Jeruk menyerupai Payudara Perempuan

Model jeruk menyerupai payudara perempuan. Ternyata jeruk bermanfaat mengencangkan payudara wanita dan memperbaiki jaringan otot pada ibu yang menyusui.

aksiografi.com – Isi jeruk yang menyerupai payudara wanita ternyata bermanfaat mengencangkannya. Jeruk atau limau ini mengandung vitamin C yang bermanfaat bagi pertumbuhan tulang, gigi, serta otot buah hati. Buah ini juga dapat memperbaiki jaringan otot pada ibu menyusui.

Mengonsumsi jeruk pada masa hamil penting tapi jauh lebih penting saat ibu menyusui. Ibu yang menyusui disarankan mengonsumsi dua buah setiap harinya. Jeruk yang baik bagi ibu menyusui adalah yang manis ketimbang yang cenderung asam.

Jeruk atau limau ini merupakan tumbuhan berbunga anggota marga citrus dari suku Rutaceae. Buah ini kaya akan nutrisi seperti vitamin A, Vitamin C, serat, kalium, fruktosa, limonoid, phytochemical, Polyphonel, Karetonoid, Flavonoud, Beta karotin, gula, dan karbohidrat.

Kandungan antioksidan jeruk meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi. Mengonsumsi buah dengan rutin membantu menghindari risiko kanker payudara karena kandungan phytochemicals. Hasil penelitian Ajikumaran Nair S bersama  Rajani Kurup SR, Akhila S Nair, dan Sabulal Baby dengan judul Cancer Peels Prevent Cancer menunjukkan bahwa kulitnya mampu mencegah penyakit kanker.

Mereka menggunakan minyak kulit jeruk dan ekstrak kulit dianalisis dengan teknik kromatografi gas (GC-FID, GC-MS) dan HPTLC-densitometri, masing-masing. Potensi antikanker kulit Citrus (Citrus medica 2 morphotypes, C. sinensis, C. maxima, C. limon dan C. reticulata) dievaluasi dengan berbagai uji in vitro (uji MTT, pengamatan morfologi, uji halo cepat, analisis cytometric aliran) dan model kanker in vivo.

Hasilnya menunjukkan aktivitas signifikan terhadap garis sel DLA dalam uji MTT. Mereka menemukan ekstrak air kulit jeruk menginduksi penangkapan siklus sel DLA dalam fase G0 / G1 diikuti oleh kondensasi nuklir, blebbing membran, pembentukan badan apoptosis dan kerusakan DNA yang mengarah ke apoptosis.

Hasil Penelitian Jeruk

Dalam percobaan in vivo, ekstrak tikus kulit pra-perlakuan C. reticulata secara signifikan (50%) dilindungi dari DLA dibandingkan dengan tikus pasca-perawatan (33%), tanpa gejala toksik yang mencolok. Kulit jeruk memiliki sifat mudah menguap dibanding minyak atsiri, limonoid sebagai unsur penyusun bioaktif / antikankernya.

Para ilmuan dari India ini merekomendasikan penggunaan limbah kulitnya sebagai obat kanker. Hasil penelitiannya dimuat dalam jurnal Phytomedicine Volume 50 pada 15 November 2018, halaman 231-237.

Bukan kebetulan struktur isi jeruk menyerupai struktur jaringan payudara sehingga sangat bermanfaat kesehatan dan pertumbuhan ibu dan anak.

Lapisan luar jeruk (flavedo) yang liat dan berisi kelenjar minyak. lapisan tengah mirip jaringan bunga karang yang keputih-putihan. Sementara lapisan dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya, mengandung pektin yang disebut Albedo. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung cairan seperti genus Citrus.

Jadi, baik isi buah jeruk maupun ekstrak kulitnya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Penulis: Suhari

Penyunting: dr. Sri Hikmawaty