Alang-Alang

Alang-Alang atau Imperata cylindrica L. merupakan tanaman yang tumbuh liar di sembarang tempat belum tentu tak punya manfaat. Alang-alang atau ilalang sebutan lainnya ternyata mengandung efek penyembuhan untuk beberapa penyakit tertentu.

aksiografi.com – Alang-alang adalah rumput yang tumbuh liar dan hidup di sembarang tempat. Tanaman ini sejenis rumput yang berdaun tajam. Ia biasa tumbuh di lahan persawahan. Dunia pertanian selalu menganggap alang-alang adalah gulma bagi padi karena dapat berkembang biak dengan cepat. Namun alang-alang ternyata mengandung khasiat dalam mengobati beberapa penyakit tertentu.

Alang-alang termasuk dalam famili tumbuhan Gramineae atau Poaceae, dalam bahasa latin ia disebut Imperata cylindrica (L.) atau biasa juga dinamakan Lagurus cylindricus L.

Di berbagai daerah di Indonesia, alang-alang disebut dengan berbagai penamaan. Orang Banjar dan Minangkabau menyebutnya halalang, orang Melayu, Madura dan Bali menamakan lalang. Daerah tersebut menyebut alang-alang masih memiliki kesamaan sebutan.  

Beberapa daerah menyebut alang-alang sangat berbeda. Orang Sunda menyebut eurih. Sebutan orang Sunda ini juga sama atau mirip dengan beberapa daerah. Orang Batak mengatakan rih, orang Gayo mengucapkan jih, orang Sumbawa mengatakan re, orang Flores mengucapkan rii, kii, ki mirip dengan Tinambar yaitu rie (Tanimbar), orang Sulsel menamakan reya, sedangkan Ambon dan Seram mengatakan eri, weri, weli.

Berbeda dengan dua bagian daerah di atas. Manado, Ternate, dan Tidore menyebut alang-alang sebagai kusu-kusu, orang Halmahera mengucapkan nguusu, begitu juga dengan orang Sumba menyebut alang-alang adalah wusu atau wutsu.

Di berbagai negara yang menggunakan bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail.

Morfologi

Rumput ini dapat hidup menahun sepanjang musim dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Ujung tunas yang muncul d tanah cukup runcing tajam. Batangnya pendek menjulang ke atas tanah dan berbunga, biasanya warna keungulan. Tingginya berkisar hingga 1,5 meter.

Alang-Alang

Orang Inggris menyebutnya Bladygrass karena memiliki daun berbentuk garis lanset beruang runcing, dengan pangkal menyempit dan berbentuk talang. Orang Belanda menamakan snijgras karena dua sisi tepi daunnya sangat kasar dan bergerigi tajam yang dapat melukai.

Panjang daunnya 12 – 19 sentimeter. Sedangkan karangan bunga dalam malai, memiliki panjang 6–28 sentimeter, dengan anak bulir berambut panjang warnah putih berukuran 1 sentimeter. Tidak heran di beberapa negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya menamakan bladygrass sebagai satintail, yang mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus.

Tumbuhan ini dapat berkembang biak dengan cepat. Benih-benihnya yang ringan dapat tersebar cepat tertiup angin. Rimpangnya juga mudah menembus tanah yang gembur.  Alang-alang hanya mudah tumbuh di tanah yang subur. Dan sebaliknya tidak suka di tanah yang gersang atau berbatu-batu.

Sifat Kimiawi

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, dan logam alkali.

Daun alang-alang mengandung unsur makro dan mikro diantaranya nitrogen 0,71 persen, pospor sebanyak 0,67 persen, kalium 1,07 persen, Calsium 0,76 persen, Mg sebanyak 0,55 persen%, dan Si sebanyak 5,32 persen.

Efek Farmakologi

Alang-alang memiliki efek penyembuhan. Kandungan tanaman inilah yang memiliki efek farmakologis sebagai anti piretik yang berfungsi menurunkan panas saat demam. Efek penyembuhan lainnya yang dimiliki tanaman ini adalah dierutik atau peluruh kemih dan hemostatik atau dapat menghentikan pendarahan, menghilangkan rasa haus, meridian paru lambung, dan usus kecil.

Penyakit Yang Dapat Disembuhkan

  1. Meredakan Pandas Dalam
  2. Obat Muntah darah
  3. Mengatasi Sakit Ginjal
  4. Mengurangi Mimisan
  5. Menyembuhkan Air kemih berdarah
  6. Kencing nanah
  7. Hepatitis akut menular
  8. Rasa haus pada penyakit campak
  9. Radang ginjal akut

Ditulis oleh: Suharni Yusuf

Ditinjau oleh: dr. Sri Hikmawaty