7 Toga Mengobati Sariawan

7 Toga mengobati sariawan atau Stomatitis aphtosa akibat luka atau peradangan pada bibir, lidah, dan mulut bagian dalam yang menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.

aksiografi.com – Toga merupakan singkatan dari Tanaman Obat Keluarga. Tanaman atau tumbuhan itu disebut toga karena biasanya di tanaman di halaman rumah, kebun atau ladang agar mudah diambil saat dibutuhkan.

Umumnya tanaman obat yang banyak ditanam juga berfungsi sebagai sayuran atau bumbu dapur. Seperti kemangi, kelor, belimbing wuluh, kembang merak, mengkudu, sirih, temu lawak, serei, jahe, dan lain-lain.

Toga itu mengobati penyakit yang umum diderita anggota keluarga karena adanya perubahan musim yang mempengaruhi kondisi tubuh atau luka dan patah akibat jatuh, dan sebagainya. Salah satu penyakit yang kerap dialami anggota keluarga khususnya anak-anak dan remaja adalah sariawan atau Stomatitis aphtosa.

7 Toga Mengobati Sariawan

Sariawan adalah peradangan akibat luka pada bibir, lidah, dan mulut yang dapat sembuh sendiri meski tidak diobati dalam waktu seminggu hingga dua minggu. Kita dapat melakukan penanganan sendiri di rumah. Cukup kompres bagian mana yang terasa sakit dengan es batu dan menghindari makanan yang pedas.

Sariawan yang disebabkan bakteri, jamur, dan virus tidak cepat sembuh karena itu butuh pengobatan dan perawatan yang rutin.

Agar mudah sembuh dan tidak datang lagi sebaiknya konsumsi tanaman obat yang dapat menyembuhkan atau mengobati sariawan. Berikut daftar tanaman obat keluarga mengobati sariawan:

Adas

Tanaman adas memiliki efek farmakologi seperti anti piretik sehingga dapat mengobati sariawan. Bagian tanaman adas yang digunakan mengobati sariawan adalah akar dan biji. Akar adas mengandung minyak atau fennel oil yang berkhasiat seabgai stimulant, larminatif, antibakteri, dan antelmintik. Biji adas mengandung aktivitas antioksidas yang sangat baik dan tinggi. Efek farmakologi antioksidan yang dikandung adas dapat menangkal radikal bebas.

Adas dapat dicampur dengan tanaman obat lainnya yang sesuai untuk mengobati sariawan. Cobalah rutin mengonsumsi buah alpukat secara rutin.

Alpukat

Alpukat atau Persia americana merupakan buah yang mengandung tanin, saponin alkaloida dan falvonoid. Berdasarkan hasil penelitian, buah alpukat dapat mengobati sariawan.

Cara mengobati peradangan luka pada gusi, lidah, dan mulut dengan mengambil dua buah alpukat yang sudah masak tambahkan dua sendok makan madu murni lalu aduk merata. Makan rutin setiap hari selama semingga dan nikmati enaknya. Selain itu kita juga dapat mengonsumsi sayuran kelor.

Kelor

Daun kelor mengandung gizi sangat tinggi. Tidak heran jika tanaman ini disebut juga sebagai the Miracle Tree atau pohon ajaib. Kelor mengandung antimikroba, kalsium, zat besi, protein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C, serta masih banyak kandungan lainnya.

Daun kelor mengobati sariawan dengan cara konsumsi air rebusan daun kelor secara rutin. Bisa juga dijadikan sayuran. Daun kelor direbus dengan air ditambahkan sedikit garam.

Kemangi

Kemangi sering dijadikan lalapan namun ternyata juga dapat menyembuhkan. Daun kemangi mengandung anti jamur dan anti bakreri sehingga bisa mengobati sariawan. Caranya kunyal lima lembar daun kemangi. Lakukan dua kali sehari selama masa pengobatan sariawan.

Belimbing wuluh

Belimbing wuluh atau Averrhoa blimbil L. mengandung saponin, tanin, glucoside, calsium, oksalat, sulfur, asam format, dan peroksidase. Baik buah, daun, maupun bunga belimbing ini memiliki efek farmakalogi menghilangkan sakit (antiradang) sehingga dapat mengobati sariawan.

Bunga belimbing wuluh ¾ genggam, cuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Cerme

Cerme adalah tanaman perdu dengan berbatang kecil dengan ketinggian mencapai sembilan meter. Sepintas, pohon cerme mirip dengan pohon belimbing wuluh. Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang tinggi. Pada kulit batang, kayu, dan daun cerme mengandung tanin, flavonoida, saponin dan polifenol.

Manfaat pengobatan tanaman cerme ini pada efek farmakologis seperti sifat anti inflamasi, anti radang dan mencegah muntah. Biji dan akar merupakan ‘purgans’ yang kuat. Kandungan senyawa dan efek farmakologis inilah sehingga cerme juga dapat mengobati sariawan.

Daun jinten

Daun jinten atau Coleus amboinicus Lour. merupakan terna tahunan yang beruas. Pada daun jinten terdapat kalium, minyak atsiri 2 persen yang mengandung karvakrol, isoprofil-o-kresol dan fenol.

Daun jinten memiliki sifat rasa getir, berbau harum, dan membuat tebal di lidah, carminatif, laktagoga, menghilangkan sakit, penurun panas, dan antisptik, aphrodisiak, penyegar, dan penambah semangat.

Manfaat pengobatan daun jinten terletak pada kandungan senyawa kimiawi sehingga memiliki efek farmakologis. Daun jinten dapat mengobati sakit peradangan atau sariawan pada bibir, lidah, dan mulut.

Ditulis oleh: Suharni Yusuf

Disunting oleh: dr. Sri Hikmawaty