Dalam Sehari Terjadi Gempa Bumi di Dua Lokasi Berbeda: Buleleng dan Tahuna

Date:

Dalam sehari terjadi gempa bumi di Buleleng dan Tahuna. Kedua gempa ini tidak berpotensi menghasilkan tsunami.

aksiografi.com – Warga Bali dan Sulawesi Utara dikejutkan oleh gempa bumi yang terjadi pada Rabu (24/5/2023) dini hari. Gempa bumi pertama terjadi di Buleleng, Bali, dengan kekuatan magnitudo 4,4 dan kedalaman 10 km. Gempa bumi kedua terjadi di Tahuna, Sulawesi Utara, dengan kekuatan magnitudo 5,0 dan kedalaman 10 km. Kedua gempa bumi tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun getarannya terasa cukup mengkhawatirkan warga di sekitarnya.

Gempa Buleleng

Gempa bumi di Buleleng terjadi pada pukul 00:41:50 WIB. Lokasi gempa berada di 20 km Tenggara Buleleng, Bali. Gempa ini dipicu oleh aktivitas patahan aktif mekanisme geser di daratan (Buleleng), dan bukan terpicu oleh sumber gempa sesar naik Back Arc Thrusting.

Gempa ini dirasakan hampir seluruh Pulau Bali dan membuat warga yang sedang tidur terbangun dan panik. “Saya lagi enak-enak tidur. Tiba-tiba kasur bergoyang. Saya kira ada yang goyangin. Ternyata gempa,” kata Ni Wayan Sari, warga Denpasar.

twitter BMKG
sumber: BMKG

Belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini, namun warga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Badan Mitigasi Gempa dan Tsunami (BMGT) mengingatkan warga untuk mengenali lingkungan tempat tinggal dan bekerja, serta menyiapkan alat-alat penting seperti kotak P3K, senter, radio, makanan suplemen dan air.

Gempa Tahuna

Gempa bumi di Tahuna terjadi pada pukul 00:03:55 WIB. Lokasi gempa berada di 280 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa ini merupakan salah satu dari beberapa gempa yang terjadi di wilayah tersebut pada hari yang sama. Sebelumnya, gempa magnitudo 4,2 terjadi pada pukul 06:27 WIB dengan lokasi 44 km Timur Laut Tahuna. Gempa-gempa ini berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

gempa bumi di tahuna

BMGT mengatakan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. BMGT juga mengimbau warga untuk selalu mendengarkan informasi dari sumber resmi seperti BMGT atau pemerintah mengenai kondisi gempa dan potensi tsunami atau longsor. Gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami seperti yang dilansir di laman tribunnews.com.

Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Peristiwa itu dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kebakaran, longsoran tanah, likuefaksi tanah, atau tsunami. Kejadian itu juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental manusia. Untuk mengurangi dampak negatif dari gempa bumi, perlu langkah-langkah antisipasi sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi terjadi. Selain itu, perlu juga upaya-upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi untuk memulihkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terdampak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Subscribe

Popular

More like this
Related

Menerawang Perjalanan World Day of International Justice Menuju Keadilan Global

Sebuah Refleksi Penuh Tantangan Terhadap Impunitas dan Perjuangan Keadilan...

Membangun Landasan Perbankan yang Kuat: Dari Nasionalisasi hingga Transformasi Bank Indonesia

aksiografi.com – Sejarah perbankan Indonesia mencatat peristiwa penting dengan...

Sejarah Terbentuknya Bank Indonesia: Dari Kolonialisme Menuju Kedaulatan Ekonomi

Pelajari sejarah terbentuknya Bank Indonesia, dari Yayasan Bank Indonesia...

Hari Jurnalis Olahraga Sedunia: Melintasi Garis Waktu Bersama Para Pemangku Cerita

aksiografi.com – Dalam gemuruh sorak-sorai penonton dan teriakan penuh...