Perang Arab-Israel 1948: Terangkat dari Kepiluan ke Kompleksitas Politik

Date:

Terangkat dari Kepiluan ke Kompleksitas Politik: Artikel eksklusif yang mengungkap peristiwa luar biasa dalam sejarah Perang Arab-Israel 1948. Bagaimana konflik itu membentuk politik Timur Tengah yang rumit hingga hari ini?

aksiografi.com – Tahun 1948 adalah saksi bagi peristiwa penting yang membentuk jalan panjang konflik Arab-Israel. Perang Arab-Israel 1948, yang dikenal juga sebagai “Perang Kemerdekaan” oleh pihak Israel, merupakan babak pertama dalam serangkaian konflik yang masih menggema hingga hari ini. Namun, bagi orang Palestina, perang ini adalah penanda pahit dalam sejarah mereka, yang mereka sebut sebagai “Al-Nakba” atau “Bencana” – sebuah tragedi yang membentang melalui generasi.

Tanggal 14 Mei 1948, menjadi tonggak sejarah ketika Israel secara resmi diproklamasikan. Keesokan harinya, 15 Mei 1948, pasukan dari Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, dan Irak, bersama dengan negara-negara Arab lainnya, segera menyerbu negara baru ini. Meskipun menghadapi tekanan yang luar biasa, Israel berhasil memenangkan perang dan memperluas wilayahnya hingga mencakup sekitar 70% dari wilayah Mandat Palestina Britania. Namun, kemenangan ini menghasilkan pengungsian massal bagi rakyat Palestina yang terpaksa meninggalkan wilayah yang kini menjadi negara Israel. Di sisi lain, banyak komunitas Yahudi juga diusir dari negara-negara Arab lainnya.

Perang Arab-Israel 1948 adalah konflik besar yang membekas di sejarah Timur Tengah dan masih membentuk sebagian besar politik di kawasan ini. Penting untuk memahami peristiwa ini dengan latar belakang yang lebih luas untuk menangkap kerumitan dan dampak yang masih relevan hingga hari ini. Dalam pandangan yang kompleks ini, kita harus menggali lebih dalam untuk mencari solusi yang mungkin membawa kedamaian yang sangat diidamkan oleh semua pihak di Timur Tengah.

Tanggal 20 Juli 1948 ditandai dengan momen yang menggetarkan hati ketika Kapten Avraham “Bren” Adan mengibarkan bendera Israel di Umm Rashrash, kini dikenal sebagai Eilat. Tindakan itu merupakan penanda berakhirnya Perang Arab-Israel 1948 yang digelar antara 15 Mei 1948 hingga 20 Juli 1949. Perang ini melibatkan wilayah Mandat Britania di Palestina, Gunung Sinai, dan Lebanon Selatan.

Hasil dari perang ini adalah kemenangan taktis dan strategis bagi Israel. Mereka berhasil mempertahankan wilayah sesuai dengan pembagian yang diusulkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sementara sekaligus merebut 50% wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali negara-negara Arab. Perang ini mengawali serangkaian konflik panjang yang masih berlanjut hingga hari ini, menciptakan kompleksitas politik di Timur Tengah.

Pada awalnya, pihak Israel menghadapi perlawanan sengit dari pihak Arab. Mereka terdiri dari beberapa kelompok militer seperti Haganah, Palmach, Irgun, dan Lehi. Namun, setelah 26 Mei 1948, Angkatan Pertahanan Israel dan satuan minoritas menjadi kekuatan utama dalam pertahanan Israel. Israel mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat dan Britania Raya

Namun, Perang Arab-Israel 1948 juga menjadi peristiwa bersejarah yang memunculkan konsep negara Palestina. Meskipun negara Palestina belum secara resmi terbentuk pada saat itu, para pejuang Palestina dikenal sebagai PLST (Negara Palestina) dan mendapat dukungan sukarelawan asing, termasuk Liga Arab, Ikhwanul Muslimin, Lebanon, Arab Saudi, Yaman, Mesir, Sudan, dan bantuan dari negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Azerbaijan, dan banyak lainnya.

Sejumlah tokoh yang memimpin kedua belah pihak, seperti David Ben-Gurion, Yigal Allon, Yitzhak Rabin, Moshe Dayan, dan Shimon Avidan dari Israel, serta Azzam Pasha, King Abdallah dari Yordania, Muzahim al-Pachachi dari Kerajaan Irak, dan Haj Amin al-Husseini dari Suriah, memimpin pasukan mereka dalam konflik tersebut.

Perang Arab-Israel 1948 melibatkan pasukan besar, dengan Israel mengawali perang dengan 29.677 tentara dan mengakhiri perang dengan lebih dari 117.000 tentara. Di pihak lain, pasukan Arab melibatkan tentara dari Mesir, Irak, Suriah, Yordania, Lebanon, Arab Saudi, dan Yaman, serta sukarelawan asing dari Liga Arab dan negara-negara lainnya.

Perang ini tidak hanya menelan korban dalam bentuk tewas, tetapi juga ribuan luka-luka. Sekitar 4.000 pejuang dan 2.400 warga sipil Israel tewas dalam perang ini, sementara pihak Arab melaporkan jumlah korban mencapai 25.000 hingga 80.000 orang yang terluka.

Perang Arab-Israel 1948, juga dikenal sebagai “Perang Kemerdekaan” oleh pihak Israel dan “Bencana” oleh orang Palestina, adalah tonggak awal dari rangkaian konflik yang masih terus berlanjut hingga hari ini. Pembagian wilayah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1947 menjadi pemicu konflik yang rumit, dengan perubahan wilayah dan eksodus massal yang meninggalkan luka yang dalam di kedua pihak.

Dalam pandangan yang lebih luas, peristiwa-peristiwa ini telah membentuk politik di Timur Tengah dan memunculkan kompleksitas yang masih menjadi tantangan hingga saat ini. Meskipun beberapa negara Arab tidak lagi memberikan dukungan militer kepada Palestina seperti Arab, Mesir, Irak dan lain-lain. Namun kelompok sukarelawan militer masih terus memberikan dukungan kepada Palestina. Misal Hizbullah dari Lebanon Selatan masih terus memberikan bantukan militer ke pasukan Hamas Palestina hingga saat ini.

Seiring berjalannya waktu, kita terus berusaha untuk mencari solusi yang mungkin membawa kedamaian di wilayah ini yang penuh sejarah dan konflik.

Subscribe

Popular

More like this
Related

Menerawang Perjalanan World Day of International Justice Menuju Keadilan Global

Sebuah Refleksi Penuh Tantangan Terhadap Impunitas dan Perjuangan Keadilan...

Membangun Landasan Perbankan yang Kuat: Dari Nasionalisasi hingga Transformasi Bank Indonesia

aksiografi.com – Sejarah perbankan Indonesia mencatat peristiwa penting dengan...

Sejarah Terbentuknya Bank Indonesia: Dari Kolonialisme Menuju Kedaulatan Ekonomi

Pelajari sejarah terbentuknya Bank Indonesia, dari Yayasan Bank Indonesia...

Hari Jurnalis Olahraga Sedunia: Melintasi Garis Waktu Bersama Para Pemangku Cerita

aksiografi.com – Dalam gemuruh sorak-sorai penonton dan teriakan penuh...