Peningkatan Angkatan Kerja Sebesar 2,61 Juta, Sektor Informal yang Mendominasi

Date:

Data terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2023 mengungkapkan tren positif dalam pasar tenaga kerja di Indonesia. Jumlah angkatan kerja meningkat sebesar 2,61 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, tantangan terkait sektor informal, pengangguran, dan dampak COVID-19 masih perlu ditangani secara efektif.

aksiografi.com – Pada Februari 2023, jumlah angkatan kerja mencapai 146,62 juta orang, mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 2,61 juta orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya minat yang meningkat dalam terlibat dalam dunia kerja di Indonesia. Dalam hal tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), terjadi peningkatan sebesar 0,24 persen poin, menunjukkan adanya dorongan untuk aktif berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja.

Data juga mengungkapkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja meningkat sebesar 3,02 juta orang dari Februari 2022. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum, serta Aktivitas Jasa Lainnya menjadi sektor-sektor dengan peningkatan terbesar, masing-masing sebesar 0,51 juta orang. Ini menunjukkan pertumbuhan dalam sektor-sektor tersebut dan potensi yang dimiliki oleh industri pariwisata dan jasa di Indonesia.

status pekerjaan utama formal dan informal
sumber: BPS Indonesia

Namun, data juga mengungkapkan bahwa sektor informal masih mendominasi, dengan 83,34 juta orang atau 60,12 persen dari total penduduk yang bekerja. Meskipun mengalami kenaikan 0,15 persen poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam memperkuat sektor formal dan meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja informal.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2023 menurun sebesar 0,38 persen poin menjadi 5,45 persen dibandingkan dengan Februari 2022. Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kesempatan kerja di Indonesia. Selain itu, persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,95 persen poin dan 0,33 persen poin. Ini menandakan adanya peningkatan stabilitas kerja dan penurunan ketidakpastian dalam pasar tenaga kerja.

Dalam konteks pandemi COVID-19, sebanyak 3,60 juta orang atau 1,70 persen dari penduduk usia kerja terdampak. Mereka terdiri dari pengangguran karena COVID-19, bukan angkatan kerja karena COVID-19, tidak bekerja karena COVID-19, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja. Dampak pandemi ini memperjelas perlunya pemulihan ekonomi yang inklusif dan upaya untuk melindungi pekerja dari ketidakpastian yang disebabkan oleh krisis kesehatan global ini.

Dalam hal upah buruh, rata-rata upah pada Februari 2023 mencapai 2,94 juta rupiah. Terjadi kenaikan sebesar 1,80 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata upah buruh laki-laki sebesar 3,23 juta rupiah, sementara rata-rata upah buruh perempuan sebesar 2,42 juta rupiah. Disparitas ini menunjukkan adanya kesenjangan gender dalam hal penghargaan terhadap pekerja perempuan.

Rata-rata upah buruh tertinggi terdapat pada kategori Real Estat, mencapai 4,82 juta rupiah, sedangkan kategori Jasa Lainnya memiliki rata-rata upah buruh terendah, yaitu 1,79 juta rupiah. Data ini mengindikasikan ketimpangan upah antara sektor-sektor pekerjaan, dengan sejumlah lapangan pekerjaan menawarkan penghargaan yang lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

Selain itu, ditemukan bahwa 11 dari 17 kategori lapangan pekerjaan memiliki rata-rata upah buruh yang lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Ini menunjukkan pentingnya sektor-sektor spesifik dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan memberikan penghargaan yang baik terhadap tenaga kerja.

Data juga mengungkapkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan upah buruh. Rata-rata upah buruh berpendidikan universitas mencapai 4,46 juta rupiah, sementara buruh berpendidikan SD ke bawah memiliki rata-rata upah sebesar 1,90 juta rupiah. Ini menunjukkan pentingnya investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja dan potensi penghasilan mereka.

Berdasarkan kelompok umur, rata-rata upah buruh tertinggi terdapat pada kelompok umur 50-54 tahun, yaitu sebesar 3,66 juta rupiah. Sementara itu, kelompok umur 15-19 tahun memiliki rata-rata upah terendah, yaitu 1,76 juta rupiah. Data ini menggambarkan adanya perbedaan upah yang signifikan antara generasi yang lebih muda dan lebih tua.

Implikasi dan Rekomendasi

Analisis data menunjukkan perkembangan positif dalam pasar tenaga kerja di Indonesia, dengan peningkatan angkatan kerja, penurunan tingkat pengangguran, dan kenaikan rata-rata upah buruh. Namun, tantangan terkait sektor informal, kesenjangan gender, dan dampak pandemi COVID-19 masih perlu ditangani dengan serius.

Pemerintah perlu terus memperkuat sektor formal, mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan perlindungan bagi pekerja informal. Langkah-langkah tersebut dapat mencakup pembangunan infrastruktur, pelatihan keterampilan, dan insentif untuk sektor-sektor yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi kesenjangan gender dalam hal upah dan kesempatan kerja. Langkah-langkah tersebut dapat meliputi penerapan kebijakan yang mendorong kesetaraan gender, akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan pelatihan bagi perempuan, serta advokasi untuk penghargaan yang adil terhadap pekerja perempuan.

Dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19, penting untuk melanjutkan langkah-langkah pemulihan ekonomi yang inklusif dan melindungi pekerja. Upaya tersebut meliputi dukungan keuangan bagi pekerja yang terdampak, perlindungan sosial yang lebih kuat, dan investasi dalam sektor kesehatan untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Subscribe

Popular

More like this
Related

Membangun Landasan Perbankan yang Kuat: Dari Nasionalisasi hingga Transformasi Bank Indonesia

aksiografi.com – Sejarah perbankan Indonesia mencatat peristiwa penting dengan...

Sejarah Terbentuknya Bank Indonesia: Dari Kolonialisme Menuju Kedaulatan Ekonomi

Pelajari sejarah terbentuknya Bank Indonesia, dari Yayasan Bank Indonesia...

Hari Jurnalis Olahraga Sedunia: Melintasi Garis Waktu Bersama Para Pemangku Cerita

aksiografi.com – Dalam gemuruh sorak-sorai penonton dan teriakan penuh...

Hari Kelautan Nasional 2024: Menelusuri Keajaiban dan Tantangan Laut Indonesia

Merayakan Hari Kelautan Nasional 2024, kita menelusuri keajaiban dan...