Senin, Desember 6, 2021

Manfaat dan Khasiat Kesehatan Bandotan

Must Read

Manfaat dan khasiat kesehatan bandotan berasal dari kandungan senyawa alamiah yaitu minyak atsiri, asam organik, ageratochromene, friedelin, s-sitosterol, dan stigmasterol.

Aksiografi.com –  Bandotan adalah tanaman terna anggota suku Asteraceace. Dalam pertanian, bandotan adalah sejenis gulma karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pangan seperti padi. Bandotan dalam bahasa ilmiah disebut Ageratum conyzoides sementara dalam bahasa Inggris, bandotan disebut seperti berbau kambing yaitu Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed atau Whiteweed karena aromanya menyerupai bau kambung (goat).

Di beberapa daerah di Nusantara penamaan bandotan berbeda-beda. Orang Sunda menyebutnya babandotan atau babadotan, orang Jawa memberi nama wedusan, orang Madura menamakannya dus-dusan, dan orang Pontianak mengistilahkan rumput balam, dan orang Makassar dan Konjo menyebutnya sebagai ruku bembe.

Morfologis Tanaman Bandotan

Tanaman terna ini memiliki ketinggian hingga 120 cm dengan berbatang tegak atau berbaring, bercabang-cabang dan berambut jarang. Memiliki satu kuntum bunga atau majemuk yang terletak di ujung. Daun-daun bertangkai yang berseling atau berhadapan dengan helaian daun bundar telur, menyerupai belah ketupat, dengan pangkal menyerupai jantung, membulat atau meruncing dengan ujung yang tumpul dengan tepi yang bergerigi, kedua permukaannya berambut panjang dengan kelenjar berada di sisi bawah.[1]

struktur bunga bandotan

Bunga-bunga berkumpul pada bongkol atas dalam malai rata terminal. Panjang bonglol 6-9 mm berisi hingga 60-70 bunga di ujung tangkai yang berambut yang dibalut oleh dua atau tiga daun lonjong seperti sudip yang meruncing. Mahkota dengan tabung sempit, putih atau ungu. Buah kurung (achenium) bersegi lima dengan panjang 2 mm, berambut sisik 5 berwarna putih.[2]

Penyebaran dan Ekologi

Tumbuhan yang memiliki bau kambing ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brasil dan Meksiko. Billygoat-Weed ini telah menyebar di seluruh wilayah tropika hingga subtropika. Menurut catatan sejarah, bandotan ini didatangkan ke Jawa, Indonesia, dari Meksiko pada 1860. DI Meksio tumbuhan ini dibudidayakan.[3]

Kita dapat menjumpai tumbuhan ini di pinggir sawah, atau di sawah yang mengering, ladang, pekarangan, tepi jalan, tanggul, dan di semak belukar. Sehingga petani menganggap tanaman ini sebagai gulma, pengganggu tanaman pangan. Terna ini berbunga sepanjang tahun dengan menghasilkan biji sebanyak 40.000 per satu tumbuhan. Penyebaran ini mudah terjadi karena biji bunga mudah diterbangkan oleh angin sehingga dapat tumbuh menyebar dengan cepat.

Tidak heran, tumbuhan ini adalah gulma yang sangat menjengkelkan bagi petani baik di Indonesia, Afrika, Asia Tenggara, Australia, bahkan di Amerika Serikat karena penyebaran pertumbuhannya begitu cepat.[4]

Baca Juga:   Manfaat Pengobatan Tanaman Jarong

Kandungan Senyawa Alamiah

Hasil penelitian tentang kandungan bandotan ini dilaporkan pada tahun 1987 yang terdiri dari minyak esensial, alkaloid, dan kumarin. Selain itu tumbuhan ini juga memiliki daya racun sehingga berfungsi sebagai insektisida dan nematisida.[5] Selain itu tanaman ini juga mengandung alkaloid pirolizidina.[6]

Penelitian lain juga menyebutkan tumbuhan bandotan dapat menyebabkan luka-luka pada hati dan menumbuhkan tumor.[7][8] Terdapat hasil penelitian terhadap akar bandotan dengan menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol dan fraksi etilasetat akar bandotan pada konsentrasi tertentu memiliki aktivitas tabir surya. Aktivitas tabir surya itu dalam kategori sunblock yaitu mampu  memproteksi secara total Ultra Violet spesifik, proteksi ekstra yaitu mengabsorbsi 95% Ultra Violet, suntan standar yaitu mengabsorbsi 85% Ultra Violet, dan fast tanning yaitu menyerap 15% Ultra Violet B untuk perlindungna terjadinya eritema dan pigmentasi oleh Ultra Violet sinar matahari.

bunga bardotan

Khasiat Farmakologis Bandotan

Ageratum conyzoider ini memiliki khasiat eksternal untuk mengobat luka luar seperti luka, kusta, dan bisul dan sebagai antihemorrhagik dan antiseptik, dan pencuci mata. Untuk pengobatan internal, bandotan berkhasiat sebagai diuretik dan antipiretik. Kandungan senyawa aktif alamiah dan efek farmakologis bandongan sehingga tanaman ini termasuk tanaman obat.

Manfaat Kesehatan Bandotan

Di beberapa daerah di Indonesia, seperti Bandung, tanaman ini bermanfaat untuk mengobati obat luka luar. Caranya cukup menumbuk daun bantodan dan campurkan minyak goreng. Menurut Heyne dalam bukunya “Tumbuhan Berguna Indonesia”, untuk menjadikan obat luka daun bandotan diremas-remas, dicampur dengan kapur, lalu oleskan pada luka yang masih segar.[9]

Sifat penyembuh luka pada Bandotan memiliki lebih dari 90% pada ekstrak dan sekitar 72% pada destilasi air. Bagian daun Ageatum conyzoides ditempelkan pada luka sebagai antiseptik dan dapat menyembuhkan luka dengan cepat. Senyawa alkaloid dan saponin pada bandotan berkhasiat seabgai antioksidan dan antibakteri sehingga dapat mengurangi pendarahan, protombin, dan clotting.[10]

Dari hasil penelitian juga menunjukkan bahwa isolat AC-1 dari daun bandotan ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Zat pada Ageratum conyzoides bekerja menghambat pertumbuhan bakteri, baik bakteri gram positif maupun gram negatif. Hasil penelitian itu mennjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji pada Bacillus subtilis, Bacillus megateranium, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes untuk gram positif dan E. Coli, Shigella spp., P. aeruginosa, dan Salmonella typhi untuk gram negatif.[11]

Baca Juga:   Sariawan atau Stomatitis aphtosa

Rebusan daun bandotan juga dapat mengobati sakit mata dan ekstrak daun bandotan untuk obat mata yang panas. Atau cukup menumbuk daun bandotan lalu airnya diteteskan pada mata sebagai cuci mata. Cara ini sangat umum di gunakan masyarakat Pantai Gading. Bahkan mereka menjadikan bandotan ini sebagai obat sakit perut, penyembuh luka dan patah tulang.  

Akar bandotan juga bermanfaat untuk mengobati demam dengan cara menumbuk lalu oleskan ke badan.

Penulis: Suharni Yusuf

Penyunting: Gusti Zainal

Referensi


[1]              Soerjani, M.AJGH Kostermans dan G. Tjitrosoepomo (Eds.). 1987. Weeds of Rice in Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. p. 60-61 (illust.)

[2]              Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 422-423

[3]              Dharma, A.P. (1987). Indonesian Medicinal Plants [Tumbuhan Obat Indonesia]. hal.28 – 29. Jakarta:Balai Pustaka.

[4]              Global Compendium of Weeds, Ageratum conyzoides (Asteraceae) dan Alan S. Weakley (April 2008). Flora of the Carolinas, Virginia, and Georgia,

and Surrounding Areas.

[5]              Ming, L.C. (1999) Ageratum conyzoides: A tropical source of medicinal and agricultural products. p. 469–473. In: J. Janick (ed.), Perspectives on new

crops and new uses. ASHS Press, Alexandria, VA.

[6]              Fu, P.P., Yang, Y.C., Xia, Q., Chou, M.C., Cui, Y.Y., Lin G., “Pyrrolizidine alkaloids-tumorigenic components in Chinese herbal medicines and dietary

supplements”, Journal of Food and Drug Analysis, Vol. 10, No. 4, 2002, pp. 198-211

[7]              Sani, Y., Bahri, S. 1994. “Pathological changes in liver due to the toxicity of Ageratum conyzoides (babadotan)”Penyakit Hewan (Indonesia),, v. 26(48): 64-70

[8]              Molyneux, R., “Hepatatoxic alkaloids in Afghan and Ethioipian cereal grains: a need for rapid screening methods”, AOAC Pacific Northwest Section, Annual Meeting, June 2009.

[9]              Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1825-1826. Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta

[10]            Kamboj, A. & Saluja, A. S. 2008. Ageratum conyzoides L : A Review On Its Phytochemical and Pharmacological Profile. International Journal of Green Pharmacy. 59-68.

[11]            Mitra, P. K. 2013. Antibacterial Activity of an Isolated Compound (AC-1) from The Leaves of Ageratum conyzoides Linn. Journal of Medicinal Plants Studies, Vol 1(3) : 145-150.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img