Senin, Desember 6, 2021

Rasa Pedas Lada Berasal dari Zat Perangsang Semangat

Must Read

Rasa pedas lada berasal dari zat perangsang semangat yaitu piperin, piperanin, chavicine yang merupakan persenyawaan dari piperin dengan alkaloid.

aksiografi.com – Tanaman ladai atau merica merupakan tanaman komoditas perdagangan dunia. Lada Indonesia menyumbang 80 persen ekspor ke seluruh dunia. Tanaman ini mendapat julukan the King of Spice atau Raja Rempah-Rempah. Selain berfungsi sebagai rempah-rempah masakan ternyata juga memiliki kandungan pengobatan atau penyembuhan.

Lada merupakan salah satu tanaman yang berkembang biak dengan biji dan juga penyetekan untuk mengembangkannya. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 700 meter dpl.

Klasifikasi

Lada disebut Piper albi Linn. atau Piper ningrum Linn. Termasuk ke dalam famili Piperaceae. Rasa pedas tanaman ini sehingga di beberapa daerah menyebutnya pedes, sakang, sahang, saang, dan merica. Rasa pedas lada berasal dari zat piperin, piperanin, dan chavicin yang merupakan persenyawaan dari piperin dengan alkaloid.

Ada yang putih (albi) atau hitam (ningrum) namun keduanya memiliki khasiat yang sama. Perbedaan terjadi karena waktu pemetikan dan cara pengolahan.

Sifat Kimiawi

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah terbukti, antara lain Minyak lada (berbau phellandren), alkaloida (piperine), minyak lemak, chavisin, dan pati.

Baca Juga:   Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan Tubuh

Efek Farmakologis

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional nusantara, tanaman ini memiliki sifat rasa sedikit pahit, pedas dan hangat, anti piretik. Tanaman ini juga mampu berfungsi sebagai penyegar, menghangatkan badan, merangsang semangat, merangsang keluarnya keringat, dan obat sesak napas.

Tanaman ini memiliki zat aktif seperti kamfena yangdapatmerangsang timbulnya kejang, boron yang berfungsi merangsang keluarnya hormon androgen dan estrogen dan mencegah pengeroposan tulang, calamene yang dapat merangsang semangat, calamenene yang merangsang syaraf pusat, chavacrol yang dapat menghambat prostaglandin, penyegar, relaksasi otot, dan menghilangkan kelelahan, serta chavicine yang mampu merangsang semangat. Bagian tanaman merica yang memiliki efek farmakologi yaitu penggunaan akar dan biji.

Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut:

1. Asam urat.

Merica bersama sambiloto, temulawak, dan komfrey.

2. Sakit kepala.

Campur merica bersama jahe dan bahan lain.

3. Sebagai karminatif.

Seduh merica sebanyak dosis 300 mg – 600 mg lalu minum.

4. Mengusir serangga.

Baca Juga:   Andong Merah Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Simpan daun lada kering di lemari maka serangga-serangga akan pergi.

Teknik Budidaya

Perbanyakan tanaman menggunakan stek dan biji. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain juga membutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar berupa kompos atau pupuk organik. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit terlindungi.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img