Mengukur Butiran Air Hujan

Mengukur butiran air hujan bertujuan untuk mempelajari pengaruh nuklei pengembunan pada pembentukan butiran air. Butiran-butiran awan berkembang dengan penggabungan.

aksiografi.com – Atmosfer menyediakan gas-gas yang diperlukan untuk kehidupan tumbuhan dan hewan. Udara membawa butiran-butiran air kemudian membentuk gumpalan awan. Itu terjadi karena adanya proses kimiawi sehingga bisa meramal cuaca. Di musim hujan, udara mengalami kelembapan sebagaimana telah kita lakukan pengujian secara higroskopis dengan menggunakan alat higrometer sederhana.

Hujan terjadi karena adanya proses jatuhnya air baik dalam bentuk padat maupun cair yang disebut presipitasi. Presipitasi adalah jatuhnya air baik dalam fase padat ataupun cair. Fase presipitasi tergantung pada suhu atmosfer yang membentuk dan menjatuhkan presipitasi.

Dalam percobaan ini, kita akan mengukur dan membandingkan ukuran tetesan butiran air gerimis dan butiran air hujan. Dengan metode Sekolah Alam, kita akan mempelajari pengaruh nuklei pengembunan pada pembentukan butiran air. Selanjutnya, kita akan memperagakan bagaimana butiran-butiran awan berkembang dengan penggabungan. Bahkan kita akan belajar tentang pembentukan berbagai jenis presipitasi beku. Bukan hanya itu, kita juga akan belajar tentang bentuk heksagonal (segi enam) dari kepingan salju.

Tujuan Pembelajaran

Praktek Sekolah Alam kali ini bertujuan untuk menentukan cara mengukur butiran air hujan.

Bahan-Bahan

  • 1 gelas (250 ml) tepung
  • mangkuk besar
  • saringan kawat
  • lembaran kertas berwama gelap
  • nampan
  • pensil
  • botol semprotan
  • penggaris
  • air
  • lensa pembesar
  • sendok sayur besar

Cara Kerja Mengukur Butiran Air Hujan

Mengukur Butiran Air Hujan

1. Saring tepung dengan menggunakan saringan ke dalam nampan. Pisahkan dan buang partikel tepung yang tertinggal di saringan.

2. Isi botol semprotan dengan air

3. Letakkan nampan di atas meja. Aturlah ujung semprotan sedemikian rupa sehingga air yang keluar menyerupai kabut air yang tipis, kemudian semprotkan ke permukaan tepung seperti pada Gambar di samping.

4. Ambillah satu atau dua sendok penuh tepung dari nampan dan masukkan ke dalam saringan. Sendoklah tetesan air yang ada di nampan bersama dengan tepung.

5. Pegang saringan di atas mangkuk dan perlahan ayak saringan sehingga tepung jatuh ke dalam mangkuk. Lakukan terus sampai semua tepung yang kering jatuh ke mangkuk dan hanya bola-bola dari campuran tepung dan air yang tertinggal di saringan.

6. Tuangkan bola-bola tepung ke atas kertas.

7. Ulangi langkah 4 sampai 6 pada sisa tepung di nampan dan kumpulkan bola-bola tepungnya.

8. Ukurlah beberapa buah bola tepung. Gunakan ujung pensil untuk memindahkan setiap bola yang akan diukur ke samping penggaris.

9. Untuk melihat bola dan penggaris lebih jelas, gunakan lensa pembesar. Gerakkan penggaris sehingga sisi kiri bola tepung sejajar dengan angka pengukur pada penggaris.

Hasil Kerja Butiran Air Hujan

Praktek mengukur butiran air hujan berhasil. Bola tepung dengan berbagai ukuran yang berbeda terbentuk.

Mengapa?

Air dari botol semprotan jatuh seperti tetesan air hujan di permukaan tepung. Ketika butiran air jatuh mengenai permukaan tepung, partikel tepung yang halus melapisi bagian luar tetesan air tersebut. Muncullah bola-bola tepung yang dalamnya berisi air. Lapisan tepung yang melekat pada setiap tetesan air sedikit menambah ukuran butir tetesan air tersebut.

Cobalah Pendekatan Baru

PERHATIAN: Jangan melakukan percobaan ini Jika ada petir.

Setelah melakukan praktek cara mengukur butiran air hujan, selanjutnya kita akan melakukan dengan pendekatan baru, sebagai berikut:

1. Apakah tetesan air hujan mempunyai ukuran yang beragam? Ulangi percobaan sebelumnya, sekarang letakkan nampan berisi tepung di tengah hujan sebentar saja, amati bentuk bola-bola tepung yang terbentuk.

2. Hujan lebat maupun gerimis adalah bentuk dari presipitasi. Butiran air pada gerimis lebih halus serta jatuhnya lebih rapat dan perlahan dibanding hujan lebat. Apakah tetesan air gerimis mempunyai ukuran yang beragam? Ulangi percobaan sebelumnya pada saat gerimis.

Petunjuk untuk Lomba dan Pameran Sains

Buat gambar yang menunjukkan perbandingan ukuran butir tetesan air saat gerimis dengan saat hujan lebat.

Selamat Belajar!