Evolusi Feminisme: Dari Persamaan Hukum Hingga Pemberdayaan

Date:

aksiografi.com – Feminisme telah mengalami perjalanan yang menarik sejak awal munculnya sebagai respons terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh kaum wanita dalam masyarakat. Ini adalah gerakan intelektual yang tumbuh dan berkembang, mengubah wajah masyarakat dan memperjuangkan persamaan hak serta kesempatan bagi kaum wanita. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perjalanan feminisme dari akhir abad kesembilan belas hingga era baru pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Feminisme Klasik: Menggalang Persamaan Hukum       

Pada awalnya, feminisme muncul sebagai tanggapan terhadap pemberian hak-hak tertentu kepada pria semata karena jenis kelamin mereka. Kaum wanita merasa ketidakadilan dalam pemberian hak-hak tertentu hanya karena mereka adalah wanita. Gerakan feminis pada periode ini, yang disebut feminis “klasik,” memiliki tujuan yang jelas dan terbatas, terutama berfokus pada persamaan hak hukum dengan pria. Mereka berupaya untuk mendapatkan tempat setara dalam struktur politik, hukum, dan profesi yang sudah ada.

Namun, gerakan ini terbatas oleh pandangan yang masih terikat dengan kerangka sosial yang ada. Mereka menerima struktur kelas dan berusaha memperoleh hak-hak dalam batasan yang telah ada. Namun, pandangan ini perlahan berubah dengan berkembangnya gerakan feminis baru pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Feminisme Baru: Pemberdayaan dan Persamaan Sejati

Gerakan feminis baru ini melahirkan Gerakan Pembebasan Wanita yang memperjuangkan pemberdayaan penuh bagi kaum wanita, tidak hanya dalam aspek hukum tetapi juga dalam semua bidang kehidupan. Mereka menantang struktur kapitalis dan patriarki yang telah mendominasi masyarakat selama berabad-abad. Tidak puas dengan hanya persamaan hukum, gerakan ini berfokus pada restrukturisasi masyarakat secara menyeluruh untuk mencapai kesetaraan sejati antara jenis kelamin.

Kaum feminis baru juga mencetuskan istilah “sexisme” untuk menggambarkan diskriminasi yang tidak sadar berdasarkan jenis kelamin. Mereka menolak pemisahan peran yang menghambat potensi penuh kaum wanita. Gerakan ini tidak hanya melawan diskriminasi formal, tetapi juga memerangi bias dan pandangan yang masih mendasari hubungan antara jenis kelamin.

Tantangan dan Pencapaian

Perjalanan feminisme tidak berjalan mulus. Krisis ekonomi, perang dunia, dan pergeseran politik mempengaruhi laju gerakan ini. Namun, feminisme terus tumbuh dan berkembang. Gerakan ini meraih keberhasilan penting dalam memberikan hak suara kepada wanita di berbagai negara, serta mengubah pandangan masyarakat terhadap peran wanita dalam profesi dan kehidupan sosial.

Feminisme juga beradaptasi dengan perubahan zaman. Kaum feminis baru lebih kritis terhadap kapitalisme, dan mereka berusaha memahami peran sistem sosial dan ekonomi dalam pembentukan ketidaksetaraan gender. Mereka mendorong perubahan yang lebih mendalam dan struktural untuk mencapai kesetaraan sejati.

Perjalanan feminisme dari gerakan awal hingga era baru menunjukkan evolusi yang signifikan dalam pandangan dan tujuan. Dari persamaan hukum hingga pemberdayaan sejati, feminisme telah memainkan peran penting dalam menggugah kesadaran masyarakat tentang ketidaksetaraan gender dan menginspirasi perubahan menuju kesetaraan yang lebih besar. Meskipun tantangan dan hambatan menghadang, semangat perjuangan kaum feminis terus membentuk dunia kita menuju masa depan yang lebih inklusif dan setara.

Referensi:

  1. Mary Wollstonecraft, A Vindication of the Rights of Woman
  2. J.S. Mill, The Subjection of Women August  Behel, Women under Sosialism Richard J. Evans, The Feminists
  3. Renate Bridenthal & Claudia  Koonz (ed.) Becoming Visible: Women in European History
  4. W.  L. O’Neil, The Woman Movement: Feminism in the United States and England
  5. Constance Rover, Womens Suffrage and Party Politics in Britain, 1866­1914
  6. Eleanor Flexner,  Century of Struggle:  The Womens Rights Movement in the United States
  7. Fannina Halle, Womein Soviet Russia
  8. Hilda Scott, Women and Socialism
  9. Gail W. Lapidus,  Women in Soviet Society
  10. Elisabeth Croll, Chinese Women since Mao
  11. Richard J. Evans, The Feminist Movement in Germany 1894­1933
  12. Jill Stephenson, Women in Nazi Society
  13. J. F. McMillan, Housewife or Harlot: The Woman Question In France under the Third Republic
  14. Alva Myrdal  & Viola Klein, Womens Two Roles
  15. Juliet Mitchell,  Women Estate
  16. Sheila Rowbotham, Womans Consciousness, Man’s World
  17. Berenice A. Carroll (editor), Liberating Womens History:  Theoritical and Critical Essays
  18. Janet Radcliffe Richads, The Sceptical Feminist
  19. Jessi Bernard, The Female World
  20. Liz Stanley & Sue Wise, Breaking Out :Feminist consciousness andfeminist research
  21. John Charret,  Feminism

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Subscribe

Popular

More like this
Related

Buah Naga: Pesta Antioksidan yang Memanjakan Tubuh Anda!

Buah naga mengandung antioksidan pelindung tubuh, betasianin penangkal radikal...

Ilalang Memiliki Efek Penyembuhan

Ilalang memiliki efek penyembuhan. Tumbuhan liat ini mengandung berbagai zar kimia antara lain manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali.

Pisang: Buah Manis yang Mempengaruhi Dunia

Pisang adalah buah yang memiliki keragaman yang luar biasa,...

Khasiat Brotowali Mengobati 7 Jenis Penyakit

Brotowali mengobati 7 penyakit yang umum di derita yaitu...