Senin, September 27, 2021

Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan Tubuh

Must Read

Manfaat antioksidan bagi kesehatan tubuh adalah untuk melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sumber makanan yang mengandung antioksidan beragam seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Aksiografi.com – Antioksidan adalah suatu sifat berbagai senyawa alamiah yang terkandung dalam bauh atau sayuran yang berfungsi melawan radikal bebas dalam melindungi tubuh seseorang.

Lalu apa yang dimaksud dengan radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu zat yang terbentuk secara alami di dalam tubuh seseorang saat terjadi proses metabolisme. Selain dari dalam tubuh, zat radikal bebas juga dapat berasal dari luar tubuh, seperti polusi, asap pembakaran sampah pestisida, atau obat-obatan kimiawi.

Radikal bebas dapat merusak struktur atau susunan DNA sel, meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, menimbulkan kondisi stres oksidatif, menyebabkan peradangan, dan melemahkan daya tahan tubuh atau imun.

Seseorang yang mengalami paparan radikal bebas secara berlebihan dan terus-menerus bisa meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini dan menimbulkan beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan demensia. Selain itu, orang yang terpapar radikal bebas maka ia mengalami kerentanan, sering mengalami sakit dan dan lebih berisiko terkena katarak.

Jenis-Jenis Antioksidan

Setiap orang membutuhkan antioksidan dalam mealwan efek dari paparan radikal bebas. Ada ribuan jenis senyawa yang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki peranan masing-masing yang saling membantu melindungi tubuh. Setiap antioksidan itu tidak dapat bertukar fungsinya. Dalam tubuh sudah terdapat senyawa antioksidan namun antioksidan juga dapat diperoleh dari sumber makanan.

Sifat molekul antioksidan berasal dari zat dari sumber makanan. Berikut daftar jenis antioksidan dan sumbernya, yaitu:

Flavonoid

Flavonoid adalah senyawa bioaktif yang terdapat pada taumbuhan. Flavonoid berfungsi memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas. Zat flavonoid terdapat pada rosela, apel, anggur merah, sirsak, belimbing weluh, dan kacang kedelai.

Polifenol

Zat polifenol terdapat pada kelompok makanan kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang almond, dan kacang kenari. Juga terdapat pada buah beri-berian. Selain itu polifenol juga terdapat pada cengkih, bawang merah, tempe, tofu, teh hijau, teh hitam, cokelat hitam, apel, dan ceri.

Beta Karoten

Zat beta karoten terdapat banyak pada buah dan sayuran seperti buah persik,  mangga, aprikot, pepaya, wortel, bayam, kentang manis, dan sayur kale.

Lutein

Zat lutein banyak terkandung pada sayuran hijau seperti sayur bayam dan sayur kale, dan brokol. Selain itu, lutein juga terdapat pada jagung, pepaya, dan  jeruk.

Baca Juga:   Manfaat Tanaman Ginje untuk Kesehatan

Likopen

Untuk memperoleh zat likopen, kita dapat mengonsumsi buah-buahan dan sayuran berwarna merah atau merah muda seperti anggur, semangka, aprikot, dan tomat.

Selenium

Selenium terdapat pada pasta, roti, gandum, jagung, dan nasi. Selain itu, senyawa antioksidan pada selenium juga beradap pada daging sapi, ikan, kalkun, ayam, telur, dan keju.

Baca Juga:   Apa itu Penyakit Komorbid dan Hubungannya dengan Covid-19

Zinc

Zinc adalah mineral yang terdapat pada makanan daging yang berfungsi penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta menjada kesehatan tubuh. Zinc dapat diperoleh pada daging sapi, daging ayam, dan kacang-kacangan.

Antosianin

Antosianin adalah senyawa alami yang terkandung pada buah-buahan yang berfungsi melindungi jantung dan melawan pertumbuhan sel kanker. Antosianin merupakan salah satu jenis flavonoid, sub kelompok grup senyawa polifenol dalam tumbuhan. Antosianin menjadi pigmen yang dapat memberi warna merah, ungu, biru cerah pada buah-buahan. Sumber antosianin ada pada stroberi, blueberry, Blackberry, cranberry, rasberi, delima, tomat, acai beri, ceri, bawang merah, anggur, dan kacang merah.

Vitamin A

Makanan yang mengandung vitamin A seperti susu, mentega, telur, dan hati.

Vitamin C

Makanan yang mengandung vitamin C memberi manfaat pada kesehatan tubuh. Vitamin C terdapat pada buah-buahan dan sayuran seperti buah beri, jeruk, pepaya, kiwi, brokoli, tomat, bunga kol, dan sayur kale.

Vitamin E

Vitamin E adalah jenis vitamin yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan kulit, kesuburan organ reproduksi, mata, sel darah, dan otak. Vitamin E terdapat pada makanan sayur dan buah seperti brokoli, bayam, dan kacang-kacangan.

Katekin

Katekin adalah zat metabolit sekunder termasuk dalam golongna flavonoid yang dihasilkan oleh tumbuhan. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan karena gugus genol yang terdapat pada katekin.

Zeaxanthin

Zeaxanthin adalah satu alkohol karotenoida yang dapat ditemuakn di alam termasuk pada tanaman dan mikroogranisme. Zeaxanthin merupakan pigme kuning primer yang memberikan paprika seperti jagung dan kunyi serta lainnya sesuai dengan warna karakteristiknya.  

Mangan

Mangan adalah salah satu jenis mineral penting bagi pertumbuhan otak, sistem saraf, dan sistem enzim dalam tubuh. Tubuh kita tidak memproduksi mangan sehingga kita butuh konsumsi makanan yang memiliki sumber mangan. Makanan yang mengandung mangan yaitu biji-bijia, kacang-kacangan, dan sayuran hijau seperti kerang, tiram, remis, kopi, teh, dan air mineral.

Sumber Antioksidan Alami

Tubuh memerlukan antioksidan dari sumber lain seperti makanan. Antioksidan secara alami terdapat pada buah, sayur, kacang-kacangan, dan tanaman herbal, seperti kemangi, basil, rosemary, keladi tikus.

Baca Juga:   Andong Merah Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Selain dari buah-buahan dan sayuran, antioksidan juga terdapat pada gading tanpa lemak, ikan, dan rumput lain atau makanan laut lainnya.

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan sumber antioksidan:

1. Mangga

Mangga merupakan buah yang paling banyak mengandung antioksidan polifenol, beta karoten, serat, dan vitamin C. Kandungan nutrisi mangga dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membantu penyerapan zat besi, dan baik untuk pencernaan. 

2. Stroberi

Buah-buahan yang berwarnah cerah umumnya memiliki antosianin yang tinggi. Misalnya stroberi yang memiliki warna merah, bauh naga merah, dan lain-lain.

3. Bayam

Salah satu sayuran yang memiliki antosianin yang tinggi alaha bayam. Sayuran bayam mengandung berbagai nutrisi dan antioksidan yang cukup tinggi, serta berkalori rendah. Sayur ini merupakan salah satu sumber lutein dan zeaxanthin terbaik, yang berfungsi untuk melindungi mata dari radikal bebas.

4. Teh dan Kopi

Ternyata teh dan kopi tidak hanya minuman menyegarkan dan membugarkan tapi ternyata mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. Baik teh maupun kopi mengandung flavonoid dan polifenol yang bisa membantu melawan kanker serta mencegah penyumbatan pembuluh darah arteri. Bahkan kafein yang terdapat pada teh dan kopi dapat membantu mencegah kepikunan. 

Baca Juga:   Duwet (Eugenia cumini) atau (Syzgium cumini)

5. Cokelat Hitam

Cokelat hitam ternyata mineral dan antioksidan yang tinggi yang berfungsi mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan peradangan.

6. Makanan Laut

Jenis makanan laut yang mengandung antioksidan selenium dan zinc adalah rumput laut, Kedua zat ini berfungsi baik dalam proses metabolisme tubuh dalam mencegah radikal bebas dalam tubuh.

Suplemen yang Mengandung Antioksidan

Selain antioksidan alami yang bersumber dari bahan makanan, ada juga antioksidan dalam bentuk suplemen yang berfungsi sama, mencegah kerusakan akibat radikal bebas dan menangkal penyakit.

Namun mengonsumsi antioksidan suplemen dianjurkan tidak berlebihan dalam penggunaannya karena berisiko bagi kesehatan. Implikasi mengonsumsi suplemen antioksidan sebagai berikut:

  • meningkatkan risiko kanker paru-paru bagi para perokok,
  • Vitamin E berdosis tinggi bisa meningkatkan risiko terkena kanker prostat dan stroke.
  • Suplemen antioksidan yang mengandung vitamin lartu lemak seperti vitamin A, D, E, dan K dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi berlebihan.

Jadi, sebaiknya memanfaatkan makanan, baik buah-buahan maupun sayuran yang mengandung antioksidan sebaiknya utamakan kecuali ada anjuran dokter untuk pengobatan atau pencegahan suatu penyakit tertentu. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan jenis suplemen antioksidan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penulis: dr. Sri Hikmawaty

Penyunting: Gusti Zainal

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img