Tanaman Herbal Cacingan

Tanaman Herbal cacingan untuk anak yang sedang cacingan adalah ceguk atau Quisqualis indica L. atau Quisqualis ebracteata Beauv. Di berbagai daerah tanaman ini dikenal dengan nama wudani, bidani, kacekluk, rhabet, atau besi tikao.

aksiografi.com – Anak pada masa pertumbuhannya sering kali bermain-main dengan memanfaatkan barang atau mainan apa saja. Bahkan terkadang memasukkan ke dalam mulutnya. Pada fase ini, anak sering mengalami gangguan pencernaan, kembung, muntah akibat cacingan.

Pada usia 2 tahun menjelang 3 tahun, anak mengalami cacingan. Jenis cacingan yang sering menyerang pada anak adalah cacing kremi (Oxyuriasis), cacing gelang (Ascariasis), cacing tambang (Ankylostomiasis). Pengobatan pada anak cacingan sebaiknya dilakukan dengan memanfaatkan tanaman herbal karena tidak memiliki dampak besar pada gangguan organ tubuh pada anak.

Ceguk atau Quisqualis indica L. atau Quisqualis ebracteata Beauv merupakan tanaman yang baik untuk mengobati anak yang mengalami derita cacingan. Di berbagai daerah tanaman ini dikenal dengan nama wudani, bidani, kacekluk, rhabet, atau besi tikao.

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui. Pada buah matang ceguk mengandung potassium quisqualata, lemak jenuh, trigonelline dan puridine. Pada kulit buah dan daun mengandung potassium quisqualata. Begitu juga pada tangkaimengandung tanin, saponin, sulfur, calsium oksalat, lemak, peroksidase, dan protein. Sementara bunga ceguk mengandung cyanidine monoglycoside.

Tanaman ini memiliki dampak farmakologis yang bersifat manis, hangat, beracun dalam pengertian mengandung toksik. Masuk meridian limpa dan lambung. Dan juga berfungsi sebagai obat cacing, membantu pencernaan, dan memperkuat limpa.

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit cacingan pada anak.

Cara meramu Tanaman Herbal Cacingan pada Anak

Gambar: Ceguk (Quisqualis indica L.). Sumber

1. untuk Oxyuriasis (cacing kremi). Biji digongseng sampai matang, dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil menggunakan 3-15 biji/ hari, dewasa 15 – 30 biji/ hari, untuk 3 kali makan selama 15 hari.

2. untuk Ascariasis (cacing gelang). Untuk anak-anak, 3-5 biji ceguk digerus lalu dimakan. Sedangkan untuk penggunaan pada akar, ambil akar 2 jari direbus dengan 2 cangkir air, tambahkan sedikit gula jawa, sampai tersisa satu cangkir. Minum pada pagi hari sebelum makan.

3. untuk Ankylostomiasis (cacing tambang). Biji ceguk dicuci bersih lalu digiling halus. Seduh dengan air panas ½ cangkir dan 1 sendok.

Selamat Mencoba!