Virus Corona pada Anjing Disebut CCoV

Must Read

VIrus Corona pada anjing berbeda dengan virus corona yang menjangkiti manusia. Pada anjing virus corona disebut dengan Canine Coronavirus (CCoV), CCoV juga menginfeksi saluran pencernaan dan pernapasan anjing namun berbeda dengan COVID-19 pada manusia.

aksiografi.com – Virus corona banyak jenisnya seperti yang menyerang pada anjing. Virus corona pada anjing disebut dengan canine coronavirus (CCoV). Berbeda spesies dengan virus corona pada manusia seperti SARS, MERS, dan SARS-CoV2. Canine coronavirus hanya dapat menjangkiti anjing dan menginfeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan anjing.

Pada 1971 selama epizootic di Jerman, terjadi wabah sporadis pada anjing. Awalnya infeksi coronavirus itu pada anjing dikaitkan dengan virus gastroenteritis menular babi atau Transmisiible Gastroensteritis Virus (TGEV) sebagaimana dijelaskan Binn. Saat ini, Canine coronavirus (CCV) diakui sebagai patogen utama dari anjing.

CCV ini bersifat enzootik di seluruh dunia sejak virus ini telah melanda Eropa, Amerika Serikat, Thailand, dan Australia. A. Pratellli dari Department of Health and Animal Welfare, Strada Provinciale per Casamassima, Valenzano (Bari) telah melakukan studi serum. Hasilnya menunjukkan bahwa anjing normal dan anjing dalam wabah enteritis di kandang di Belanda mengungkapkan tingginya tingkat antibodi terhadap CCV pada anjing normal dan pada populasi dengan diare.

Infeksi CCoV ini bersifat subklinis atau tidak menimbulkan gejala sakit. Menurut Sugiyono Saputra PhD, peneliti LIPI, bahwa Canine Coronavirus tidak menimbulkan gejala klinis pada anjing, kalaupun menimbulkan gejala, virus ini jarang bersifat fatal atau menyebabkan kematian sebagaimana dilansir Kompas pada 19 Februari 2020.

Baru-baru ini dihebohkan terkait anjing di Hong Kong diberitakan positif virus corona. Namun berita itu tidak menjelaskan jenis atau spesies virus corona apa yang menjangkiti anjing itu sebagaimana dirilis website national geographic. Apakah novel coronavirus (COVID-19) atau jenis lain. Tak ada penjelasan. Berita itu juga mengutip dari media-media online yang merilis tentang anjing di Hong Kong terjangkiti virus corona. Hingga saat ini belum ada bukti human coronaviruses seperti SARS, MERS, dan SARS-CoV2 menyerang anjing atau kucing.

Meskipun virus corona dari hewan seperti anjing dan kucing bisa menyebabkan manusia sakit karena terkontaminasi melalui feses, namun tidak sebaliknya. Menurut Peter Daszak, presiden EcoHealth Alliance, bahwa jika jenis virus hewan dapat berikatan dengan reseptor sel manusia, maka itu dapat membuat kita sakit.

Selain anjing, CCoV juga dapat menjangkiti coyotes, serigala dan rubah. Tanda-tanda pada anjing yang terinfeksi CCoV adalah kehilangan selera makan, demam, murung dan muntah-muntah. Feses nya berlendir dan mengandung darah dan berbau busuk yang khas. Sementara anak anjing dapat merengguk nyawanya karena dehidrasi yang berkembang cepat.

Menurut Rania Gollakner canine coronavirus tidak sama dengan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit novel coronavirus (COVID-19) yang saat ini melanda dunia.

Canine parvovirus pada anjing virus yang sangat menular yang dapat menyebabkan muntah dan diare berdarah; paling sering terlihat pada anak anjing antara enam minggu dan enam bulan, itu mahal untuk dirawat dan berakibat fatal pengobatan), virus penyebar taring (yang parah, virus di udara yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, muntah dan diare), canine adenovirus (juga disebut hepatitis menular, itu menyebabkan muntah, diare, parah kerusakan hati dan kematian), dan rabies (virus yang menyebabkan perubahan temperamen, ketidakmampuan untuk menelan, kejang-kejang dan kematian dapat ditularkan ke hewan lain dan manusia) dianggap sebagai vaksin inti untuk anjing.

CCoV menyerang bagian lapisan usus kecil yang dipenuhi struktur yang disebut villi. Villi ini ditutupi dengan rambut halus (mivorvilli) yang menyerap nutrisi. CCoV menyerang puncak bukit villi sehingga kemampuan memproses makanan rendah.

- Advertisement -spot_img

Latest News

Pohon Tin adalah Pohon Tertua dalam Sejarah Kemanusiaan

Pohon tin adalah pohon tertua dalam sejarah kemanusiaan. Buah ini juga menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran dan dijadikan sumpah Allah
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img