7 manfaat lidah mertua

7 manfaat lidah mertua atau Sanseviera baik untuk kesehatan maupun kebutuhan industri. Lidah mertua bermanfaat sebagai obat penyembuhan, bahan kosmetik. Sedangkan fungsinya mampu mereduksi radiasi, mengurangi polusi udara, bahan industri, serta bahan kerajinan tangan.

aksiografi.com – Tanaman  lidah mertua merupakan tanaman penjaga lingkungan. Model, warna, dan corak daunnya sehingga tanaman yang selalu menjadi prioritas dalam rumah dan pekarangan. Kemampuan daya serap racun atau radiasi yang ada di lingkungan sekitarnya sehingga tanaman ini pantas untuk perumaha dan perkantoran di kota-kota yang banyak pencemaran udaranya.

Lidah mertua adalah genus sanseviera dari rumpun famili ruscaceae. Tanaman ini sering terpajang sebagai tanaman hias di pekarangan dan dalam rumah. Ia cukup populer sebagai tanaman hias karena dapat tumbuh dalam kondisi kurang air dan cahaya.

Tumbuhan ini memiliki daun keras dan tegak dengan ujung meruncing, mungkin seperti itu gambaran “lidah mertua”. Dalam Bahasa Inggris juga menyebut tanaman itu setajam dan seruncing lidah mertua, mother-in-low’s tongue. Bentuknya yang tajam itu sehingga orang menggambarkan tanaman ini setajam perkataan ibu mertua.

Morfologi Lidah Mertua

Sanseveirie memiliki beberapa jenis, yaitu Sanseveirie cylindrica, Sanseveirie ehrenbergii, Sanseveirie hycinthoides, Sanseveirie trifasciata, dan Sanseveirie metalica. Daunnya mengandung air sukulen sehingga tahan kekeringan. Dalam kondisi lembab atau basah, sansevieria tumbuh subur.

Tumbuhan dari ordo asparagales ini memiliki dua bentuk. Jenis pertama berdaun pendek melingkar berbentuk roset dengan panjang hanya sekitar 8 sentimeter dan lebar 3 hingga 6 sentimeter. Jenis kedua, daunnya tumbuh memanjang ke atas dengan panjang 50 hingga 75 sentimeter. Ujung daunnya meruncing seperti mata pedang sehingga menjadi rujukan genus tanaman ini sebagai sansevieria. Nama sansevieria sebenarnya dari nama orang menghormati Raimondo di Sangro (1710-1771) putra San Severo di Italia.

Dalam kingdom plantae atau tumbuhan, tanaman Sansevieria masuk ke dalam famili Agavaceae (century plant) yang pada umumnya famili ini memiliki daun dengan daging yang banyak mengandung air. Tanaman lidah mertua ini merupakan tanaman jenis herba tidak berbatang dan mempunyai rimpang yang kuat dan tegak.

Tanaman lidah mertua yang kita kenal selama ini bukan tanaman hias asli Indonesia. Sebagian besar jenis Sansevieria berasal dari benua Afrika di bagian Nigeria Timur yang populasinya menyebar dari Somalia, Zimbabwe, Kenya, Afrika selatan hingga Madagaskar. Sisanya berasal dari Asia.

Kini lidah mertua telah menyebar masuk ke negara Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Tanaman ini dapat tumbuh dari dataran rendah hingga ketinggian 1- 1000 meter di atas permukaan laut. Di dunia jumlah kultivar tanaman lidah mertua ini lebih dari 600 sedangkan di Indonesia terdapat sekitar 100 kultivar (Megia dkk, 2015).

Warna daunnya beragam. Ada hijau tua, hijau muda, hijau keabu-abuan, perak, dan kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Meski berbeda-beda warna, umumnya daun tanaman ini bermotif alur atau bergaris-garis variasi pada helai daunnya. Ada yang mengikuti arah serat daun beraturan, tidak beraturan, dan zig-zag.

Corak warna dan motifnya sehingga tanaman ini cocok sebagai tanaman hias dalam rumah dan perkantoran. Umumnya lidah mertua menjadi tanaman pagar semi permanen sebagai unsur dekoratif menambah kecantikan eksterior rumah. Di beberapa tempat, ia juga berfungsi sebagai media aroma terapi untuk meredakan stress.

Sifat Kimiawi Lidah Mertua

Daun lidah mertua bersifat sejuk, rasanya masam pahit. Daunnya mengandung abamagenin, kardenolin, saponon dan polifenol. Tanaman ini juga mengandung nutrisi yaitu alkaloids, anthocyanins, carbohudrate, flavonoids, glycosides, phenol, phytosterol, protein, sapogenin, saponins, tannins, dan terpenoids.

Komposisi KimiaPersentase (%)
Selulosa50 – 60
Lignin5 – 10
Rusvogenin1 – 2,5
4-0 methyl glucoronic acid3 – 5
Beta siti sterol2 – 5
d-xylose0,1 – 1
N butyl 4 OL propylphtdalate1 – 5
Neoruscogemin0,1 – 1
Sanseverigenim4 – 7
Pregnane glikosid1 – 4
Sumber  Nababan, 2014

7 Fungsi dan Manfaat Lidah Mertua

Tanaman ini juga dapat menjadi bahan sebagai analgesic, antiallergic, antiasthmatic, antibaceterial, antidiabetic, antiinflammatory, antioxidant, antipyretic, antitumorigenic, cytotoxic, detoxicant, emollient, espectorant, febrifuge, insectidal, purgative, dan tonic. Berikut 7 fungsi dan manfaat lidah mertua.

Bahan Industri

Manfaat pertama dari 7 manfaat lidah mertua adalah sebagai bahan industri. Serat lidah mertua sudah mulai dikembangkan dalam bidang industri otomotif, salah satunya dijadikan sebagai bahan penguat dalam pembuatan material komposit polyester. Kegunaan lain dari serat lidah mertua yaitu sebagai bahan baku pembuatan pulp (kertas) (Ornamenti, 2017), pembuatan tali yang memiliki nilai tegangan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan serat ampas tebu dan batang pisang barangan (Imani dkk, 2005).

Kerajinan Anyaman  

Satu-satunya negara yang menggunakan daun lidah mertua untuk membuat anyaman hanya di Jepang. Tanaman ini terpilih menjadi bahan industri karena serat daunnya tebal, kuat dan lembut. Mereka membuat anyaman bentuk tas, wadah barang-barang dan lainnya.

Beragam Fungsi dan Manfaat Tanaman Lidah Mertua

Lidah mertua mengandung serat alami yang dapat berfngsi sebagai bahan baku tekstil yang banyak digunakan di Cina dan New Zealand (Purwanto, 2006). Jenis serat Sansevieria hampir sama dengan serat daun nanas yaitu memiliki karakteristik serat tidak mudah rapuh, mengkilat, dan panjang sehingga memudahkan penataan pada pembuatan benang.

Berdasarkan keunggulan tersebut Sansevieria berpotensi sekali untuk keperluan industri berbasis serat (Situmorang, 2017). Selain itu serat lidah mertua ini juga dapat menjadi tali, komponen alat musik, bahan baku kertas dan lain-lain.

Menyuburkan rambut

Cairan gel daun tanaman ini ternyata bermanfaat untuk melebatkan atau menyuburkan rambut. Gel diusapkan ke kepala dan membiarkannya selama beberapa menit. Lalu bilas dengan sampho dan air bersih. Selain menyuburkan rambut, ternyata juga bisa mengusir kutu rambut.

Manfaat Kesehatan

Mengobati diabetes, sakit perut, dan wasir

Kandungan serat pada daun yang cukup tinggi sehingga bisa mengurangi sakit perut dan wasir.

Mengurangi Penyakit Dalam

Ia juga bermanfaat mengurangi tekanan darah tinggi, diaer, radang saluran pernapasan, radang usus, dan grastritis. Cucu bersih 27 gram akar lidar mertua kering. Rebus dalam tigak gelas air hingga tersisa satu gelas saja. Saring air rebusan itu lalu minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas selama dalam masa pengobatan.

Mengatasi Inluenza dan Batuk

Cuci bersih 25 lembar daun lidah mertua, lalu rebus ke dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Dinginkan lalu minum sehari masing-masing setengah gelas. Lakukan saat masih dalam masa pengobatan.

Menurunkan Risiko Diabetes

Sansevieria juga memiliki khasiat mengatasi penyakit degenerative parah seperti diabetes. Rasa daunnya yang terasa pahit ternyata mampu menetralkan kadar gula dalam darah. 

Caranya? Cuci bersih 25 lembar daun lidah mertua, lalu rebus ke dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Dinginkan lalu minum sehari masing-masing setengah gelas. Lakukan saat masih dalam masa pengobatan.

Mengurangi Kusta dan Jerawat

Lidah mertua spesies sansevieria ftrifasciata dapat membantu mengurangi penyebaran kusta dan pembengkakan jerawat kulit.

Melawan Alergi dan Sindrom Bangunan yang Sakit

 Sindrom bangunan sakit merupakan kondisi yang terjadi pada seseorang yang alergi terhadap bangunan yang korot. Gejalanya muncul berupa iritasi, batuk, gatal, pusing, mual, sesak dada, dan nyeri otot. Untuk membersihkan bangunan yang tidak sehat, tanaman ini bisa mengatasinya.

Serat daunnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang memanfaatkan tanaman ini untuk menghilangkan bau perabotan rumah dalam ruangan. Orang Prancis memanfaatkan lidah mertua sebagai parfum dan aromaterapi pewangi raungan. Daunnya diekstrak untuk mengambil minyaknya. Hasil ekstraknya disemprotkan di tempat-tempat yang mudah berbau seperti di toilet, dapur, dan di kamar mandi.

Sedangkan di Aftika, tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai penawar racun gigitan binatang berbisa. Beberapa helai daun ditumbuk halus setelah dibersihkan lalu ditempelkan pada luka gigitan binatang buas.  

Manfaat Kebersihan Lingkungan

Menyerap Racun

Salah satu dari 7 manfaat lidah mertua adalah menjaga kebersihan lingkungan. Tanaman lidah mertua memiliki kemampuan menyerap bahan beracun seperti karbon dioksida, karbon monoksida, benxene, formaldehyde, dan trichioroethylene. Hasil kajian dari Naresuan University, Thailand, menunjukkan bahwa kadar karbon dioksida dalam ruang kantor yang menjadi sampel penelitiannnya berkurang dengan menanam lidah mertua.

Sedangkan hasil penelitian dari NAZA juga menyebutkan racun yang terserap di udara antara lain benzena, sylene, trichlorethylene, dan formaldehyde. Zat-zat itu berbahaya bagi manusia jika menghirupnya karena dapat menyebabkan kanker. Ekstrak methanolic dari daun ini sebanyak 125 μg/ml. Hasil ekstrak ini akan menjadi antikanker aktif dan antiproliferative bagi sel-sel kanker.

NAZA merekomendasikan agar rumah sedang dan besar dengan ukuran 167 meter persegi ditanam 15-18 tanaman lidah mertua. (Rolling Nature). Di perkantoran, tanaman ini banyak di simpan dalam ruangan untuk menyerap racun yang ada pada udara yang kotor (polusi).

Hasil riset Wolverton environmental service menyatakan bahwa dalam sehelai daun Sansevieria mampu menyerap formaldehid sebanyak 0,938 μg per jam (Purwanto, 2006). Sehelai daun ini mengandung senyawa aktif pregnane glycoside. Senyawa ini merupakan zat yang dapat mengurai zat beracun menjadi senyawa asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Mekanisme penyerapan polutan pada tanaman ini sama dengan mekanisme pernapasan. 

Pertama, tanaman ini akan menggunakan stomata sebagai vacum cleaner dalam penyerapan atau penyedotan gas-gas beracun dan akan masuk kedalam sistem metabolisme dalam tubuh tanaman ini.

Kedua, gas-gas beracun akan disalurkan atau dikirim menuju akar. Kemudian pada akar akan terjadi proses detoksifikasi oleh mikroba. Proses ini akan menghasilkan suatu zat yang akan diperlukan oleh tanaman. Dalam proses pernapasan ini akan menghasilkan gas O2 (oksigen) yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Proses ini akan terus berlangsung selama tanaman Sansevieria masih hidup (Nababan, 2014).

Mereduksi Radiasi

Jika di rumah atau di kamar anda menggunakan alat-alat elektronik seperti televisi, komputer dan handphone, sebaiknya taruh tanaman ini dalam pot dan letakkan dalam kamar. Tanaman ini juga berfungsi mengurangi gelombang radiasi yang dihasilkan barang-barang elektronik.

Mungkin karena kemampuan daya serap racun yang dimilikinya sehingga orang Afrika memanfaatkannya sebagai penawar racun gigitan binatang berbisa.

Menyerap Polusi Udara

Tanaman lidah mertua ini sangat membutuhkan karbondioksia (CO2) untuk berfotosintetis. Selain menyerap CO2 tanaman ini juga memproduksi oksigen yang segar. Hasil penelitian dari Harvard University Extention, sebagaimana dikutip di situ kebun Balcony Garden, menyebutkan tanaman ini yang paling banyak menghasilkan oksigen.

Daya serap racun yang tinggi sehingga Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan, menjadikan tanaman ini sebagai tanaman yang wajib bagi instansi pemerintah dan swasta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggagas gerakan dengan tagar 200taman2jutatanaman. Salah satunya yang menjadi prioritas adalah tanaman lidah mertua.

Menetralkan Aroma tak Sedap di Dapur

Bagi ibu rumah tangga yang sering kesulitan membersihkan rumahnya karena bau tak sedap, silahkan simpan tanaman ini di bagian dapur. Tanaman ini juga mampu menyerap bau tak sedap.

Tanaman Pelindung

Dalam tradisi Cina berdasarkan ilmu topografi kuno Cina atau Fensui, lidah mertua dapat memberikan energi positif untuk melindungi rumah. Daun runcing tanaman ini menancap ke atas sehingga dianggap memiliki energi positif.

Tanaman di posisikan dengan tepat sehingga mampu menangkal energi negatif. Fensui menilai tumbuhan ini cocok diletakkan di sudut tenggara, selatan dan timur.

Cara Membudidayakan Lidah Mertua

Tumbuhan ini mudah tumbuh. Untuk memperbanyaknya pun gampang, hanya dengan stek daun. Caranya sebagai berikut:

  1. Potong daun paling tau dan sehat dengan panjang 5 – 10 sentimeter.
  2. Setelah dipotong, bagian daun yang terluka dioleskan perangsang akar. Di tanah yang subur, meski tanpa perangsang akar, juga bisa mengeluarkan akar.
  3. Lalu tanam pada media campuran pasir, sekam bakar, dan pakis dengan perbandingan satu satu.
  4. Posisikan daun yang ditanam itu berdiri tegak.

Beragam fungsi dan manfaat lidah mertua akan diurai satu persatu berdasarkan hasil riset dan kajian akademisi.