Rabu, Juni 16, 2021

Ciplukan (Physallis Angulata Linn.)

Must Read

Ciplukan (Physallis angulata Linn.) merupakan tanaman herba yang buahnya dapat dikonsumsi dalam kondisi survival di tengah hutan. Ciplukan juga memiliki khasiat pengobatan.

aksiografi.com – Ciplukan merupatakan tanaman liar yang tumbuh di tanah kosong yang tidak terlalu basah. Itu sebabnya tumbuhan ini sering tumbuh di tepi hutan, semak-semak, kebun, sawah kering, dan tegalan.

Bagi pendagi gunung dan pegiat alam bebas dalam keadaan bertahan hidup, buah ini dapat dikonsumsi. Cuplikan adalah tumbuhan asli Amerika yang kini tersebar luas di seluruh daerah tropis di dunia.

Klasifikasi

Ciplukan dalam bahasa Ilmiah disebut Physallis peruviana L., atau Physallis angulata Linn. atau Physallis minina Linn.. Tanaman yang dalam bahasa Inggris disebut morel berry ini termasuk dalam famili tumbuhan Solanaceae.

Di nusantara, ciplukan dikenal dengan nama daerah seperti orang Bali menyebutnya keceplokan, orang Madura memberi nama nyornyoran, dan orang Jawa menjulukinya cecenet/cecendet.

Morfologi

Physallis angulata Linn. Merupakan tumbuhan herba tahunan. Tinggi tanaman ini mencapai 1 meter. Batang pokoknya hampir sama besar dengan percabangannya yang menggarpu, bersegi, berusuk, dan berongga.

Daun ciplukan tunggal berpasangan dan bertangkai. Helai daunnya berbentuk bulat telur memanjang dengan ujungnya yang runcing dan bertepi rata dengan sedikit bergelombang bergerigi.

Bunga tunggal keluar di ujung atau ketiak daun. Tangkai bunga tegak, langsung, lembayung yang ukurannya dari 8 hingga 23 mm dan tumbuh hingga mencapai 3 sentimeter.

Kelopak bunga ciplukan berwarna hijau berbentuk genta dengan 5 cuping runcing. Mahkota bunga berbentuk lonceng yang melebar dengan tinggi 6 =10 mm berwarna kuning terang dan noda coklat kekuningan. Di bawah tiap noda terdapat rambut pendek berbentuk huruf V. Tangkai benang sarinya berwarna kuning pucat dengan kepala sari berwarna biru muda. Putik gundul dengan kepala putik berbentuk tombol.

Ciplukan atau Physallis Angulata

Buah cuplikan berbentuk telur dengan panjang 14 mm berwarna hijau dan menguning jika masak. Buahnya berurat lembayung dan memiliki kelopak buah.   

Budidaya

Ciplukan dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1 hingga 1550 meter dari permukaan laut. Kultur tunas dapat tumbuh baik di media MS ( Murashige dan Skoog) dengan penambahan zat pengatur tumbuh BA (benzyl adenin) dan IAA (Indole Acetic Acid). Kadar dan perbandingan zat pengatur tumbuh untuk regenerasi kultur tunas adalah BA 3-4 parts per million (ppm) dan IAA 0,1 ppm.

Baca Juga:   Khasiat Kesehatan Belimbing Wuluh
Baca Juga:   Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Sifat Kimiawi

Tumbuhan ini memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui, antara lain chlorogenik acid, C27H44O-H2O, asam sitrun dan fisalin, flavonoid, saponin, polifenol. Buah ciplukan mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, sedangkan biji ciplukan mengandung elaidic acid.

Efek Farmakologis

Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk. Secara turun temurun, tanaman ini dijadikan ramuan pengobatan untuk penyakit tertentu. Tanaman ini masuk dalam kategori tanaman obat.

Bagian Tanaman yang Digunakan

Bagian tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan[i] antara lain:

  • Buah mengandung vitamin C, asam sitrus, fisalin, zat gula, tanin, kriptoxantin, asam malat, dan alkoloid.
  • Akar dan batang mengandung saponin dan flavonoid
  • Daun mengandung polifenol dan asam kkorogenat
  • Biji mengandung asam elaidik

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah Uji pra klinis, Ciplukan mengandung physalin F dan physalin D. Hasil pengujian ternyata physalin F berkhasiat sebagai anti hepatoma terbesar dan anti Hela.

Physalin F juga mempunyai efek anti tumor in vivo terhadap mencit penderita leukimia dengan p388 lymphocytic leukimia, sedangkan physalin D tidak terlalu aktif baik secara in vivo maupun in vitro, Chiang HC et al, (1992)(P.6)

Kandungan zat kimiawi dan efek farmakologis tanaman ini sehingga dimasukkan sebagai tanaman obat dalam mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Tanaman ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit sebagai berikut:

Influenza

Dalam mengatasi influenza, kita menggunakan seluruh bagian tanaman sebanyak 9 – 15 gram. Rebus tanaman itu lalu minum. Penetral racun untuk influenza ambil 3 pohon dipotong-potong sepanjang 5 sentimeter lalu rebus dengan air sebanyak 4 gelas air. Air rebusan tersisa 2 gelas lalu saring. Dalam bentuk kapsul, minum 3 x 2 kapsul per hari.

Baca Juga:   8 Khasiat Kesumba Keling untuk Kesehatan

Sakit tenggorok atau Batu Rejam

Rebus tanaman ciplukan (batang dan daun) sebanyak 9 – 15 gram. Saring lalu minum rutin setiap hari.

Ayan

Buah ciplukan juga dapat mengobati penyakit ayan. Makan buah sebanyak 8 hingga 10 butir setiap hari.

Borok

Borok dapat diatasi dengan menggunakan daun ciplukan. Ambil 1/3 genggam daun ciplukan lalu cuci dan giling halus. Tambahkan air kapur sirih sebanyak dua sendok teh untuk untuk mengoles borok. Lakukan sebanyak 2 kali dalam sehari.

Baca Juga:   Manfaat Tanaman Ginje untuk Kesehatan

Bisul

Mengatasi bisul gunakan daun ciplukan sebanyak 1/2 genggam lalu cuci dan giling halus. Dioles pada bisul dan sekelilingnya, lalu dibalut. Lakukan sebanyak 2 kali sehari. Dapat juga ditambahkan satu sendok teh adas pulasari, satu lembar daun sirih, dan garam secukupnya atau 1/4 sendok.

Bronchitis

Mengobati bronchitis, sama dengan mengatasi batuk rejam. Rebus tanaman ciplukan (batang dan daun) sebanyak 9 – 15 gram. Saring lalu minum rutin setiap hari.

Gondongan (parotitis)

Mengobati sakit gondongan menggunakan tanaman ciplukan (batang dan daun) sebanyak 9 – 15 gram. Saring lalu minum rutin setiap hari.

Kencing manis (diabetes mellitus)

Tanaman (batang dan daun) direbus dengan 3 gelas air jadi 1 gelas, saring, minum.

Buah Pelir Bengkak (Orchitis)

Pembengkakan buah pelir atau orchitis dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman ciplukan (akar, batang, daun, buah, dan biji) sebanyak 9 – 15 gram. Saring lalu minum rutin setiap hari.

Pembengkakan Prostat

Rebus Tanaman (batang dan daun) sebanyak 9 hingga 15 gram lalu minum setelah disaring.

Sakit Paruparu

Tanaman ciplukan juga dapat mengobati penyakit paru-paru. Ambil seluruh bagian tanaman (akar, batang, daun, buah, dan biji) rebus dengan takaran air sebanyak 4 gelas. Saring air rebusan lalu minum sebanyak tiga kali dalam sehari.

Ditulis oleh: Suharni Yusuf

Disunting oleh: dr. Sri Hikmawaty


[i]              Hieronymus Bali Santoso, 2008, Ragam dan Khasiat Tanaman Obat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img