Advertisement
Advertisement
Beranda Kesehatan Mengenal Kelor sebagai Pohon Ajaib (the Miracle Tree)

Mengenal Kelor sebagai Pohon Ajaib (the Miracle Tree)

Advertisement

Mengenal kelor sebagai pohon ajaib oleh WHO menobatkannya sebagai the Miracle Tree karena telah berjasa meningkatkan kesehatan bagi negara-negara termiskin di dunia dengan mengobati 300 jenis penyakit.

aksiografi.com – Masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi sangat akrab dengan tanaman daun kelor. Daun kelor menjadi sayuran bagi orang Bugis Makassar dan beberapa pulau lainnya di nusantara. Sementara bagi orang Jawa daun kelor identik dengan mistis atau dunia gaib sebagai salah satu bahan ritual atau ramuan tradisional.

Dalam dunia medis, ternyata pohon daun kelor mengandung ribuat zat atau senyawa alamiah yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.  Laporan Medical News Today menyebut daun kelor atau the drumstick tree mengandung senyawa yang bersifat antijamur, antivirus, antidepresan, serta anti inflamasi. Kelor juga dapat berfungsi untuk pembersih air dalam skala kecil. Daun kelor dapat menangkal bakteri dan melawan virus.

Morfologi Tanaman Kelor

Daun kelor adalah tanaman suku Moringaceae yang berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan. Tanaman ini sudah menjadi tanaman pangan dan obat di Indonesia.

Kelor meruapakan tanaman yang mudah tumbuh cepat dan berumur panjang. Dengan usianya yang panjang, batang pohon kelor dapat tumbuh besar dengan lingkaran diameter 530 cm.

Tanaman kelor atau Moringa Tree memiliki ketinggian 7 hingga 11 meter. Pohon kelor berbatang kayu (lignosus) tumbuh tegak cenderung lurus dan memanjang. Warna kulit pohon kelor putih-kecoklatan dengan permukaan kasar.

Daun kelor memiliki iri majemuk bertangkai, tersusun berseling dan beranak daun gasal. Helai daun berwarna hijau saat masih muda dan menguning saat tua.

Klasifikasi Kelor (Moringa oeifera Lamk.)

Kelor dalam bahasa Latinnya adalah Moringa oeifera Lamk. atau M. pterygosperma Gaertn. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Di beberapa daerah di nusantara kelor ini dikenal dengan nama daerah Marongghi, celor, kawona, motong, barunggai, limaran, ben-oil (berdasarkan minyak yang bisa diekstrak dari bijinya), drumstick (berdasarkan dari bentuk rumah benihnya yang panjang dan ramping), horseradish tree (berdasarkan bentuk akarnya yang mirip tanaman horseradish), dan maluggay (Filipina).

Gambar: Daun Kelor

Efek Farmakologis

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat: Rasa agak pahit, netral, antiinflamasi, antipiretik, antiskorbut dan tidak beracun.

Ekstrak daun kelor dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis kuman seperti Salmonella typhia penyebab tifus, Escherichia coli penyebab diare, dan Staphylococcus aureus penyebab infeksi kulit.

Bagian Tanaman yang Menyehatkan

Bagian tanaman yang memiliki efek farmakologis adalah akar, daun, kulit dan biji. Namun daun kelor yang lebih banyak berguna sebagai obat dalam menyembuhkan berbagai penyakit.

gambar: buah kelor

Hasil Riset Moringa

Mengenal kelor sebagai pohon ajaib (the Miracle Tree) tidak terlepas dari hasil studi dan riset para ilmuan. Sejak awal tahu 1980an penelitian terhadap manfaat tanaman Moringa sudah berlangsung. Penelitian fokus pada manfaat daun, kulit batang, buah dan biji kelor, termasuk akar pohon kelor.

C Senthil Kumar, peneliti dari Anna Technology University, India, membuktikan daun kelor berkhasiat sebagai hepatoprotektor atau pelindung hari. Dokters spesialis herblis dari Yogyakarta, dr. Sidi Aritjahja, menyebutkan kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan pencernaan seperti luka usus dan luka lambung.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization_WHO) menyarankan untuk mengonsumsi daun kelor. Perbandingan gram kandungan daun kelor sebagai berikut:

7 kali vitamin C pada jeruk

4 kali kalsium pada susu

4 kali vitamin A pada wortel

2 kali protein pada susu

3 kali potasium pada pisang

WHO menobatkan pohon kelor sebagai pohon ajaib (the miracle tree) setelah melakukan studi dan menemukan fakta bahwa tumbuhan Moringa Tree ini sangat berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun di negara-negara termiskisn di dunia. Tidak mengherankan jika pohon kelor masuk sebagai salah satu tanaman obat paling mujarab.

National Institute of Helath (NIH) pada 21 Maret 2008 menyebut “kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Sifat Kimiawi dan Kandungan Senyawa Moringa

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain pada biji mendandung minyak “behen”. Pada kulit akar mengandung minyak terbang.

Senyawa lain: myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A,B1, B2 dan C.

Kandungan senyawa alami kelor merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Kandungan vitaminnya yaitu vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6, serta vitamin C.

Zat kimiawi alami seperti kalsium, kalium, zat besi, magneisum, fosfor, seng, serta rendah kalori. Senyawa alami ini sangat dibutuhkan bagi kesehatan tubuh.

Kandungan vitamin c dan protein daun kelor dapat melindungi sel-sel kulit dari kerusakan termasuk menjaga kekuatan rambut. Untuk menjaga kesehatan kulit daun kelor dijadikan sebagai masker.

Gambar: Biji Kelor

Cara Mengolah Daun Kelor

Daun kelor dapat diolah dengan beberapa cara sebagai makanan seperti daun kelor mentah menjadi lalapan. Namun sebaiknya tidak boleh mengonsumsi daun kelor yang sudah empat jam lebih dipetik dari pohohnya.

Daun kelor mudah mengalami fermentasi: mudah layu dan menguning. Daun kelor yang menguning maka kandungan nutrinya berkurang.

Daun kelor juga dapat menjadi masakan sayur yang nikmat cukup tambahkan garam sedikit. Kelor juga dapat dicampur dengan kacan hijau menjadi sayur kelor kacang hijau.

Khasiat Daun Kelor

Daun kelor yang juga disebut moringa ini dipercaya dapat membantu menjaga kadar gula darah serta memiliki kandungan antioksidan tinggi. Selain itu, kandungan nutrisi daun kelor pun ternyata tak kalah baiknya. 

Sebagai komponen yang kerap digunakan dalam obat-obatan tradisional, manfaat daun kelor untuk kesehatan ternyata bukan mitos. 

Penyakit yang Dapat Terobati

Ffek farmakologis dan kandungan senyawa alamiah kelor dari berbagai literatur dan pengalaman menyebutkan bahwa kelor dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut:

Beri-beri, udim

Akar kelor, akar pepaya tambah kulit lawang atau cengkeh, digiling, tambah air, peras, saring, minum.

Kurap ‘herpes’, luka bernanah

Daun ditumbuk dengan kapur, balurkan pada kurap.

Abortivum

Akar kelor direbus, saring, minum airnya.

Sariawan

Akar kelor direbus, saring, minum airnya.

Rematik, nyeri dan pegal linu

Akar kelor direbus, saring, minum airnya, atau 2-3 gagang daun kelor dan ½ sendok

makan kapur sirih ditumbuk halus dan balurkan ke bagian yang sakit.

Histeri

Akar kelor direbus, saring, minum airnya.

Epilepsi

Akar kelor direbus, saring, minum airnya.

Sulit Buang Air Kecil

Akar kelor ditambah daun, direbus, saring, minum airnya.

Badan Lemah, Nafsu Makan Berkurang

Akar kelordirebus, saring, minum airnya.

Sakit Kuning

Daun kelor 3 – 7 tangkai, 1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Minum secara rutin sampai sembuh.

Rabun Ayan

Tiga tangkai dauin kelor ditumbuk halus, seduh dengan 1 cangkir air masak dan disaring, campurkan dengan madu dan aduk sampai merata. Minum sebelum tidur.

Biduren atau Alergi

Daun kelor 3 gagang, bawang merah 1 siung dan adas pulasari, direbus dengan 3 gelas air mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Minum sehari 2 kali pagi dan sore.

Demikianlah informasi sehingga kita mampu mengenal kelor sebagai pohon ajaib. Ikuti artikel-artikel lainnya yang lebih menarik.

Penulis: dr. Sri Hikmawaty

Editor: Gusti Zainal

Exit mobile version