Bandotan Berkhasiat Antiinflamasi, Apa Saja Manfaatnya?

Must Read

Bandotan berkhasiat antiflmasi, apa saja manfaatnya? Manfaatnya berasal dari senyawa alamiah seperti minyak atsiri, asam organik, kumarin, ageratochromene, friedelin, s-sitosterol, dan stigmasterol.

Aksiografi.com –  Tanaman bandotan merupakan tanaman terna anggota suku Asteraceace. Dalam bahasa ilmiah bandotan adalah Ageratum conyzoides. Dalam bahasa Inggris, bandotan dikaitkan dengan kambing karena baunya seperti bau kambing yaitu Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed atau Whiteweed karena aromanya menyerupai bau kambung (goat).

Di Indonesia, Bandotan adalah tumbuhan liar sehingga disebut tumbuhan pengganggu (gulma) di sawah dan di kebun. Namun dibalik itu sebagai tananam  Ageratum conyzoides sebagai tanaman memiliki khasiat antiinflamasi. Morfologi dan klasifikasi bandotan Anda dapat membaca Manfaat dan Khasiat Kesehatan Bandotan.

Kandungan Senyawa Alamiah

Berbagai hasil penelitian menunjukkan kandungan bandotan memiliki minyak esensial, alkaloid, dan kumarin. Tumbuhan ini juga memiliki daya racun yang dapat berfungsi sebagai insektisida dan nematisida. Bahkan tanaman ini juga mengandung alkaloid pirolizidina. Penelitian lain juga menyebutkan tumbuhan bandotan dapat menyebabkan luka-luka pada hati dan menumbuhkan tumor. 

Khasiat Farmakologis Bandotan

Tanman bandotan memiliki khasiat farmakologis untu mengobati luka luar seperti luka, kusta, dan bisul dan sebagai antihemorrhagik dan antiseptik, dan pencuci mata. Selain itu bandotan juga berkhasiat sebagai diuretik, antipiretik, dan antiinflamasi.

Hasil penelitian menunjukkan efek farmakologi pemberian ekstrak etanol daun Bandotan dengan dosis berulang 1 g/kg BB secara oral pada tikus putih jantan memberikan efek antiradang yang berarti.
Pemberian secara oral ekstrak daun Bandotan dalam dalam etanol 95% yang dikentalkan dengan dosis berulang 0,5 g/kg BB yang disuspensikan dengan gom arab 5% memberikan inhibisi radang sebesar 52,32% dengan efek yang bertahan sampai 360 menit pada pengujian terhadap tikus putih jantan.

Penyiapan dan Dosis

Gunakan sehari dua kali 1 gelas dengan dosis larutan 2-3 ml sehari dua kali. Untuk serbuk dalam kapsul, 1-2 gram sehari dua kali. 

Referensi

  1. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, “Acuan Sediaan Herbal Volume Tiga Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2007, Halaman: 37-38).
  2. Soerjani, M., Ajgh Kostermans dan G. Tjitrosoepomo (Eds.). 1987. Weeds of Rice in Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. p. 60-61 (illust.)
  3. Steenis. CGGJ Van, 1981, Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 422-423
  4. Dharma, A.P., 1987, Indonesian Medicinal Plants [Tumbuhan Obat Indonesia]. hal.28 – 29.Jakarta Balai Pustaka.
  5. Ming, L.C. (1999) Ageratum conyzoides: A tropical source of medicinal and agricultural products. p. 469–473. In: J. Janick (ed.), Perspectives on new crops and new uses. ASHS Press, Alexandria, VA.
  6. Sani, Y., Bahri, S. 1994. “Pathological changes in liver due to the toxicity of Ageratum conyzoides (babadotan)”Penyakit Hewan (Indonesia),, v. 26(48): 64-70
  7. Kamboj, A. & Saluja, A. S. 2008. Ageratum conyzoides L : A Review On Its Phytochemical and Pharmacological Profile. International Journal of Green Pharmacy. 59-68.
  8. Mitra, P. K. 2013. Antibacterial Activity of an Isolated Compound (AC-1) from The Leaves of Ageratum conyzoides Linn. Journal of Medicinal Plants Studies, Vol 1(3) : 145-150.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat antioksidan bagi kesehatan tubuh adalah untuk melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sumber makanan yang mengandung antioksidan beragam seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img