gambar kumis kucing tanaman obat

Tanaman kumis kucing merupakan tanaman obat tradisional secara turun temurun. Berbagai hasil riset menunjukkan khasiat dan efek farmakologis kumis kucing dapat menyembuhkan berbagai penyakit umum masyarakat.

aksiografi.com – Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Beribu-ribu tanaman berfungsi sebagai obat bagi masyarakat. Sejak lama masyarakat Indonesia sudah menggunakan tanaman sebagai bahan ramuan obat-obatan untuk penyakit umum salah satunya kumis kucing. Tanaman terma ini masuk dalam kategori tanaman obat.

Tanaman ini tumbuh di Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia. Bunganya berwarna putih dan ungu dengan benang sari memanjang seperti kumis kucing. Tanaman berbatang basah ini tumbuh liar di pinggiran hutan, sepanjang jalan, sungai atau selokan. Namun banyak warga sengaja menanam di pekarangannya sebagai tanaman hias sekaligus bermanfaat sebagai tanaman obat.

Klasifikasi

Kumis kucing atau Orthosiphon aristatus (B1) Miq., atau Orthosiphon longiflorum atau Orthosiphon stamineus Benth. termasuk ke dalam famili tumbuhan Labiatae atau Lamiaceae. Orang Inggris menamakannya kidney tea plants ata Jawa Tea. Tanaman ini terkenal dengan nama daerah masing-masing. Orang Jawa menyebutnya remujung, sesalaseyan, soengot koceng (Maduar), dan giri-giri marah (Sumatera) serta Kumis Kucing bagi orang Sunda.

Tanaman terma tegak ini pada bagian buku-buknya berakar. Tinggi tanaman mencapai hingga 2 (dua) meter. Daunnya bebentuk bundar lonjong atau lanset berkisar hingga 1 hingga 10 cm panjangnya dengan lebar 7,5 mm hingga 1,5 cm.

Ciri khas tanaman obat ini terdapat pada bagian kelopak bunga yang berkelenjar, berurat dan berpangkal pendek dan berbulu namun bagian atas gundul.

java tea
Gambar: Java Tea dari Daun Kumis Kucing

Sifat Kimiawi Kumis Kucing

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia senyawa alami yang meliputi, antara lain

Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium (0,6-3,5%), myoinositol, rasa agak asin, agak pahit dan sepet.

Efek Farmakologis Kumis Kucing

Tumbuhan ini bersifat anti inflamatory (anti radang), peluruh air seni (diuretic), penghancur batu saluran kecing. Dalam farmakologi Cina juga menyebut tanaman ini memiliki rasa sedikit pahit dan sifat sejuk.

Hasil Riset

Berbagai hasil riset menunjukkan khasiat tanaman obat ini sangat berguna mengatasi berbagai penyakit. Dalam buku The Miracle of Herb[1] menjelaskan  efek  kandungan senyawa alami  kumis kucing. 

Berdasarkan berbagai penelitian menunjukkan tanaman ini mengandung senyawa bioaktif pada daun kumis kucing seperti ekstrak n-heksana dan metanol sehingga dapat berguna untuk aplikasi farmasi.[2] Penelitian lain juga menyebutkan kandungan efek farmakologi antiinflamasi ekstrak etanol daun kumis kucing sangat baik. Pengujian terhadap tikus jantang  menunjukkan hasil daya antiinflamasi berturut-turut 33,11%, 52,64%, dan 64,12%.[3]

Bagian yang Berfungsi Obat

Seluruh tanaman namun umumnya masyarakat menggunakan daunnya sebagai ramuan obat. Masyarakat memanfaatkan daun sebagai minuman herbal seperti teh. Caranya pun seperti menyeduh teh. Wajar jika orang Barat menyebutnya sebagai kidney tea plants atau Java tea. Daun kering direndam dalam air mendidih selama tiga menit. Agar terasa enak biasanya madu sebagai pemanis tambahan sekaligu menambah efek penyembuhannya.  

Penyakit yang Dapat Terobati

Berdasarkan literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan darerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut, sebagai berikut:

1. Infeksi Kandung Kemih

Sifat antibakteri dan antimikroba daun ini mampumengatasi infeksi kandung kemih atau saluran kencing. Caranya mengobatinya menggunakan daun. Ambil 5 – 10 helai daun kumis kucing lalu rebus dengan setengah gelas air dan minum 2 kali sehari selama masa pengobatan.

2. Sakit kencing batu

4 – 7 helai daun kumis kucing, 7 tanaman meniran, rebus dengan dua gelas air hingga tinggal setengahnya, minum 3 kali sehari.

3. Batu kantung empedu

Segenggam daun kumis kucing, sejempol kunyit, 7 helai daun ungu, dua siung bawang putih, lalu giling dan tambahkan sepotong kayumanis. Rebus dalam satu setengah liter air hingga tinggal setengahnya. Minum air rebusan itu dua kali sehari.

4. Encok karena Kelebihan Asam Urat

Senyawa alami flavonoid, fenolik, dan asam kafeat dapat mengobati asam urat. Senyawa aktif itu memiliki sifat antiradang yang dapat menghambat asam urat sehingga mengurangi risiko serangan asam urat. Kelebihan asam urat juga menyebabkan penyakit encok.

4 – 5 helai daun kumis kucing, 4 – 5 tanaman meniran, rebus dengan air bersih hingga tinggal setengah bagian. Minum beberapa kali sehari.

5. Menghilangkan panas dan lembab serta masuk angin

Untuk 1 s/d 5, tanaman kumis kucing sebanyak 30-60 gram (kering) atau 90-120 gram (basah) lalu rebus dan minum, atau daun basah/kering diseduh sebagai teh.

6. Bengkak kandung kemih

Ambil daun kumis kucing, Planto asiatica (daun urat) dan Hedyotis diffusa (rumput lidah ular) lalu rebus bersama-sama. Minum air rebusan itu selama masa penyembuhan.

7. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing mengakibatkan sering kencing sedikit-sedikit (anyang-anyangen). Kumis kucing bermanfaat membersihkan traktat. Cara pengobatannya ambil daun kumis kucing,  meniran (Phyllanthus urinaria), dan Commelina communis, masing-masing 30 gram, lalu rebus bersama-sama. Minum secara rutin selama masa penyembuhan.

8. Keputihan

Daun kumis kucing dan beluntas masing-masing 1 genggam, jintan hitam 1 sendok teh dan kemukus 10 biji, rebus bersama-sama lalu minum 2 kali sehari selama masa penyembuhan.

Penulis: dr. Sri Hikmawaty

Editor: Gusti Zainal


Referensi:

[1] Utami Prapti & Puspaningtyas Ervira Desty, 2013, “The Miracle Of Herbs / Prapti Utami & Desty Ervira Puspaningtyas”.

[2] Surahmaida et al., 2019, Senyawa Bioaktif Daun Kumis Kucing

[3] Sigit Prayoga, 2008, Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Kumis Kucing pada Tikus Jantang Galur Wistar.