungkin karena kemampuan daya serap racun yang dimilikinya sehingga orang Afrika memanfaatkannya sebagai penawar racun gigitan binatang berbisa.

Lidah Mertua Menyerap Polusi Udara

Tanaman lidah mertua ini sangat membutuhkan karbondioksia (CO2) untuk berfotosintetis. Selain menyerap CO2 tanaman ini juga memproduksi oksigen yang segar. Hasil penelitian dari Harvard University Extention, sebagaimana dikutip di situ kebun Balcony Garden, menyebutkan tanaman ini yang paling banyak menghasilkan oksigen.

Daya serap racun yang tinggi sehingga Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan, menjadikan tanaman ini sebagai tanaman yang wajib bagi instansi pemerintah dan swasta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggagas gerakan dengan #200taman2jutatanaman. Salah satunya yang menjadi prioritas adalah tanaman lidah mertua.

Lidah Mertua Menetralkan Bau Busuk

Bagi ibu rumah tangga yang sering kesulitan membersihkan rumahnya karena bau tak sedap, silahkan simpan tanaman ini di bagian dapur. Tanaman ini juga mampu menyerap bau tak sedap.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img