Minyak Atsiri

Minyak Atsiri Indonesia terbesar di dunia. Kebutuhan minyak atsiri untuk parfum, kosmetik, dan kesehatan terus meningkat sekitar 8 hingga 10 persen setiap tahun.

aksiografi.com – Minyak atsiri atau disebut juga minyak terbang dunia banyak terdapat di nusantara. Setiap tahunnya konsumsi minyak atsiri naik antara sekitar 8 – 10 persen. Pemicu kenaikan ini antara lain meningkatnya kebutuhan minyak atsiri untuk industri parfum, kosmetik, dan kesehatan. Itu terjadi karena pola konsumen manusia cenderung berpindah dari pola mengonsumsi bahan-bahan yang mengandung senyawa sintetik ke bahan alami ikut mendongkrak permintaan minyak atsiri. Salah satu faktor utama karena produk olahan minyak asiri belum dapat digantikan oleh bahan sintetis.

Di bumi pertiwi Indonesia tanaman aromatik telah lama dikenal sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara. Di keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yograkarta, terdapat sebuah taman yang wangi. Tamansari sebutan bagi masyarakat. Sekeliling kompleks Tamansari itu dikelilingi pohon kenaga, Cananga odoratum. Bau-bau semerbak itu ditebar di air kolam saat putri-putri keraton mandi.

Masyarakat Dayak Wehea misalnya. Sebuah komunitas masyarakat di desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muarawahau, Kutai Timur, Kalimantan Timur, menggunaan wangi kayu yang mereka sebut tamparsetan. Wewangian kayu ini digunakan saat kelahiran seorang bayi. Kayu yang berasal dari Hutan Wehea itu dibakar dekat tempat tidur bayi hingga mengeluarkan bau harum. Aroma itu dipercaya dapat mengusir roh jahat sertan sehingga bayi tidak rewel.

Sebenarnya proses ini mirip dengan terapiaroma yang sohor di gunakan masyarakat perkotaan. Kebiasaan membakar kayu tamparsetan sudah mendarah daging di kalangan masyarakat berbagai suku Dayak sejak dahulu. Ekstrak tanaman berbau harum inilah disebut dengan minyak asiri yang banyak diteliti para ahli sejak abad ke-5 Masehi.

Kini juga muncul sejumlah minyak anyar yang pasarnya masih terbentang. Dari bagian tanaman seperti daun, bunga, biji, buah, akar atau rimpang, dapat digunakan sebagai bahan baku parfum, kosmetik, obat-obatan dan penyedap rasa. Total sekitar 40 komoditas yang potensial bisa disuling. Semuanya memiliki prospek pasar sangat cerah karena manusia masih tetap membutuhkan minyak atsiri.

Hingga saat ini Indonesia masih tetap menjadi salah satu sumber bahan baku minyak atsiri dunia. Berikut minyak-minyak ekspor andalan Indonesia yang termasuk dalam 12 jenis produk ekspor dunia, yaitu: Nilam, Cengkeh, Pala, Akarwangi, Serehwangi, Kenanga, kayu putih, cendana, Salam, Eukaliptus, Jeruk, dan Mint.