Burung gagak memiliki kecerdasan tertinggi
Burung Gagak adalah binatang pemandu manusia pertama dalam mencari solusi bagaimana menguburkan mayat

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal. AL-QURAN: SURAH AL MAIDAH AYAT 31.

aksiografi.com – Burung Gagak di beberapa kebudayaan sering dikaitkan dengan hal buruk. Orang Eropa mempercayai sebagai binatang peliharaan tukang sihir. Orang Indonesia, di beberapa suku, menganggap sebagai pertanda keburukan. Namun dalam Islam burung Gagak adalah pemandu manusia pertama dalam mencari solusi bagaimana menguburkan mayat.

Gagak adalah anggota ordo burung pengicau (Passeriformes) dari family Corvidae dengan genus Corvus. Gagak dalam bahasa Latin disebut Corvus Corax.

Burung Gagak memiliki kecerdasan. Namun seberapa tinggi tingkat kecerdasannya? Baru-baru ini ilmuan telah melakukan penelitian tingkat kecerdasannya.

Ilmuan bernama Bernd Heinrich dan Thomas Bugnyar dari Vermont University,, Kanada dan St Andrews University, Scotland, menunjukkan kemampuan mental yang luar biasa dimilikinya.

“Burung-burung itu menggunakan logika untuk memecahkan masalah dan berbagai kemampuan mereka bahkan melampaui kera besar,” ungkap mereka sebagaimana dilansir thebuffelhead.

Beberapa eksperimen menunjukkan bagaimana burung itu mengarahkan hewan lain bekerja agar mereka dapat mempermudah pemulungan makanan mereka, dan untuk mengamankan lebih dari 90 persen mangsanya telah memburu mereka.

Hasil eksperimen yang dilakukan pada Carrion Crown (Corvus corone) di Jepang. Kacang keras yang sulit dihancurkan, ia menjatuhkannya di persimpangan jalan raya sehingga kendaraan yang bergerak melintasi jalanan itu menginjak kacang itu dan hancur. Burung itu lalu memakannya.

Namun burung gagak lebih spektakuler. Dia justru menunggu lampu lalu lintas berubah warna merah lalu keluar di depan lalu lintas yang macet untuk mengumpulkan kacang-kacangan itu.

Jackdaw, sebutan burung gagak dalam bahasa Inggris, memiliki kemampuan menafsirkan isyarat komunikatif manusia untuk menemukan makanan tersembunyi. Ia mampu menganalisa saat manusia memandang makanan atau menunjuknya.

Beberapa Jackdaw mengikuti kawanan rusa dan mencabut rambut mereka untuk sarang. Di Inggris dan Wales, binatang cerdas ini mampu melepas tutup botol susu yang berisi penuh saat disajikan di beranda lalu meminum isi botol itu.

Pengujian kecerdasan juga pernah dilakukan seorang ahli biologi, Alex Taylor. Ia melakukan tes pada gagak Kaledonia Baru. Gagak ditempatkan di kandang di mana tongkat akan muncul dari kulit. Lalu mereka menggunakan dua skenario untuk menguji cara berpikir logis hubungan sebab akibat yang dimiliki Gagak.

Skenario pertama, seorang manusia diamati memasuki persembunyian sebelum tongkat bergerak, dan pergi setelah itu dan tetap bersembunyi. Gagak jauh lebih santai setelah manusia pergi dan menandai dengan benar hubungan gerakan tongkat dengan kehadiran manusia. Mereka mencari makan dan berperilaku normal. Jika mereka tidak punya referensi lain tentang keberadaan tongkat, mereka tetap waspada.

Dalam percobaan lain, para ilmuwan menguji tingkat kecerdasan Gagak dalam membedakan antara air dan pasir. Alat yang digunakan dalam menguji adalah tabung yang berisi air dan suguhan mengambang di luar jangkauan Gagak. Ternyata burung Gagak mengisi tabung dengan baru yang cukup atau benda berat lainnya untuk membawa makanan dalam jangkauannya.

Burung Gagak juda diperhadapkan dengan skenario yang berbeda, tabung dengan permukaan air yang berbeda. Rupanya Gagak menunjukkan preferensi mutlak untuk tabung yang akan memberi mereka makanan dengan jumlah pekerjaan paling sedikit.

Gagak juga mampu memahami perpindahan air. Tingkat keberhasilan Gagak setara dengan anak-anak yang berusia tujuh tahun.

Tingkat kecerdasan burung Gagak tidak diragukan dibanding dengan hewan lain. Dia menjadi mentor pertama bagi manusia dalam menemukan solusi memperlakukan mayat. Al-Quran menceritakan sebagaimana dalam surah AL-Maidah ayat 30-32 menuntun Qabil bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya.

Para peneliti terus melakukan berbagai pertanyaan tentang tujuan diberikan kecerdasan tinggi pada burung Gagak ketimbang lain. Burung lain menjalani hidup dengan baik walaupun dengan intelijen jauh lebih sedikit. Mungkinkah gagak diciptakan dengan memiliki tujuan yang jauh lebih tinggi di alam ini dengan kehidupannya yang sederhana?