Khasiat Herbal Tanaman Adas

Khasiat herbal tanaman adas sangat terkenal. Dunia mengenal fennol oil sebagai penikmat rasa makanan, obat terapi, campuran kosmetik, hingga obat pereda sakit tertentu.

aksiografi.com – Adas adalah biji kering dari buah tanaman foeniculum vulgare Mill dalam bahasa latinnya. Di beberapa daerah tanaman ini memang disebut adas. Tumbuhan herba ini tersebar di beberapa negara dan termasuk Indonesia. Adas adalah salah satu dari sembilan tanaman herbal atau tanaman obat di Anglo-Saxon. Adas memiliki kandungan minyak dan beberapa senyawa yang dapat mengobati jenis penyakit tertentu.

Tumbuhan herba ini mengandung banyak minyak anethole. Kandungan kadar minyak anethole mencapai 90% dari total berat buahnya. Total kandungan minyaknya terdapat kandungan minyak atsiri berkisar antara 0,3 hingga 6 persen. Kandungan minyak lainya sebanyak 20 persen yang terdiri atas fenkon, pinen, limenon, dipenten, felandren, metil chavikol, anisaldehid, asam anisat. Sedangkan kandungan minyak lemak sebanyak 12 persen.

Minyak adas diperoleh dari hasil penyulingan serbuk buah yang sudah masak dan kering. Terdapat dua macam minyak adas, yaitu pahit dan manis.

Selain kandungan minyak, buah ini juga memiliki beberapa senyawa penting seperti potasium, kalsium, magnesium, fosfor, sedikit zat besi, seng, dan mangan. Buah adas juga mengandung vitamin A dan vitamin B kompleks.

Kandungan buah adas baik minyak maupun bijinya bisa menjadi bahan kosmetik untuk parfum dan korigensia. Aroma bijinya yang harum sebagai bahan menambah rasa (corrigentia saporis) dan pewangi ramuan kosmetik dan ramuan obat.

Aroma khas yang dikeluarkan tanaman ini mengundang beberapa spesies serangga. Daun adas juga menjadi sumber makanan larva seperti lepidoptera seperti ngengat Amphipyra tragopoginis dan Papilio zelicaon.

Minyak dari biji adas ini juga menjadi bahan esensial sebagai aroma terapi dalam kecantikan. Salah satu komponen dari minyak telon dikandung biji adas.

Klasifikasi

Daun adas disebut Foeniculum vulgare Mill. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Umbelliferae. Penamaan adas di beberapa daerah disebtu fennol  (Inggris), nama simplisia Foeniculli herba atau oleum foeniculli.

Di beberapa daerah adas dinamai sebagai berikut: hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba), das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu), adeh, manih (Minangkabau), paapang, paampas (Menado), popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), papaato (Buol), porotomo (Baree), kumpasi (Sangir Talaud), adase (Bugis), dan rempuse (Makassar).

Morfologi

Tanaman herba ini tumbuh merumpun dan meninggi hingga bisa mencapai dua meter.  Dalam satu rumpun, tanaman ini memiliki tingga hingga lima batang. Pada batang Adas mempunyai alur dan beruas serta berlubang.  Batang dan tungkai tegak berwarna hijau kebiruan. Letak daun berseling dan majemuk yang panjangnya bisa mencapai 50 sentimeter dengan lebar hingga 7 sentimeter berwarnah hijau muda.

Daunya menyirip ganda dengan posisi menyempit berbentuk jarum yang memanjang hingga 40 sentimeter, pada ujung dan pangkal daun berbentuk runcing. 

Tanaman ini memiliki bunga berbentuk payung majemuk berdiameter 5 hingga 15 sentimeter, dengan panjang gagang bungaynya berkisar dua millimeter hingga 55 millimeter. Kelopak bunga berbentuk tabung hijau, dengan mahkota bunga berwarnah kuning dan tumbuh keluar dari ujung batang. Tananam ini mengeluarkan biji kering lonjong memanjang sekitar 6 hingga 10 millimeter dengan lebar 3 hingga 4 millimeter.

Khasiat Herbal Tanaman Adas

Saat masih muda, biji berwarnah hijau dan akan berubah coklat saat tua. Tanaman ini mengeluarkan bau wangi yang memar, sedangkan buah yang sudah matang mengeluarkan aroma khas, manis dengan rasa kamfer. Tidak heran jika tanaman ini bermanfaat sebagai rempah, kosemtik termasuk parfum.

Sifat Kimiawi

Tumbuhan ini sangat kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain : Minyak terbang (0,3 – 6%); dengan kandungan anethol tinggi, zat pahit, fanhom, kamfen (tonik), dipenten, metil chavikol dan anis keton.

Efek Farmakologis

Selain berfungsi sebagai bumbu, tanaman ini memiliki efek farmakologi. Dalam beberapa literatur farmakologi Cina dan pengobatan tradisional di Indonesia disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat, antara lain: rasa tajam, anti piretik, anti diare dan mendorong keluarnya angin, obat perangsang (stimulansia), ekspectorant, dan pewangi.

Daun Adas

Daunnya berkhasiat sebagai stimulant, peluruh kencing (diuretic), lagtagoga, stomatik, dan menerangkan penglihatan. Herba adas berkhasiat sebagai anti emetik.

Akar Adas

Akar sebagai pencahar dan diuretic sedangkan minyak dari buah (minyak adas, fennel oil) berkhasiat sebagai stimulant, larminatif, antibakteri, dan antelmintik.

Biji Adas

Minyak atsiri yang terkandung dalam biji adas adalah senyawa aktif bahan dasar pembuatan obat. Minyak telon sebagai obat menenangkan lambung mengandung minyak atsiri dari biji adas.

Aktivitas antioksidan biji adas sangat baik dan sangat tinggi. Terdapat pada konsentrasi 1000 ppm dengan hasil 48,99 persen. Kandungan antioksidan pada biji ini sangat baik sebagai sumber antioksidan alami. Efek farmakologis antioksidan yang dikandung adas dapat menangkap radikal bebas.

Khasiat Herbal Tanaman Adas

Radikal bebas itu dapat menginduksi penyakit kanker, arterioskerosis dan penuaan dini yang disebabkan kerusakan jaringan karena oksidasi. Tubuh memerlukan antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas (Kikuzaki dan Nakatami, 1993). Menurut Winarsi (2007) bahwa radikal bebas itu dapat dihambat oleh sistem antioksidan yang melengkapi sistem kekebalan tubuh manusia.

Kandungan biji adas adalah d-Pinena, camphene, d- d- α-phellandrene, dipentene, anethole, d-fenchone, estragol, foeniculin, aldehid, amilaldehid dan asam anesat.

Penyakit yang dapat Disembuhkan

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut:

  1. Obat Tidur Alami
  2. Obat Mules, dicampur tanaman obat lain.
  3. Obat Sariawan, dicampur dengan tanaman obat lain.
  4. Obat Batuk, dicampur tanaman obat lain.
  5. Obat kuat, dicampur dengan obat lain.

Campuran Rempah

Ada juga dimanfaatkan sebagai campuran rempah-rempah atau sebagai bumbu masak. Berikut pemanfaatan adas sebagai campuran rempah.

  1. Untuk campuran acar mentimun sehingga dapat dimakan oleh orang yang tidak tahan.
  2. Sebagai pengawet makanan tanpa efek samping
  3. Sebagai corrigens, untuk memperbaiki rasa obat
  4. Obat kuat (aprodisiak). Dicampur dengan tanaman obat lain.
  5. Adas juga digunakan untuk gulai kambing.

Bahan Kosmetik

Kandungan buah adas baik minyak maupun bijinya bisa menjadi bahan kosmetik untuk parfum dan korigensia. Aroma bijinya yang harum sebagai bahan menambah rasa (corrigentia saporis) dan pewangi ramuan kosmetik dan ramuan obat.

Minyak dari biji adas ini juga menjadi bahan esensial sebagai aroma terapi dalam kecantikan. Salah satu komponen dari minyak telon dikandung biji adas.

Kandungan Nutrisi

Dalam Database Nutrisi Nasional Departemen Pertanian Amerikas Serikat (the United States Department of Agriculture (USDA) National Nutrient Database) menyebutkan adas mengandung komponen nutrisi dan fitokimia.

Adas dalam takaran 234 gram mengandung sejumlah komponen nutrisi dan fitokimia. Kandungan nutrisi diantaranya:

Kadar kalori sekitar 73 kal, 0, 47 gram lemak, 2,9 gram protein, 17 gram karbohidrat dan sekitar 7,3 gram bagian yang terakhir adalah serat.

Dalam takaran seukuran satu cawan itu juga terkandung komponen nutrisi mikro. Di antaranya berupa, 360 mg potasium, 45 mg natrium, 838 IU vitamin A, 43 mg kalsium, 10,4 mg adalah komponen vitamin C, sedang sisanya adalah magnesium, zat besi, dan vitamin B.

Unsur magnesium di dalam adas juga terbukti ampuh sebagai pendorong relaksasi dan memicu seseorang lebih mudah tidur dengan nyenyak.

Dalam adas juga tersimpan kandungan zink, fosfor, tembaga, mangan, dan lain sebagainya. Beserta dengan kandungan fitokimia yang berlimpah, seperti: kaemferol, alkalida, flavonoid, sterol, sejumlah jenis fitokimia khusus seperti athenol dan chineol dan lain sebagainya.

Kandungan nutrisi di dalam tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan.

Hasil Riset Khasiat Adas

Komponen aktif adas yaitu anisaldehida untuk meningkatkan khasiat streptomycin dalam pengobatan TBC. Ini sudah pernah dilakukan pengujian pada tikus.

Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus) serta menghilangkan dingin dan dahak.

Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai peransang makanan.

Komponen fitokimia seperti cineol dan anethol bekerja membantu meredakan pernapasan karena memberi efek relaks untuk pernapasan. Hasil penelitian ini juga pernah dipublikasikan European Publication and Medical Centreal tahun 2011.

Salah satu penelitian pada manusia dewasa pesakit batu ginjal menyebutkan adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.

Begitu juga ekstrak rebusan daru adas dapat menurunkan tekanan darah. Ini diperoleh dari hasil uji coba pada binatang.

Kadar lipid akan memudahkan proses pembakaran kolesterol sehngga mencegah terjadinya kolesterol pada pembuluh darah. Manfaat farmakologi mengatasi kolesterol jahat dapat dilihat dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 1999.

Dalam ulasan lain pada Journal of Medicinal Food tahun 2011, dijelaskan pula bagaimana komposisi anti oksidan dan anti karsinogenik menjadikannya sebagai salah satu anti kanker yang tidak banyak disadari orang.

Kandungan selenium, magnesium, fosfor dan zat besi dalam adas adalah salah satu alasan terpenting bagaimana tanaman ini dapat bekerja meningkatkan kerja otak. Elemen nutrisi ini akan bekerja merespon kerusakan pada jaringan otak.

Menurut American Journal of Physiology tahun 1940 membuktikan diet dengan menambahkan lebih banyak penggunaan adas dapat membantu seseorang memperbaiki tekstur pada otak. Sedang beberapa pakar melihat meningkatkan produksi sel darah mereka. Ini akan mensuplai oksigen yang dibutuhkan untuk menjaga kuantitas dan kualitas otak.

Efek Samping

Efek samping yang ditimbulkan adalah alergi. Rempah-rempah yang mengandung adas sebaiknya dihindari bagi orang yang memiliki reaksi alergi. Selain itu, penggunaan berlebihan tanaman ini akan memberikan efek samping pada kerusakan ginjal.

Bagi pesakit kerusakan ginjal sebaiknya kurangi makanan mengandung adas. Adas mengandung kalium dimana ginjal yang rusak tidak dapat menyaring kalium berlebih dari darah.

Obat Beta-blocker, obat penyakit jantung dan obat kecemasan, dapat menyebabkan kadar kalium meningkat dalam darah. Tingginya kadar kalium dalam tubuh dapat menimbulkan risiko serius bagi orang dengan kerusakan ginjal atau ginjal yang tidak berfungsi penuh. Ginjal yang rusak mungkin tidak dapat menyaring kalium berlebih dari darah, dan ini bisa berakibat fatal.

Menangkap Radikal Bebas DPPH

Ekstrak adas dalam larutan etanol dicampur dengan pelarut etanol dan 2 ml larutan etanol dari radikal DPPH (1 mM DPPH dalam 0.250 ml) ditambahkan. Pencampuran ini memperoleh 6 ml dengan konsetrasi fenol masing-masing sebanyak  0, 50, 100, 125, 150, 175, 200, 225, 250 ppm.

Campuran divortex selama 15 detik lalu letakkan di udara terbuka selama 30 menit. Absorbansi larutan diukur dengan metode spektofotometri pada panjang gelombang 517nm dengan etanol sebagai blanko.

Selanjutnya dilakukan uji komparatif kapasitas penangkapan radikal bebas DPPH antara ekstrak adas dan BHT.

Referensi

  1. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999.
  2. Ketaren, S. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Balai Pustaka, Jakarta.
  3. Yun, L. 2001. Free radical scavenging properties of conjugated linoic acids. J. Agric. Food Chem. 49:3452-3456
  4. Winarsi, H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Cetakan kelima.Yogyakarta: Penerbit Kanisus (Anggota IKAPI).
  5. Kikuzaki, H. dan N. Nakatami. 1993. Antioxidant effects of some ginger constituents. J. Food Sci. 58 (6): 1407-1410
  6. Iranian Journal of Diabetes and Obesity tahun 2016.
  7. European Publication and Medical Central pada tahun 2011
  8. The United States Department of Agriculture (USDA) National Nutrient Database
  9. American Journal of Clinical Nutrition tahun 1999.