Sariawan atau Stomatitis aphtosa

Sariawan atau Stomatitis aphtosa merupakan luka atau peradangan pada bibir dan mulut bagian dalam yang menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Meski sepele namun dapat mengganggu penderita saat makan, minum, dan berbicara.

aksiografi.com – Peradagan akibat luka pada bibir dan mulut biasanya disebut sariawan atau aphthae. Peradangan ini sudah ada sejak ribuan tahun. Istilah aphthae berasal dari bahasa Yunani aphthi, yang berarti “menyalakan api” atau “mengobarkan”, dan dianggap pertamakali digunakan oleh Hippocrates dalam menggambarkan rasa sakit yang terkait dengan gangguan umum di mulut (stomatitis aphthoues).[1]

Sariawan adalah penyakit biasa dan tidak menular. Setiap orang bisa mengalami sariawan, tapi wanita, remaja, dan anak-anak lebih sering mengalami peradangan pada bibir dan mulut ini.

Apa itu Sariawan

Sariawan adalah ulkus aphthous yaitu ulkus yang terbentuk pada selaput lendir. Ulus aphthous juga biasa disebut aphthae, aphthosis, dan aphthous stomatitis. Ia dapat berupa luka bulat atau oval yang berulang di dalam mulut di mana kulit tidak terikat erat ke tulang di bawahnya, seperti di bagian dalam bibir dan pipi atau di bawah lidah. Ulkus aphthous juga dapat mempengaruhi alat kelamin pada pria dan wanita.[2]

 Sariawan atau Stomatitis aphtosa
Gambar sariawan. Sumber ilustrasi: medicine.net

Siapa yang Berisiko terkena Sariawan

Siapapun dapat terkena sariawan. Sekitar 20 persen populasi penduduk setidaknya satu atau lebih pernah mengalami sariawan. Umumnya, pertamakali mengalami sariawan di masa kanak-kanak atau remaja[3] dan lebih sering pada wanita ketimbang pria.

Menariknya, merokok dapat melindungi dari aphthae atau sariawan, meskipun merokok membuat banyak kondisi mulut dan kulit menjadi lebih buruk.

Ciri-Ciri Sariawan

Ciri-ciri sariawan dapat dikenali dengan mudah. Biasanya muncul di bagian mana pun di dalam mulut, mulai dari lidah, bibir, pipi bagian dalam, hingga gusi. Bentuk sariawan bisa seperti oval atau bulat, berwarna putih atau kuning dengan tepian berwarna merah, dan memiliki ukuran bervariasi. Biasanya peradangan akibat sariawan selama satu hingga dua minggu dan akan sembuh sendiri.

 Sariawan atau Stomatitis aphtosa
Sumber foto: Mortazavi, et.al.

Penyebab Sariawan

Peradangan pada bibir, lidah, atau mulut bagian dalam dapat disebabkan trauma lokal, faktor genetik, kekurangan nutrisi, infeksi virus dan bakteri, dan gangguan kekebalan atau endokrin. Selain itu juga disebabkan satu atau beberapa faktor dengan kondisi seperti cedera karena tergigit atau kesalahan dalam menyikat gigi, terdapat jamur pada bagian mulut, penyakit autoimun seperti lupus, perubahan hormon, dan stress.

Sariawan juga bisa menjadi penanda adanya tumor atau kanker di mulut dan lidah jika dalam dua minggu sariawan tidak sembuh.[4]

Cara Mengobati Sariawan

Sariawan dala, 1 – 2 minggu akan sembuh sendiri meski tidak diobati. Kita dapat melakukan penanganan sendiri di rumah untuk meredakan nyeri. Caranya cukup mengompres bagian yang terasa sakit dengan es batu. Menghindari makanan dan minuman yang dapat menambah rasa nyeri seperti makanan pedas.

Selain itu, Anda juga perlu lebih berhati-hati sewaktu menyikat gigi, serta menghindari makanan atau minuman yang bisa memperparah rasa nyeri pada sariawan, misalnya makanan pedas.

Jika dalam beberapa dua minggu sariawan tidak sembuh, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan memeriksa dan memberikan pengobatan sesuai dengan penyebab sariawan itu.

Sariawan yang disebabkan infeksi bakteri atau infeksi jamur, dokter akan meresepkan antibiotik dan antijamur. Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri dan antiradang untuk mengurangi keluhan jika dibutuhkan pasien.

Kita juga dapat melakukan pengobatan dengan ramuan herbal atau sayuran yang mengandung zat obat.

Cara Mengobati Sariawan Sendiri

Sariawan pada mulut membutuhkan waktu untuk sembuh dan tidak ada upaya penyembuhan secara instan atau cepat.

Berikut hal-hal yang mengiritasi sariawan Anda akan membantu mempercepat proses penyembuhan, mengurangi rasa sakit, mengurangi kemungkinannya kembali.

Apa yang Harus Dilakukan?

Cara Mengurangi iritasi dengan menggunakan sikat gigi berbulu lembut, minum minuman dingin melalui sedotan, makan makanan yang lebih lembut, lakukan pemeriksaan gigi secara teratur, dan makan makanan yang sehat dan seimbang.[5]

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan?

Selama mengalami sariawan atau proses penyembuhan, sebaiknya Anda menghindari hal-hal berikut ini:

·       jangan makan makanan yang sangat pedas, asin atau asam

·       jangan makan makanan yang kasar dan renyah, seperti roti panggang atau keripik

·       jangan minum minuman yang sangat panas atau asam, seperti jus buah

·       jangan gunakan permen karet

·       jangan gunakan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulphate[6]

Obat Herbal Sariawan

Berbagai tanaman atau tumbuhan herba dapat mengobati peradangan sariawan. Tanaman herba atau tanaman obat yang mengobati sariawan seperti adas, alpukat, bandotan, belimbing wuluh, kelor, kemangi, semanggi gunung, turi, cerme, daun jinten, kembang merak, ketepeng cina, mengkudu, sirih, dan temu lawak.

Cara Mencegah Sariawan

Agar sariawan tidak muncul kembali, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, yaitu:

  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut
  • Menyikat gigi dengan benar dan menghindari penggunaan pasta gigi berbahan sodium laureth sulfat
  • Rutin memeriksakan gigi dan mulut ke dokter gigi
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang
  • Memperbanyak sayuran yang memiliki efek farmakologi mengobati sariawan

Ditulis oleh: dr. Sri Hikmawaty

Ditinjau oleh: Gusti Zainal


Referensi:


[1]              Edgar, N.R., Saleh D., & Miller, R. (2017).Recurrent Aphthous Stomatitis: A Review. J Clin Aesthet Dermatol., 10(3), pp. 26–36.

[2]              Derm Net NZ (2016). Aphthous ulcer.

[3]             Stanford Children’s Health. Canker Sores (Aphthous Ulcers) in Children.

[4]             Mortazavi, et al. (2016). Diagnostic Features of Common Oral Ulcerative Lesions: An Updated Decision Tree. Int J Dent., doi: 10.1155/2016/7278925.

[5]              NHS Choices UK (2018). Health A-Z. Mouth Ulcers.

[6]             NHS Choices UK (2018). Health A-Z. Mouth Ulcers.