tanaman Duwet (Eugenia cumini)

Duwet (Eugenia cumini) memiliki efek farmakologi yang dapat mengobati strikhina (strychine) sejenis penawar racun dan mengobati limpa dan penyakit lainnya.

aksiografi.com – Duwet atau jambang, nama umum digunakan di Indonesia, ini berasal dari Asia Selatan dan diperkenalkan di tanah air sekitar tahun 1910an. Duwet (Eugenia cumini) merupakan tumbuhan berbuah sepat masam. Batang pohonnya tumbuh kokoh, berkayu dengan diameter 10 hingga 30 sentimeter dengan ketinggian bisa mencapai 20 meter. Bentuk buahnya mirip anggur dan masih satu keluarga dengan suku jambu-jambuan.

Buah ini pernah populer namun dalam dua dasawarsa buah ini semakin langka. Sangat disayangkan karena hasil penelitian ternyata buah ini memiliki khasiat pengobatan yang baik untuk beberapa penyakit.

Buah kecil ini berwarna hijau saat masih muda lalu berubah menjadi hitam keunguan ketika sudah matang. Bentuk buahnya bulat lonjong seperti buah anggur.

buah-duwet-eugenia-cumini

Karangan bunga dalam malai renggan dan bercabang hingga tiga kali. Bunga keluar dari cabang-cabang tidak berdaun. Terdapata 3-8 kuntuk di tiap ujung tangkai dengan mengeluarkan bau harum.

Klasifikasi

Duwet atau Eugenia cumini termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Syzgium cumini, nama lain dari tanaman ini, dikenal dengan berbagai nama berdasarkan daerah setempat.

Di Sumatera, orang Aceh menyebutnya jambee kleng sedangkan orang Gayu menamankan jambu klin atau nunang, sementara di Riau dikenal jambu koliong, sedangkan Minang menamakan jambu kalang. Di Sumatera Utara, duwet dikenal dengan jambulang, jambulan, jombulan, dan jumlang. Mirip dengan daerah flores dan ternate, mereka menyebut jambula dan jamblang. Sama halnya orang Malaysia menyebutnya dengan jambulana, serumpun bahasa yaitu Melayu yang umum disebut jamblang.

Di pulau Jawa, orang Jawa menyebutnya mirip dengan kata duwet, yaitu jambu juwat, jiwat, jiwat padi, juwet. Orang Bima juga sama, menamakan buah ini duwe.

Berbeda dengan orang di Sulawesi Selatan. Orang Sopeng (Bugis) menamakan coppeng dan orang Selayar menamakan rappo-rappo.

Sifat Kimiawi

Tumbuhan ini kaya kandungan kimiawi. Buah duwet mengandung zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus dan glicosida. Biji duwet mengandung zat tanin, asam galat, glukosida phytomelin, alfa-phytosterol yang bersifat anticholesteremik. Kulit buah duwet mengandung zat samak.

Sifat tanaman ini sejuk, aromatik, dan astringen kuat.

Efek Farmakologis Duwet atau Eugenia cumini

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasa manis, netral, astringent, anticholesteremik, antimalline, anti-diabeticum.

Bagian Tanaman yang Digunakan

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan bunga, biji, daging buah dan kulit. Biji dapat mengobati strikhina (strychine) sejenis penawar racun tertentu dan mengobati limpa.

Buah duwet memberi manfaat kesehatan bagi tubuh seperti penambah energi, merangsang pembentukan sel darah merah, pembersih darah alami, menguatkan tulang dan gigi, menjaga pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, menangkal radikal bebas, menyehatkan lambung, meningkatkan kesehatan mata, dan menambah nafsu makan.

tanaman Duwet (Eugenia cumini)

Daging buah dapat menurunkan darah selama 30 menit. Agar lebih efektif menurunkan gula darah sebaiknya konsumsi bijinya untuk mencapai efek hipoglikemik selam 10 hari.

Dahulu, simplisia kulit batang (Syzygii cortex) dan biji duwet (Syzygii semen) dianjurkan sebagai sediaan apotek yang tidak harus atau wajib.

Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Ngompol.

2. Mencret karena masuk angin, udara dingin, dan lain-lain.

3. Diabetes (kencing manis)

4. Alat kontrasepsi pria. Baca juga: Gandarusa Kontrasepsi Pria.

Beberapa penelitian dan percobaan telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan senyawa yang dapat mengaktifkan enzim S-transferase di hati. Enzim itu dapat mengurangi efek kanker di lambung hingga mencapai 80%.

Ditulis oleh: Suharni Yusuf

Disunting oleh: Gusti Zainal