Lidah Buaya

Lidah buaya mengobati 7 penyakit karena kandungan kimia dan efek farmakologi yang dimilikinya. Aloe vera L atau A barbadensis Mill., Aloe vulgaris Lamk merupakan tumbuhan berdaun daging tebal dari genus Aloe berasal dari Jarizah Arab.

Klasifikasi

Lidah buaya atau Aloe vera L atau A barbadensis Mill., Aloe vulgaris Lamk merupakan tumbuhan berdaun daging tebal dari genus Aloe. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah letah buaya (Suda) atau ilat baya (Jawa).

Tanaman yang berasal dari Jazirah Arab ini telah menyebar ke kawasan beriklim tropis, semi-tropis, dan kering di berbagai belahan dunia.

Lidah buaya yang tersebar luar itu mengalami naturalisasi sesuai dengan kondisi tempat tumbuh dan berkembang biak seperti di Afrika Utara,Tiongkok, dan Eropa.  

Morfologi

Lidah buaya tumbuhan berbatang pendek dengan daun berdaging tebal hanya setinggi 60-100 cm. Tumbuhan ini dapat berkembang biak dengan tunas. Daun tebalnya berwarna hijau. Bentuknya seperti gergaji dengan gerigi putih kecil. Beberapa varietas lidah buaya memiliki bintik putih pada batangnya.

Bunga ludah buaya keluar dari tangkai setinggi 90 cm. Bunganya menggantuk dan mahkotanya berbentuk tabung dengan panjang 2-3 cm. Umumnya genus aloe membentuk simbiosis mikoriza arbuskula bersama jamur sehingga meningkatkan ketersediaan mineral dari tanah.

Sifat Kimiawi

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain: Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin dan aloesin. Saat ini senyawa fitokimia lainnya seperti manan, teasetilasi, polimanan, antrakuinan, C-glikosida, dan lektin sendang diteliti bioaktivitasnya.  

Efek Farmakologis

Dalam farmakologi pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; pahit, dingin. Berfungsi sebagai Anti radang, pencahar (laxative), parasitide. Tanaman herba ini masuk meridian hati dan pankreas.

Dua zat lidah buaya merupakan andalan kesehatan komersial, yaitu gel tanpa warna maupun lateksnya yang berwarna kuning. Gel itu digunakan sebagai obat oles untuk penyakit kuli atau luka bakar dan radang atau kulit kering.

Lidah Buaya Mengobati 7 Penyakit

Bagian Tanaman yang Digunakan

Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan adalah daun, bunga, akar, dan daging.

Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Diabetes atau Kencing Manis

Kencing manis atau diabetes adalah penyakit kronis akibatnya tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Penumpukan glukosa dalam darah terjadi karena sel tubuh tidak bekerja dengan baik dalam menyerap glukosa sehingga menimbulkan gangguan organ tubuh.

Sebenarnya kadar gula dalam darah dapat dikontrol dengan pola makan dan minum yang baik dan menyehatkan serta terjaga keseimbangan kebutuhan tubuh. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas, organ yang berada di belakang lambung. Saat seseorang menderita diabeter, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sejumlah kebutuhan tubuh sehingga sel-sel tubuh tidak mampu menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Pegnobatan diabetes dapat dilakukan dengan mengatur pola makan dengan memperbanyak buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter gizi untuk mengatur pola makan dengan baik.

Lidah buaya juga menjadi pengobatan herbal. Caranya ambil 1 lembar lidah buaya lalu cuci bersih, buang durinya, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1,5 gelas. Minum 3x ½ gelas sehabis makan.

2. Batuk Rejan atau Pertusis

Batuk rejan atau pertusis (whooping cough) merupakan penyakit pada saluran pernapasan dan paru-paru akibat infeksi bakteri. Gejalanya dapat dikenali dengan adanya rentetan batuk keras yang terus-menerus berlangsung berkisar 2 minggu pada fase awal. Saat batuk sering diawali dengan bunyi tarikan napas panjang melengkin, mirip bunyi ‘whoop’. Sakit batuk rejan ini mudah menular dan bisa mengancam nyawa, khusus pada bayi dan anak-anak

Jika Anda mengalami gejala seperti itu segera ke dokter untuk pemeriksaan sehinga mudah teratasi dan mencegah saat komplikasi. Jika anak Anda mengalaminya bawa ke dokter, terutama bagi anak yang belum melakukan vaksinasi pertusis.

Bagi orang yang memiliki penyakit lain, seperti gangguan saluran pernapasan, penyakit jantung, dan obesitas, dengan mudah mengalami pertusis. Lakukan pemeriksaaan ke dokter secara berkala agar kondisi kesehatan Anda terkontrol.

Selain itu, jika Anda kesulitan berobat karena jarak yang jauh atau sedang mengalami kesulitan finansial, lidah buaya juga dapat dijadikan sebagai obat herbal untuk batuk rejan. Ambil daun sekitar 15 – 18 cm, lalu rebus, tambahkan gula. Biarkan agak dingin lalu minum secara rutin.

3. Penyakit Raja Singa (Sifilis)

Raja Singa atau sifilis merupakan salah satu penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan bakteri Treponema pallidum. Penyakit itu menular saat melalkukan kontak seksual dengan lesi terinfeksi, juga bisa terjadi dari ibu ke anak dalam rahim, transfusi darah. Namun jarang sekali terjadi dari luka di kulit yang terkena dengan luka sifilis.

Gejalanya dapat dikenali pada luka di kelamin disertai dengan pembengkakan kelenjer getah being. Luka yang muncul biasanya dapat membesar atau melebar.

Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik dengan pemberian suntikan selama kurang lebih 14 hari. Bagi ibu hamil yang mengalami derita sifilis, penanganannya akan lebih lama dan menggunakan antibiotik melalui infus. Pengidap sifilis akan dites darah selama pengobatan untuk memastikan sembuh total dari infeksi bakteri itu.

Tanaman lidah buaya juga dapat menjadi pengobatan alternati. Ambil bunga dan daging lidah buaya, lalu rebus. Minum secara teratur selama proses penyembuhan.

4. Cacingan

Cacingan adalah penyaki yang disebabkan infeksi kuman parasit yang hidup dalam tubuh manusia melalui makanan atau tangan yang terkontaminasi dengan telur cacing.

Cara pencegahan dilakukan dengan poha hidup higienitas. Beberapa diantaranya dengan cara rajin mencuci tangan sebelum makan dan minum, memotong kuku secara rutin, membuang air di toilet, dan rajin membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya.

Cacaingan dapat diobati dengan minum obat cacing tergantung jenis cacing yang menyebabkan infeksi. Ada banyak jenis obat antiparasi atau antibioti di pasaran, namun lebih baik berkonsultasi dengan dokter.

Tanaman lidah buaya juga dapat menjadi penyakit cacingan. Caranya ambil akar kering sebanyak 15 – 30 gram lalu rebus. Air rebusannya ditapis lalu di minum secara rutin selama proses penyembuhan.

5. Susah Buang Air Kecil

Sulit buang air kecil disebabkan banyak hal seperti oto kandung kemih melemah, adanya sumbatan pada saluran kencing akibat tumor atau batu. Jenis penyakit ini dapat menimbulkan penyakit lain.

Lakukan pemeriksaaan ke dokter atau minum obat sesuai dengan resep dokter. Beberapa tindakan juga dapa dilakukan dengan pemasangan katete urine selama proses pengobatan, operasi pengangkutan jaringan prosta yang membesar jika pemasangan keteter tidak berhasil.

Sebenarnya pencegahannya dapat dilakukan dengan minum air putih secukupnya, minimal 8 gelas perhari. Pengobatan herbal juga dapat dilakukan dengan cara merebus akar kering lidah buaya sebanyak 15 – 30 gram. Air rebusannya ditapis lalu di minum secara rutin selama proses penyembuhan.

Khusus pada kasus kencing darah, ambil daun lidah buaya sebanyak 15 gram lalu peras, tambahkan gula sebanyak 30 gram, tambah air beras secukupnya, lalu minum.

6. Wasir

Wasir atau ambaien dalam bahasa kedokteran disebut hemoroid adalah terjadinya pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah di usus besar bagian akhir (rektum) serta dubur dan anus akibat adanya tekanan.

Gejalanya dapat dikenali seperti adanya rasa gatal atau sakit di sekitar anus, terjadi pendarahan setelah Buang Air Besar (BAB), dan keluarnya lendir setelah BAB.

Cara pengobatannya dengan menerapkan pola makan dan minum yang sehat dan teratur, mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter atau menggunakan salep wasir, atau menjalani operasi pengangkatan wasir.

Cara alternatif dapat dilakukan dengan meminum minuman herbal seperti daun lidah buaya. Caranya, ambil daun lidah buaya, bersihkan dari durinya, cuci lalu parut. Tambahkan ½ gelas air panas, 1 sendok makan madu, lalu makan secara rutin, dua kali sehari selama proses pengobatan.

7. Sembelit

Sembelit atau konstipasi adalah menurunkan frekuensi buang air besar dalam seminggu atau lebih sedikit dari biasanya. Secara normal seseorang membuang air besar lebih dari tga kali dalam seminggu Jika kurang dari tiga kali maka seseorang disebut mengalami konstipasi atau sembelit.

Gejalanya dapat dikenali sebagai berikut, tinja menjadi kering dan keras sehingga sangat sulit keluar dari anus.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan memperpaiki pola makan khususnya makanan yang berserat. Sebaiknya konsumsi lima buah ini selama masa pengobatan yaitu alpukat, lemon, apel atau pir, anggur, dan kiwi.

Sembelit juga dapat diobati dengan tanaman herbal ludah buaya. Ambil daun lidah buah, cuci, buang kulit dan durinya. Daging lidah buaya dicincang, lalu diseduh dengan ½ cangkir air panas tambahkan 1 sendok makan madu. Sebaiknya makan saat masih hangat-hangat. Lakukan secara rutin sebanyak 2 kali sehari.

Kontra Indikasi

Wanita hamil atau sedang haid, penderita gangguan sistem pencernaan dan penderita diare, dilarang makan obat ini. Catatan: Bila akan dikombinasikan dengan obat lain maka bahan ini jangan direbus tetapi harus dibuat pil atau bubuk.

Ditulis oleh: Suharni Yusuf

Disunting oleh: dr. Sri Hikmawaty