cakar ayam (selaginella doederleinii hieron)

Cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron) bersifat antipiretik (penurun panas), anti toxic, anti kanker (antineoplastik), hemostatik (menghentikan pendarahan), anti bengkak (anti oedem), pembersih darah, dan stomakikum.

aksiografi.com – Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron) merupakan tumbuhan dari divisi Pteridophyta yaitu paku-pakuan. Cakar ayam banyak tumbuh pada tebing-tebing, jurang dan tempat-tempat teduh berhawa dingin, di ketinggian kurang dari 750 meter dari permukaan laut.

Klasifikasi

Cakar ayam atau Selaginella doederleinii Hieron, termasuk ke dalam famili tumbuhan Selaginellaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah rumput solo atau cemara kipas gunung.

Morfologi

Batang tegak dengan tinggi 15 – 35 sentimeter dan akar keluar pada percabangan. Tanaman perdu ini berdaun kecil-kecil hanya sepanjang 4 -5 milimeter dengan lebar 2 milimeter. Bentuk daun jorong yang ujungnya runcing dengan pangkal rata. Warna daun hijau tua bagian atas dan hijau muda bagian bawah. Daun tersusun di kiri kanan batang induk hingga ke percabangan yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisik yang mencolok.[1]

Cakar ayam tumbuh merayap dan sedikit tegak. Batang bulat liat bercabang-cabang tanpa pertumbuhan sekunder dengan warna putih kecoklatan. Tanaman marga Selaginella ini memiliki daun tunggal yang halus tersusun dalam sepanjang batang, berhadap-hadapan, dengan panjan 1-2 milimeter, berwarna hijau. Akar serabut keluar dari batang yang berdaun dengan warna coklat kehitaman. [2]

Budidaya Tanaman

Beberapa toko online menjual bibi tanaman cakar ayam seperti di tokopedia, bibitbunga, shopee, bukalapak, dan blibli. Harga bibit berkisar antara Rp 15.000 – Rp 20.000 per bibit bergantung besarnya.

Sifat Kimiawi Selaginella doederleinii

Tanaman Selaginella doederleinii Hieron ini mengandung alkaloid, saponin, dan phytosterol. Ekstrak etanolik tanaman ini mengandung lima komponen lignans yaitu (-)-lirioresinol A, (-)-lirioresinol B, (+)-wikstromol, (-)-nortracheloside, (+)- matairesinol. Selain itu juga mengandung dua komponen fenilpropanon yaitu 3-hidroksi-1-(3-metoksi-4-hidroksifenil)-propan-1-on, 3-hydroksi-1-(3,5-dimetoksi-4hidroksifenil)-propan-1-on dan empat biflavonoid yaitu amentoflavone, 7,7”-di-O-metilamentoflavone,7,4′,7”,4”’-tetra ometilamentoflavone, dan heveaflavone.[3]

Cakar ayam juga mengandung lignan, saponin, tannin, dan terpene. Kandungan senyawa terpen dalam cakar ayam belum ada laporan hasil penelitian terkait aktivitas farmakologis. Berikut kandungan senyawa terpen:

cakar ayam (selaginella doederleinii hieron)

Ekstrak simplisia daun cakar ayam mengandung beberapa komponeng senyawa seperti dalam tabel di bawah ini:

Hasil Riset

Hasil riset menyebutkan cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron) dapat menghambat sarkoma dan kanker serviks pada tikus dari sel L yang diisolasi dari kanker hati manusia (Dalimarta, 1999).

Penelitian lain juga menyebutkan tanaman ini bersifat sitotoksik terhadap sel murine (Lin et.al., 1994). Selain itu cemara kipas gunung, sebutan nama lokal, mempunyai aktivitas antimutagenik terhadap salmonella terinduksi karsinogen benzo(a)pyren.[4]

Efek Farmakologis Cakar Ayam

Tumbuhan ini bersifat antipiretik (penurun panas), anti toxic, anti kanker (antineoplastik), hemostatik (menghentikan pendarahan), anti bengkak (anti oedem). Pembersih darah, stomakikum. Dalam farmakologi pengobatan tradisional baik dari Cina, India, dan Indonesia menyebutkan tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sifat hangat dan masuk dalam kategori tanaman obat.

Anti Oksidan

Tubuh manusia membutuhkan antioksidan atau anti oksidan dalam mencegah terjadinya kerusakan sel akibat radikal bebas. Kerusakan sel akibat radikal bebas meningkatkan risiko penyakit, khususnya kanker.

Zat biotik utama tanaman cakar ayam bersifat fenolik yaitu metabolit sekunder tanaman serta komponen dalam kualitas sensori dan nutrisi buah, sayuran, dan tanaman lainnya.[5] Biflavonoid adalah metabolit sekunder tanaman cakar ayam.

Zat biflavonoid berfungsi sebagai antioksidan. Teradapat sembilan biflavonoid dalam cakar ayam yang memiliki antioksidan yang baik.[6] Kandungan minyak atsiri dari cakar ayam juga telah teruji dapat menghambat terjadinya oksidasi sel.

Sangat penting menjaga pola makan dengan kandungan zat antioksidan seperti cakar ayam. Tumbuhan ini mudah diperoleh dari alam sekitar kita.[7] Antioksidan ini jga dapat melawan radikal bebas dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif.

Anti Tumor

Tumor adalah sel yang memperbanyak diri secara berlebihan atau adanya sel lama yang seharusnya mati namun masih tetap bertahan hidup sementara sel baru terus terjadi. Penampakan fisiknya terlihat dengan adanya benjolan yang muncul di permukaan tubuh.

Tumor dapat terjadi di seluruh anggota tubuh seeprti di tulang, rahang, mulut, dan kulit. Tumor ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor jinak tidak menyerang sel normal di sekitarnya dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sedangkan tumor ganas sebaliknya sehingga disebut kanker.

Antitumor adalah kandungan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel yang dapat mengakibatkan tumor pada anggota tubuh.

Ekstrak cakar ayam terdapat kandungan biflavonoid yang memiliki efek anti tumor tanpa merusak sel hidup normal. Antitumor cakar ayam sangat efektif menghambat sel penyebab tumor khususnya tumor trophoblastic.[8]

Biflavonoid jenis amentfolavon dalam cakar ayam dapat menghambat berbagai macam proliferasi sel tumor dan menginduksi tumor untuk apoptosis (kematian sel yang terprogram).[9]

Anti Bakteri

Kata bakteri berasal dari bahasa Latin yaitu bacterium sebagai singular dan bacteria bentuk jamak. Bakteri adalah organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini masuk dalam domain prokariota yang memiliki ukuran sangat kecil (mikrooskopik) dan memiliki peran besar dalam kehidupan.

Bakteri terdiri atas dua, kelompok pertama masuk dalam kelompok pemberi manfaat di bidang pangan, pengobatan, dan industri, sedangkan kelompok kedua masuk dalam kelompok agen penyebab infeksi dan penyakit.

Gangguan kesehatan yang disebabkan bakteri dapat menyerang orang tubuh sehingga mengakibatkan sakit demam, batuk, hingga peradangan atau nyeri. Penularan bakteri dapat terjadi seperti percikan ludah orang terinfeksi, melalui makanan, gigitan hewn yang terkontaminasi, dan lain-lain.

Mengatasi gangguan penyakit akibat bakteri dengan cara mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung anti bakteri. Antibakteri merupakan zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan.

Ekstrak etanol herba cakar ayam efekti menghambat pertumbuhan bakteri Staphyloccocus aureus dan bakteri pnyebab infeksi saluran kemih seperti Eschericia Coli. Cakat ayam mengandung flavonoid alkaloid dan saponon yang dapat berfungsi sebagai inti bakteri.

Ekstrak cakar ayam juga efektif menghambat Bacillus subtilis dan Pseudomonas.[10]

Anti Inflamasi

Inflamasi atau peradangan adalah mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari infkesi mikroorganisme asing seperti virus, bakteri, dan jamur. Peradangan juga bisa terjadi saat sistem mekanisme kekebalan tubuh bekerja ekstra dalam memberikan perlindungan tubuh malah berakibat menyerang tubuh sendiri.

Kondisi ini diseut sebagai penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus. Salah satu bentuk inflamasi adalah bengkak (edema).

Anti inflamasi (biasa ditulis tersambung atau dengan garis penghubung, antiinflamasi, anti-inflamasi) adalah sifat zat obat atau makanan yang mampu mengurangi peradangan.

Senyawa flavonoid dalam cakar ayamg berfungsi sebagai anti-inflamasi. Ekstrak simplisia daun cakar ayam telah terbukti menurunkan aktivitas inflamasi dan memiliki kemampuan menghilangkan bengkak.

Anti Virus

Virus adalah mikroorganisme patogen yang menginfeksi sel makhluk hidup. Virus dapat mengganggu perkembangan dan fungsi sel-sel dalam tubuh. Tipe sel yang terinfeksi dan tipe virus yang menginfeksi dapat menyebabkan penyakit dan gejala yang berbeda-beda pula.

Cara menghambat perkembangan virus dalam tubuh dengan cara memberikan anti virus melalui obat-obatan, makanan, dan vaksin. Kandungan flavonoid total dan amentoflavon dari cakar ayam memiliki aktivitas anti virus.  Cakar ayam secara efektif mampu  mengobati infeksi virus seperti virus coxsackie.[11]

Ramuan Obat Herbal

Seluruh bagian tanaman Cakar Ayam bermanfaat sebagai obat alami atau herbal. Mulai dari akar hingga daun-daunnya baik yang kering maupun masih segar. Tanaman ini dapat dikeringkan lalu digiling menjadi serbuk sehingga mudah disimpan.

Berbagai percobaan telah dilakukan dengan mengekstrak tanaman ini dalam menguji khasiat kandungan kimiawi maupun farmakologis.

Tanaman cakar ayam dapat dijadikan sebagai obat oles dengan cara mencuci bersih, tumbuk halus lalu oleskan pada bagian tubuh yang bengkak atau patah tulang. Air rebusan tanaman ini juga berkkhasiat sebagai obat minuman untuk mengurangi atau mencegah penyakit dalam tubuh. Perhatian: saat merebut tanaman herbal ini alat yang digunakan tidak boleh terbuat dari logam kecuali stainless stell. Alat rebusan yang baik adalah terbuat dari kaca, keramik atau porselen.

Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Saat ini dunia penelitian telah melakukan berbagai ujian kandungan senyawa cakar ayam.

Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan herbal cakar ayam seperti penyakit kanker, infeksi saluran nafas, mencegah penyakit degeneratif, melindungi kerusakan hati (hepatoprotektor), mengurangi pembengkakan, mengobati tulang patah, rematik, hepatitis, perut busung, menurunkan panas, mengobati diare, keputihan, dan pendarahan sehabis melahirkan.  

Ditulis oleh: dr. Sri Hikmawaty

Disunting oleh: Gusti Zainal


Referensi:

[1]              Dalimartha, S., 1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 1, Trubus Agriwidya, Jakarta.

[2]              Hutapea, J.R., 1999, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, Jilid V, Departemen Kesehatan RI dan Badan Penelitian dan Pengembangan , Jakarta.

[3]              Lin, Skaltsounis, Seguin, Tilequin, & Koch, 1994, Phenolic Constituents of Selaginella doederleinii, Planta Medica, 60(2), 168-170.

[4]              Lee, H & Lin, JY., 1988, Antimutagenic activity of extracts fromanticancer drugss in Chinese Medicine, Mutat-Res, 204(2), 229-234.

[5]                   Thomas-Barbaer et al., 2000, Lapornik et al., 2005.

[6]                   Khoirul Ngibad. Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Selaginella doederleinii Hieron. Sidoarjo. INA-Rxiv; 2018.

[7]                  Anuj Yadav, Rewa Kumari, Ashwani Yadav, J.P. Mishra, Seweta Srivatva & Shasi Prabha. Antioxidants and Its Functions in Human Body- A Review. India. RELS; 2016.

[8]                  Yuxia Sui, Shaoguang Li, Peiying Shi, Youjia Wu, Yuxiang Li, Weiying Chen, Liying Huang, Hong Yao & XinHua Lin. Ethyl Acetate Extract From Selaginella Doederleinii Hieron Inhibits the Growth of Human Lung Cancer Cells A549 via Caspase-Dependent Apoptosis Pathway. J Ethnopharmacol; 2016.

[9]                   Jia-zhi Wang, Juan Li, Ping Zhao, Wentao Ma, Xie-he Feng & Ke-li Chen. Antitumor Activities of Ethyl Acetate Extracts from Selaginella doederleinii Hieron In Vitro and In Vivo and Its Possible Mechanism. Hindawi; 2015.

[10]                  Khoirul Ngibad. Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Selaginella doederleinii Hieron. Sidoarjo. INA-Rxiv; 2018.

[11]                 Khoirul Ngibad. Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Selaginella doederleinii Hieron. Sidoarjo. INA-Rxiv; 2018.