Perubahan Iklim Memiskinkan Jutaan Orang

Date:

Perubahan iklim memiskinkan jutaan orang. Perdiksi itu berdasarkan hasil penelitian yang menyajikan skenario 2050 sebagai klimaks kepunahan manusia. Skenario itu dibagi dalam tiga dekade, yaitu dekade 2020-2030, dekade 2030-2050, dan dekade 2050.

aksiografi.com – Perubahan iklim yang terus meningkat beberapa tahun terakhir. Ini akan memberi dampak besar pada kehidupan manusia. Pakar kemiskinan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa ratusan juta di dunia sedang menghadapi kelaparan, kemiskinan, penyakit, bahkan kematian akibat perubahan iklim dalam laporan yang dirilis pada Selasa (25/06/2019).

Kepala Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, Alston mengatakan bahwa dunia memerlukan perubahan mendasar terkait bahan bakar fosil yang menjadi sumber efek rumah kaca buatan manusia. Ahli hukum Australia itu pun meramalkan konsekuensi mengerikan dari pemanasan global bahkan dalam skenario terbaik sekalipun tetap mengorbankan jutaan manusia di dunia.

“Meskipun dampak perubahan iklim pada Hak Asasi Manusia (HAM) belum mendapat perhatian “tapi itu mewakili keadaan darurat tanpa preseden,” tandasnya sebagaimana dirilis nationalgeographic.grid.id.

Perubahan iklim memiskinkan banyak orang
sumber foto: nationalgeographic.grid.id.

Laporan para peneliti dari Breakthrough National Centre for Climate Restoration yang dirilis tahun ini, 2019, menunjukkan adanya ‘skenario’ kepunahan manusia. Mereka menggarisbawahi skenario kepunahan di mana manusia tidak mampu lagi bertahan hidup pada akhir 2050.

Dalam laporan itu menyebutkan peradaban manusia mungkin bisa berakhir dalam tiga dekade jika tidak ada aksi yang dilakukan untuk mencegahnya.  

‘Skenario 2050’

Hasil penelitian itu menyajikan skenario 2050 sebagai klimaks kepunahan manusia. Skenario itu dibagi dalam tiga dekade, yaitu dekade 2020-2030, dekade 2030-2050, dan dekade 2050.

Pada dekade 2050 merupakan puncak dari huru-hara. Dampak dari kekurangan pangan, wabah penyakit yang merajalela dan terjadinya kerusuhan di mana-mana. Kondisi ini membawa ancaman pada keamanan suatu negara. Kondisi ini yang akan memicu perang nuklir antar negara.

David Spratt dan Ian Dunlop, yang melakukan penelitian itu, memberikan rekomendasi pada akhir laporannya. “Setiap negara segera memeriksa peran yang dapat dilakukan sektor keamanan serta menyediakan sumber daya untuk membangun sistem industri yang bebas emisi dan mengurangi karbon di udara demi melindungi peradaban manusia,” tulisnya dalam laporan dengan judul “Existential Climate-Related Security Risk: a Scenario Approach.

Subscribe

Popular

More like this
Related

Menerawang Perjalanan World Day of International Justice Menuju Keadilan Global

Sebuah Refleksi Penuh Tantangan Terhadap Impunitas dan Perjuangan Keadilan...

Membangun Landasan Perbankan yang Kuat: Dari Nasionalisasi hingga Transformasi Bank Indonesia

aksiografi.com – Sejarah perbankan Indonesia mencatat peristiwa penting dengan...

Sejarah Terbentuknya Bank Indonesia: Dari Kolonialisme Menuju Kedaulatan Ekonomi

Pelajari sejarah terbentuknya Bank Indonesia, dari Yayasan Bank Indonesia...

Hari Jurnalis Olahraga Sedunia: Melintasi Garis Waktu Bersama Para Pemangku Cerita

aksiografi.com – Dalam gemuruh sorak-sorai penonton dan teriakan penuh...