Cabe Jawa (Piper retrofractum)

Cabe Jawa (Piper retrofractum) mengandung efek penyembuhan. Tumbuhan ini memiliki efek farmakologis bersifat rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi.

aksiografi.com – Cabe Jawa atau Cabai Jawa adalah tanaman merambah bermanfaat menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Tumbuhan asli Indonesia ini sangat populer sebagai bumbu masak dan tanaman obat.

Dalam dunia perdagangan cabai jawa adalah untai yang dikeringkan. Terkadang dianggap sama dengan untai kering dari lada panjang (Piper longum) sehingga sering disematkan pada cabai jawa.

Klasifikasi

Tumbuhan famili Piperaceae ini dalam bahasa Latin disebut Piper retrofractum atau Piper longum L atau Piper sarmentosum atau Chavia officinarum Miq, atau Chavia retrofracta Miq.

Tumbuhan asli Indonesia ini sangat populer sebagai tumbuhan obat. Beberapa daerah tanaman ini dikenal dengan nama lada panjang, cabean, cabe areuy, cabe sula, cabi jamo, cabe onggu, cabia, dan cabe solah dan cabai solak.

Cabai jamu ini dapat tumbuh di lahan ketinggian dari 0 hingga 600 meter dari permukaan laut dengan curah hujan rerata 1.259 – 2.500 mm per tahun.

Morfologi

Piper longum L ini tumbuh seperti sirih: merambat, memanjang, membelit dan melata. Bentuk daunnya berbentuk telur lonjong dengan pangkal berbentuk jantung atau membulat, ujung daun meruncing dengan bintik-bintik kelenjar.

Cabe Jawa (Piper retrofractum)

Buah cabai jawa ini bulat panjang atau silingris dengan ujung mengecil. Saat muda berwarna kelabu lalu hijau dan saat mulai matang berubah menjadi kuning dan merah. Rasanya pedas dan tajam aromatis.

Sifat Kimiawi

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui. Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryophylene, 1-quebrachitol.

Akar dan batang mengandung mengandung inulin yang terdiri dari artemose, cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, ridentin.

Efek Farmakologis

Tumbuhan ini bersifat: rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, dan mengatur menstruasi.

Dalam farmakologi pengobatan tradisional disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.

Manfaat Cabe Jawa

Berbagai manfaat buah cabe jawa diantaranya sebagai bumbu masak, obat herbal, insektisida (racun serangga) nabati. Formulasi insektisida nabati dari campuran ekstrak cabai jawa dan srikaya (Annona squamosa) efektif menekan serangan Helicoverpa armigera. Cabai jawa juga bermanfaat dalam perlakuan benih. Serbuk cabai dapat menghambat Callosobruchus maculatus.

Cabai jawa juga bersifat fungisida. Cabai jamu ini secara in vitro dan in vivo dapat menekan perkembangan cendawan bawaan benih padi dan kedelai.

Bagian Tanaman yang Digunakan

Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman yang dikeringkan dengan jalan diangin-anginkan. Selain itu, daun dan biji segar juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati jenis penyakit tertentu.

Cabai jawa ini sering disebut sebagai cabai jamu karena menjadi salah satu bahan pembuatan jamu tradisional dan obat pil atau kapsul modern serta bahan campuran minuman. Jamu Cabe Puyang adalah jamu yang populer dengan menggunakan bahan dari cabe jawa dan lempuyang.

Penyakit yang Disembuhkan

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman obat ini mengobati seperti gangguan jiwa neurahenia, masuk angin, obat kuat setelah melahirkan, pencernaan terganggu, batuk, bronchitis, penyakit ayan, demam sehabis melahirkan, penguat lambung, paru dan jantung, tekanan darah rendah, hidung berlendir, obat kumur, pereda kejang perut, lemah syahwat, dan penyakit hati.

Ditulis oleh: Suhari Yusuf

Disunting oleh: dr. Sri Hikmawaty